<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Si Mungil</title>
	<atom:link href="http://ervamaulita.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ervamaulita.wordpress.com</link>
	<description>Pengalamanku, pengalamanmu juga...</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Feb 2012 13:51:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ervamaulita.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/1744690f55da020d181cec9921078930?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Catatan Si Mungil</title>
		<link>http://ervamaulita.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ervamaulita.wordpress.com/osd.xml" title="Catatan Si Mungil" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ervamaulita.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Malaikat Tanpa Sayap : Saat Kematian Menjadi Sebuah Pilihan (Resensi Film)</title>
		<link>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/02/15/malaikat-tanpa-sayap-saat-kematian-menjadi-sebuah-pilihan-resensi-film/</link>
		<comments>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/02/15/malaikat-tanpa-sayap-saat-kematian-menjadi-sebuah-pilihan-resensi-film/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2012 12:08:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Erva</dc:creator>
				<category><![CDATA[100% Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ervamaulita.wordpress.com/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[PEMAIN Vino : Adipati Dolken Maura : Maudy Ayunda Ayah Vino : Surya Saputra Ayah Maura : Ikang Fauzi Ibu Vino : Kinaryosih Film yang mulai diluncurkan tanggal 9 februari ini memiliki tema cinta. Cinta kepada keluarga, diri sendiri, sahabat, juga kepada kekasih. Berawal dari keluarga Vino yang mengalami kebangkrutan dan tidak siap jatuh miskin. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ervamaulita.wordpress.com&amp;blog=13946566&amp;post=424&amp;subd=ervamaulita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 486px"><a href="http://www.google.co.id/imgres?q=malaikat+tanpa+sayap&amp;hl=id&amp;biw=1024&amp;bih=499&amp;gbv=2&amp;tbm=isch&amp;tbnid=uls8dI4JLtsn_M:&amp;imgrefurl=http://www.kapanlagi.com/film/indonesia/malaikat-tanpa-sayap-menafsir-perwujudan-cinta.html&amp;docid=o__88xNzXu4TkM&amp;imgurl=http://klimg.com/kapanlagi.com/p/headline/a/476x238/0000011102.jpg&amp;w=476&amp;h=238&amp;ei=uJI7T9bCNuWeiAePneSYCg&amp;zoom=1"><img alt="Malaikat tanpa sayap" src="http://klimg.com/kapanlagi.com/p/headline/a/476x238/0000011102.jpg" title="Malaikat tanpa sayap" width="476" height="238" /></a><p class="wp-caption-text">Malaikat tanpa sayap</p></div>
<p>                         PEMAIN<br />
              Vino     : Adipati Dolken<br />
              Maura    : Maudy Ayunda<br />
         Ayah Vino     : Surya Saputra<br />
         Ayah Maura    : Ikang Fauzi<br />
          Ibu Vino     : Kinaryosih</p>
<p>Film yang mulai diluncurkan tanggal 9 februari ini memiliki tema cinta. Cinta kepada keluarga, diri sendiri, sahabat, juga kepada kekasih. Berawal dari keluarga Vino yang mengalami kebangkrutan dan tidak siap jatuh miskin. Ayah Vino yang merasa gengsi untuk bekerja serabutan karena terbiasa dengan jabatan tinggi harus menjual satu persatu harta yang dimiliki untuk menutupi hutan perusahaan yang pailit. Ibu Vino yang tidak tahan dengan kondisi seperti itu dan akhirnya memilih untuk pergi dari keluarga dan menjalani hidup sendiri.</p>
<p>Disaat seperti itu Vino harus putus sekolah karena uang sekolah sudah 3 bulan tidak dia bayar. Belum selesai satu masalah, adiknya yang bernama Wina harus dioperasi kakinya karena infeksi. Keadaan yang sangat menghimpit itu membuat Vino hampir bunuh diri dan putus asa. Tiba-tiba ada seseorang yang mendatanginya dan menawarkan sejumlah uang namun dengan syarat dia harus menukarnya dengan anggota organ dalam badannya. Hal itu semakin membuat Vino bingung hingga akhirnya dia memutuskan untuk lompat dari atap rumah sakit. Namun pertemuannya dengan seorang cewek bernama Maura mengurungkan niatnya untuk mengakhiri hidup.</p>
<p>Dengan perjanjian yang ditawarkan oleh orang misterius itu akhirnya kehidupan keluarga Vino membaik. Rumah yang awalnya disita bank sudah bisa ditebus. Sang ayah sudah mau bekerja untuk menyambung hidup walaupun hanya dengan menjadi supir taksi. Hubungan Vino dan Maura semakin hari juga semakin dekat. Disaat bahagia itu baru datang sebentar, seseorang yang misterius itu menagih janji Vino untuk mendonorkan jantungnya dengan uang yang sudah dia gunakan. Sebuah pilihan yang sangat sulit. Pilihan itu bertambah sulit ketika ternyata jantung yang akan dia donorkan itu adalah untuk Maura. Setelah lama berfikir akhirnya dia bertekad untuk mengorbankan dirinya demi orang-orang yang dicintainya. Dengan jantungnya Maura akan bisa sehat kembali, dengan jantungnya keadaan ekonomi keluarganya mulai membaik dan dengan jantungnya juga ayah Maura tidak akan hidup seorang diri. Begitu banyak kebahagiaan yang bisa dia tukar dengan jantungnya. Satu kalimat yang menurut saya menarik adalah &#8220;Cinta itu bukan berarti bagaimana kita dapat memiliki seseorang namun cinta itu adalah ketika kita berani untuk meninggalkan dan ditinggalkan seseorang demi kebahagiaannya.&#8221;</p>
<p><strong>HIKMAH FILM INI</strong><br />
1. Hidup Adalah Anugrah Terindah dari Allah<br />
Kita sering lalai dengan kenikmatan luar biasa yang Allah titipkan kepada kita. Setiap nafas yang berhembus, raga yang bergerak, otak yang berfikir, kadang sering kalah dengan kebahagiaan sesaat di dunia dan melalaikan kita dari rasa syukur kepada Allah. Mungkin buat sebagian besar manusia, hidup itu akan sangat berarti ketika mereka dihadapkan dengan kondisi seperti yang dialami oleh Vino. </p>
<p>( Ali Imran:185 ﴿<br />
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.</p>
<p>karena itu sebelum kematian datang menghampiri, hayuk kita siapkan bekalnya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>2. Cinta Sejati = menerima apa adanya<br />
Vino ketika jatuh cinta dengan Maura dia menunjukkan cintanya yang sebenarnya. Bahkan ketika dia tahu kalau Maura mengalami sakit jantung, dia tetap setia dan menemaninya bukannya malah pergi meninggalkannya, dia mau menerima Maura apa adanya. Walaupun mungkin hal ini sangat jarang didapati di dunia nyata seperti sekarang, karena dunia nyata biasanya hanya ada sebuah pertukaran kepentingan semata</p>
<p>3. Cinta kepada keluarga<br />
Vino rela berkorban untuk keluarganya. Dia tidak tega menyaksikan keluarganya sedih sehingga dia membuat sebuah keputusan yang sangat tidak biasa dan tidak semua orang bisa mengambil keputusan itu. Hayo seberapa besar cinta mu kepada keluarga? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>﴾ Asy Syuura:23 ﴿<br />
Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Katakanlah: &#8220;Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan&#8221;. Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri</p>
<p><a href="http://www.google.co.id/imgres?q=malaikat+tanpa+sayap&amp;hl=id&amp;biw=1024&amp;bih=499&amp;gbv=2&amp;tbm=isch&amp;tbnid=a_03Cqh6gyl2pM:&amp;imgrefurl=http://disdus.com/promo.php%3Fi%3D1105&amp;docid=euD96-5Fx7uv9M&amp;imgurl=http://disdus.com/images/productpromo/2b24d495052a8ce66358eb576b8912c8.jpg&amp;w=450&amp;h=300&amp;ei=uJI7T9bCNuWeiAePneSYCg&amp;zoom=1"><img alt="" src="http://disdus.com/images/productpromo/2b24d495052a8ce66358eb576b8912c8.jpg" class="aligncenter" width="450" height="300" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ervamaulita.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ervamaulita.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ervamaulita.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ervamaulita.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ervamaulita.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ervamaulita.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ervamaulita.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ervamaulita.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ervamaulita.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ervamaulita.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ervamaulita.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ervamaulita.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ervamaulita.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ervamaulita.wordpress.com/424/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ervamaulita.wordpress.com&amp;blog=13946566&amp;post=424&amp;subd=ervamaulita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/02/15/malaikat-tanpa-sayap-saat-kematian-menjadi-sebuah-pilihan-resensi-film/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a51d0a6f257e2eb8028db32128f77da1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ervamaulita</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://klimg.com/kapanlagi.com/p/headline/a/476x238/0000011102.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Malaikat tanpa sayap</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://disdus.com/images/productpromo/2b24d495052a8ce66358eb576b8912c8.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Gunung</title>
		<link>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/02/13/gunung/</link>
		<comments>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/02/13/gunung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2012 00:27:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Erva</dc:creator>
				<category><![CDATA[100% Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ervamaulita.wordpress.com/?p=415</guid>
		<description><![CDATA[Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ervamaulita.wordpress.com&amp;blog=13946566&amp;post=415&amp;subd=ervamaulita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki (QS al hajj : 18)</em></strong></p>
<p>Selalui ada rasa iri ketika melihat homepage seseorang yang isinya tentang pengalaman-pengalamannya di luar negeri atau pengalaman-pengalaman yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Dalam hati berkata &#8220;beruntung sekali mereka mendapat kesempatan itu dari Allah. Aku juga ingin.&#8221; Foto-foto yang memperlihatkan indahnya panorama di luar negeri membuat hati selalu berbisik &#8220;subhanallah&#8230; indah sekali.&#8221; <span id="more-415"></span></p>
<p>Tapi ternyata apa yang ada di dalam negeri sendiri juga nggak kalah indahnya. Begitu banyak pesona Indonesia salah satunya adalah gunung. Indonesia mempunyai begitu banyak gunung baik yang aktif maupun tidak aktif dan keindahan di gunung itu sudah tidak bisa ditawar lagi. Pohon rindang yang penuh kesejukan dengan kabut tebal yang membawa nuansa dingin. Kalau malam ditemani bintang dan bulan yang menjadi lentera alam selama perjalanan. Maha Besar Allah yang sudah menciptakan segala sesuatu secara sempurna, tanpa cacat, tanpa saingan.</p>
<p><strong>Gunung Sindoro</strong><br />
<div id="attachment_416" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/02/sam_4503.jpg"><img src="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/02/sam_4503.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" title="Sindoro" width="300" height="200" class="size-medium wp-image-416" /></a><p class="wp-caption-text">SIndoro</p></div><br />
Pengalaman naik gunung Sindoro ini benar-benar luar biasa. Selalu aku ingat ketika malam hari, banyak bintang dan bulan di atasku dan begitu aku tengok ke bawah, banyak cahaya dari lampu-lampu di bawahku. Keren banget deh. Mungkin aku yang terlalu katrok karena ini adalah pertama kalinya aku naik gunung kali ya. </p>
<p><strong>Dieng</strong><br />
<div id="attachment_417" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/02/dsc_0087.jpg"><img src="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/02/dsc_0087.jpg?w=300&#038;h=198" alt="" title="Sikidang, Dieng" width="300" height="198" class="size-medium wp-image-417" /></a><p class="wp-caption-text">Sikidang, Dieng</p></div><br />
Kawah Sikidang, salah satu objek wisata di dataran tinggi Dieng. Tapi kalau ingin berkunjung kesana siap-siap bawa slayer atau sapu tangan untuk menutup hidung ya. Karena bau belerangnya sangat menyengat. Pemandangan alam disana? hemmm jangan ditanya. two tumbs up deh. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Baturaden, Gunung Slamet</strong><br />
<div id="attachment_418" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/02/dsc0621.jpg"><img src="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/02/dsc0621.jpg?w=300&#038;h=198" alt="" title="Baturaden" width="300" height="198" class="size-medium wp-image-418" /></a><p class="wp-caption-text">Baturaden</p></div><br />
Hanya berjarak sekitar 45 menit dari rumah, objek wisata ini memang sering dijadikan tujuan wisata selama liburan. Saat ini Baturaden mulai berbenah. Banyak pilihan baru yang muncul dan bisa dijadikan alternatif seperti adanya objek witasa air terjun, refleksi yang menggunakan ikan-ikan kecil, adanya flying fox.</p>
<p><strong>Gunung Lawu</strong><br />
<div id="attachment_419" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/02/164865_1684389202478_1620079055_1599008_4439142_n.jpg"><img src="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/02/164865_1684389202478_1620079055_1599008_4439142_n.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Karanganyar" title="Karanganyar" width="225" height="300" class="size-medium wp-image-419" /></a><p class="wp-caption-text">Karanganyar</p></div><br />
kebun teh di kawasan gunung Lawu pantas untuk dijadikan referensi juga. </p>
<p><strong>Gunung Ungaran</strong><br />
<div id="attachment_420" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/02/img_0221.jpg"><img src="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/02/img_0221.jpg?w=300&#038;h=200" alt="Gunung Ungaran" title="Gunung Ungaran" width="300" height="200" class="size-medium wp-image-420" /></a><p class="wp-caption-text">Gunung Ungaran</p></div></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ervamaulita.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ervamaulita.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ervamaulita.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ervamaulita.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ervamaulita.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ervamaulita.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ervamaulita.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ervamaulita.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ervamaulita.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ervamaulita.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ervamaulita.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ervamaulita.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ervamaulita.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ervamaulita.wordpress.com/415/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ervamaulita.wordpress.com&amp;blog=13946566&amp;post=415&amp;subd=ervamaulita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/02/13/gunung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a51d0a6f257e2eb8028db32128f77da1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ervamaulita</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/02/sam_4503.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Sindoro</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/02/dsc_0087.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Sikidang, Dieng</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/02/dsc0621.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Baturaden</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/02/164865_1684389202478_1620079055_1599008_4439142_n.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Karanganyar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/02/img_0221.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Gunung Ungaran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sayang itu&#8230;?_________________________dia (cerpen)</title>
		<link>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/02/10/sayang-itu-_________________________dia-cerpen/</link>
		<comments>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/02/10/sayang-itu-_________________________dia-cerpen/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 02:13:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Erva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karyaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ervamaulita.wordpress.com/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[Create your own at MyNiceProfile.com Mungkin menurut kebanyakan orang, yang namanya rasa sayang datang dari orang lain yang selalu mengukir senyum di bibirmu, selalu perhatian dengan setiap apa yang kamu lakukan, selalu bersikap manis di depanmu, pokoknya yang bagus-bagus, yang baik-baik, kalau kata anak-anak gaul zaman sekarang segala sesuatu yang so sweet bangetlah. Tapi aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ervamaulita.wordpress.com&amp;blog=13946566&amp;post=412&amp;subd=ervamaulita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mnsls.com/text" target="_blank"><img src="http://sig.graphicsfactory.com/Hearts/s.gif" border="0" /><img src="http://sig.graphicsfactory.com/Hearts/a.gif" border="0" /><img src="http://sig.graphicsfactory.com/Hearts/y.gif" border="0" /><img src="http://sig.graphicsfactory.com/Hearts/a.gif" border="0" /><img src="http://sig.graphicsfactory.com/Hearts/n.gif" border="0" /><img src="http://sig.graphicsfactory.com/Hearts/g.gif" border="0" /><img src="http://sig.graphicsfactory.com/Hearts/blank.gif" border="0" /><img src="http://sig.graphicsfactory.com/Hearts/i.gif" border="0" /><img src="http://sig.graphicsfactory.com/Hearts/t.gif" border="0" /><img src="http://sig.graphicsfactory.com/Hearts/u.gif" border="0" /><br />Create your own at MyNiceProfile.com</a><br />
Mungkin menurut kebanyakan orang, yang namanya rasa sayang datang dari orang lain yang selalu mengukir senyum di bibirmu, selalu perhatian dengan setiap apa yang kamu lakukan, selalu bersikap manis di depanmu, pokoknya yang bagus-bagus, yang baik-baik, kalau kata anak-anak gaul zaman sekarang segala sesuatu yang so sweet bangetlah. Tapi aku mengenal rasa sayang bukan dari orang-orang yang melakukan tindakan so sweet seperti di atas. Jangankan ucapan yang manis, atau sebuah perhatian, awalnya aku mengenal rasa sayang justru dari perdebatan, teguran, sanggahan, pokoknya segala yang bisa bikin hati dongkol&#8230;. banget banget banget. Tapi ternyata menurutku itulah yang namanya sayang yang sebenarnya.(-^_^-)</p>
<p>                                   ***</p>
<p>Kerlap-kerlip berwarna merah roomchat di fb terus berkedip tanpa aku sadari, rasanya aku perlu memasang alarm yang kencang berteriak untuk menandakan hal itu, bukan hanya bunyi click lemah yang sudah merupakan setting bawaan dari pembuat fb. Kalau sudah berselancar di dunia maya, aku jarang mengindahkan panggilan-panggilan di sekitarku. Jangankan panggilan lewat roomchat, panggilan secara langsungpun tidak aku gubris. Termasuk panggilan dari tukang batagor langgananku yang biasanya selalu aku tunggu, namun hari ini aku biarkan dia kesal mengetuk-etuk piringnya kemudian berlalu. Semoga piringnya tidak retak <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' />  <span id="more-412"></span></p>
<p>“Del, itu lho ada chat yang masuk. Barangkali penting.” Tasya, sahabatku yang sering aku singgahi dan berantakin kosannya mencubit lenganku. Iseng.<br />
“Biarin aja Sya, malas chatting aku.”<br />
“Kalau gitu di off-in aja atuh chatroomnya. Kamu tuh nyalain chatroom kalau ada yang nyapa kamu biarin aja kasihan tahu. Kayak kasih harapan palsu.” Ujar Tasya. Ya ampun Sya, Cuma masalah chatroom saja dikaitkan dengan harapan palsu? Udah kayak romantic relationship aja. Gara-gara sentilan Tasya akhirnya dengan terpaksa aku mengklik roomchat yang berkedip-kedip genit itu.</p>
<p>“Kaifakhaluk ukhti.” Begitu bunyinya. Setelah ku baca langsung aku minimize lagi.<br />
“Acie&#8230; siapa tuh? Kok nggak dibalas? Kayaknya dia perhatian banget sama kamu. Atuh jangan-jangan kamu udah punya pacar ya tanpa kamu bilang-bilang ke Tasya?” mata Tasya yang bulat penuh selidik. Subhanallah Maha Besar Allah yang menciptakan organ bernama mata yang begitu bulat seperti bola ping pong siap ditampong.<br />
“Pacar apaan? Dia itu kakak kelasku dulu pas SMA. Mantan ketua rohis. Ogah ah aku balas chatnya. Gara-gara dia hidup aku jadi terpenjara kayak sekarang tahu.”<br />
“Maksudnya?”</p>
<p>                              ***</p>
<p>Namanya kak Pasha. Seperti yang aku bilang tadi, dia adalah mantan ketua rohis di SMA ku. 3 tahun aku berkecimpung di dunia rohis yang kata orang adalah dunia yang penuh damai. Tapi menurutku itu dunia yang penuh kekangan. Kalau rapat harus dari balik tirai, mereka bilang itu hijab. Ngobrol deket sama cowok aja ditegur, apalagi jalan berdua sama cowok? Seakan kiamat menghantui. Aku terjebak ikut rohis. Awalnya Cuma coba-coba eh pas mau keluar nggak bisa. Baru sebulan jadi anggota rohis, masyarakat sekolah sudah memberikan label alim kepadaku. Alhasil kalaupun aku keluar dari rohis, aku tidak akan bebas berbuat apa-apa. Jadi selama 3 tahun aku ikuti saja.</p>
<p>Saat kuliah, aku menghela nafas lega. Setidaknya aku bisa lebih bebas dan terlepas dari gelar anak rohis. Aku hanya merasa kurang pantas berada di bawah panji rohis, aku yang suka berteman dengan siapa saja, tanpa membedakan gender dan ras (yang ini aku patuh dengan guru PPKn ku sewaktu SD) selain itu aku juga ekspresif. Kalau anak rohis harus pinter-pinter jaga image. Kalau marah harus bisa meredamnya sedangkan hormon ekspresifku memintaku untuk berteriak sekeras-kerasnya kalau marah. </p>
<p>“Kak Pasha yang mengenalkanku pada kehidupan wisma, seperti sekarang aku terjebak lagi dalam dunia rohis. Bayanganku dan rencanaku ketika kuliah hancur luluh berantakan.” Ceritaku kepada Tasya.<br />
“Memang rencanamu pas kuliah apa?”<br />
“Aku pengin ngekos sekamar sendiri, pulang kuliah fokus ngerjain tugas, sorenya nonton tv di kamar, terus aku pengin punya pacar yang bisa merhatiin aku. 3 tahun di SMA temen-temenku udah pacaran 2-3 kali sementara aku terbatasi oleh label rohisku.”<br />
“Kamu nggak punya pacar bukannya karena nggak ada yang suka?” Tasya melet.<br />
“Enak aja. Gini-gini banyak yang naksir tahu. Tapi mereka mundur perlahan setelah tahu di jidatku ada simbol rohis. Sampai sekarang masih ada nih. Kamu bisa baca nggak?” aku menunjukkan jidatku yang separuhnya tertutup jilbab.<br />
“Aih&#8230; kamu pikir Tasya anak kecil bisa kamu tipu begitu aja. mana ada kayak gitu?.”</p>
<p>                                  *** </p>
<p>Sebenarnya entah apa salah kak Pasha sampai aku melabelinya sebagai seseorang yang menyebalkan. Super menyebalkan. Pernah nih suatu ketika aku mendengar kalau rohis SMA sedang ada masalah gara-gara ada yang pacaran. Kebetulan dia sedang online.</p>
<p>“Ka, udah denger kabar tentang rohis belum?” aku menyeringai karena aku punya sebuah permasalahan yang bisa membuatnya berfikir tentang rohis yang selalu dibangga-banggakannya. Tapi apa jawaban dia?<br />
“Afwan ukh, selama berdiskusi bisa nggak profil picturenya diganti sementara.” JEDUANG&#8230;.JEGER&#8230;. apa-apaan dia?</p>
<p>Memang aku baru saja mengganti PP ku dengan foto yang tampak faceku secara jelas alias close up. Sebelumnya aku hanya memasang PP bayanganku saja tanpa wajah. Hanya bayangan, hitam. Tapi apa urusan dia main nyuruh-nyuruh gitu? Memangnya memasang PP dengan fokus my face yang imut ini salah? Fb ustadz-ustadz juga dipasang PP wajah mereka. Berarti nggak haram donk ya&#8230; lagi pula MUI juga nggak pernah memfatwakan pasang PP kayak gitu haram. Jadi its oke lah ya. Terus ngapain dia nyuruh aku ganti coba? :-&#8217;(</p>
<p>“Ya udah deh ka nggak jadi. Masalah PP nanti kalau ada waktu setelah makan siang akan aku ganti. Dan semoga Allah masih mengingatkan untuk itu. Ya udah ka saya permisi mau makan siang.”<br />
Langsung aku off-in chatroomku. Namun ternyata dia membalasnya lewat message. </p>
<p>“Nggak puasa tho? Sekarangkan hari kamis. Lain kali puasa ya.”</p>
<p>                                  ***</p>
<p>Tasnya ngakak begitu aku ceritakan hal tersebut. Dia bukan orang yang aku kenal secara dekat. Aku hanya tahu dia mantan ketua rohis. Thats all.<br />
“Terus ada lagi Sya.” Aku mulai melanjutkan dengan cerita yang lain.</p>
<p>Pernah dia menanyakan kondisi keimananku<br />
K Pasha : Bagaimana kondisi keimanan antum ukh? Yazid au yankus?<br />
Aku       : Lha memangnya kenapa?<br />
K Pasha : Tidak, cuma pertanyaan yang sering dilontarkan rasulullah ketika bertemu sahabatnya&#8230;.jika jawabanya yazid, maka saling berbagi cerita tentang naiknya iman sahabatnya tersebut&#8230;.jika yanqus, maka rasulullah memberikan nasehat penyemangat&#8230;.bukankah indah seperti itu ukh&#8230;..bukan sekedar basa-basi biasa&#8230; 	</p>
<p>Sahabat rasulkan kebanyakan cowok jadi wajar rasul tanya seperti itu. Lha ini aku cewek kak, kakak aja manggilnya ukhti, kayaknya kurang cocok kali ya kalau menanyakan hal itu.</p>
<p>Aku : oh gitu ya? Tapi kata murobbi (guru ngaji) aku kalau kita lagi futur nggak boleh cerita-cerita ke orang lain.<br />
K Pasha : Berarti antum lagi futur<br />
Aku : Yeee asal nyimpulin aja. Ni baru mau aku jawab. Alhamdulillah masih diberi kesempatan Allah berada di lingkungan orang-orang rohis yang sholeh dan sholehah.</p>
<p>Dalam hati aku membatin dengan geram “berkat kamu”. Sebal rasanya. Lagi-lagi menurutku dia yang paling pantas aku salahkan karena aku jadi tidak bisa berekspresi sesukaku. Anak rohis gitu lho masa mau slengean</p>
<p>K Pasha : alhamdulillah, hafalan gamana ? keilmuan gmana? tahajud ? dhuha ? puasa sunah ? &#8230;.semoga juga dalam kondisi prima&#8230;.tapi kok menurut ana antum bergaulnya sangat cair ukh ampe luber&#8230;&#8230;.<br />
Aih&#8230; apalagi ini? perhatian banget sih lo sama gueh? Rasa sebalku sudah memuncak kalau soal hal ini. Apa coba urusan dia ngritik-ngritik aku kayak gitu? Cair, luber, memangnya aku es di kutub utara yang meleleh akibat lapisan ozon yang mulai menipis dan membahayakan banyak manusia?<br />
Aku : masa sih? Mungkin itu memang sifatku. Gampang bergaul dan suka berteman. Lagian ya ka, dakwah di fakultasku itu nggak bisa dengan cara yang saklek. Harus pake hijab atau ghodzul bashor. Yang ada nanti orang-orang pada lari. Iya di fakultas kakak orang-orangnya sudah terkondisikan. Lha wong fakultas kakak biasa disebut pondoknya universitas alias mahasiswanya sudah mudeng semua. Lha fakultasku itu fakultas hedonisme. Lihat aja struktur bangunannya sudah seperti mall megah. Ya nggak cocok kalau dakwah dengan cara kolosal.<br />
Kataku panjang lebar kali tinggi. Lengkap deh tuh jadi volume bangun ruang.<br />
K Pasha : alhamdulillah, terus belajar ya ukh&#8230;..tidak perlu dimasukkan ke hati&#8230;.saling menasehati, toh tidak mungkin seorang saudara semuslim meyakiti saudaranya jika ia paham akibatnya&#8230;semangat!!!</p>
<p>                                     ***</p>
<p>Lagi-lagi Tasya ngakak sambil membungkukkan badannya. Entahlah mungkin seluruh rasa sebalku yang udah sampai ubun-ubun dianggapnya sangat lucu dan unik. Biarkan sajalah dia tertawa sampai puas.<br />
“Terus sekarang kak Pasha dimana? Udah lulus?”<br />
“Udah. Udah kerja. Udah ada sekitar 2 tahun kayaknya. Eh udah nikah juga.”<br />
“Ya ampun Del harusnya kamu bersyukur punya kakak kelas yang perhatian banget sama kamu gitu. Ngingetin kamu. Itu tandanya dia sayang sama kamu. Sayang murni sebagai seorang muslim ke muslim lainnya lho ya. Bukan sayang-sayangan virus merah jambu yang penuh nafsu, kayak istilah yang sering kamu gunakan sama anak-anak rohis yang lain. Hahaha.”<br />
“Iya sih. Sepertinya dia perhatian begitu sama semua adeknya di rohis SMA dulu. Mungkin dia merasa perlu menjaga perhiasan-perhiasan dunia dan memastikan adek-adeknya bertemu dengan orang yang tepat kali ya. Aku baru sadar setelah dia kirim email 3 hri menjelang pernikahannya.”</p>
<p><em>Assalamu’alaikum ukhti<br />
3 hari lagi ana akan menikah. Jika ada waktu mohon kesediaannya untuk memberikan restu dan doa. Oh iya afwan mungkin sikap ana selama ini berbekas menyakitkan dalam hati antum. Sebenarnya kalian semua sudah ana anggap seperti adek ana sendiri. Ana merasa sangat sedih banyak wanita-wanita yang terjerumus dalam sex bebas, narkoba, dan hal-hal tidak bermanfaat lainnya. Karena itu awal antum kuliah ana menyarankan wisma dan rohis.<br />
Terus tentang foto profil. Banyak kasus pelecehan kepada wanita berawal dari foto di facebook. Ana nggak mau adek-adek ana menjadi korbannya juga. Karena itu lebih baik tidak usah memasang foto close up. Itu menurut ana. Disamping itu bisa menjadikan orang yang berinteraksi dengan antum di roomchat menjadi zina mata karena melihat sesuatu yang tidak halal untuk dia lihat.<br />
Banyak hal lain yang sebenarnya ana maksudkan untuk kebaikan antum. Tapi mungkin penyampaian ana yang kurang ahsan. Selalu jaga diri antum baik-baik. Liqo (mengaji) jangan pernah ketinggalan. Karena itu adalah salah satu bentuk penjagaan diri. Afwan sekali lagi. Oh iya jangan lupa datang ke walimahan ana ya dan antum akan bertemu dengan bidadari yaitu istri ana (insya Allah) hehe<br />
Wassalamu’alaikum</em></p>
<p>Orang yang sebenar-benarnya sayang sama kamu adalah orang yang selalu mengingatkanmu pada kebaikan dan kebenaran sesakit apapun itu. Bukan mereka yang dengan tenangnya mengajak kamu kepada kemungkaran dan kesesatan walaupun itu adalah sesuatu yang menyenangkan. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' />  sekarang aku tahu.</p>
<p><a href="http://mnpls.com/" title="Broken Heart Myspace Comments"><img src="http://i.mnpls.com/481/48114.jpg" alt="Broken Heart Myspace Comments" border="0" /></a><br /><a href="http://mnpls.com/broken-heart-48114.html" title="Broken Heart Myspace Comments">MyNiceProfile.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ervamaulita.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ervamaulita.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ervamaulita.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ervamaulita.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ervamaulita.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ervamaulita.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ervamaulita.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ervamaulita.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ervamaulita.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ervamaulita.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ervamaulita.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ervamaulita.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ervamaulita.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ervamaulita.wordpress.com/412/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ervamaulita.wordpress.com&amp;blog=13946566&amp;post=412&amp;subd=ervamaulita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/02/10/sayang-itu-_________________________dia-cerpen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a51d0a6f257e2eb8028db32128f77da1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ervamaulita</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sig.graphicsfactory.com/Hearts/s.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://sig.graphicsfactory.com/Hearts/a.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://sig.graphicsfactory.com/Hearts/y.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://sig.graphicsfactory.com/Hearts/a.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://sig.graphicsfactory.com/Hearts/n.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://sig.graphicsfactory.com/Hearts/g.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://sig.graphicsfactory.com/Hearts/blank.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://sig.graphicsfactory.com/Hearts/i.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://sig.graphicsfactory.com/Hearts/t.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://sig.graphicsfactory.com/Hearts/u.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://i.mnpls.com/481/48114.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Broken Heart Myspace Comments</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cintaku Nggak Cuma Sehari Kaleeee. . . Valentine? Coret</title>
		<link>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/02/08/cintaku-nggak-cuma-sehari-kaleeee-valentine-coret/</link>
		<comments>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/02/08/cintaku-nggak-cuma-sehari-kaleeee-valentine-coret/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 06:08:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Erva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Remember]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ervamaulita.wordpress.com/?p=396</guid>
		<description><![CDATA[MyNiceProfile.com Sore hari yang cerah tanpa rintikan hujan, angin kencangpun telah berganti dengan sepoian, cuaca yang pas untuk hang out ke Toko Buku. Dengan penuh percaya diri kuparkir sekuter otomatic di lahan parkir yang sempit, kalau mau dibilang itu parkiran lebih tepat dibilang tempat jemur dendeng motor, hampir nggak ada celah antara satu motor dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ervamaulita.wordpress.com&amp;blog=13946566&amp;post=396&amp;subd=ervamaulita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mnpls.com/" title="Valentine's Day Myspace Comments"><img src="http://i.mnpls.com/34/3413.gif" alt="Valentine's Day Myspace Comments" border="0" /></a><br /><a href="http://mnpls.com/valentines-day-3413.html" title="Valentine's Day Myspace Comments">MyNiceProfile.com</a><br />
Sore hari yang cerah tanpa rintikan hujan, angin kencangpun telah berganti dengan sepoian, cuaca yang pas untuk hang out ke Toko Buku. Dengan penuh percaya diri kuparkir sekuter otomatic di lahan parkir yang sempit, kalau mau dibilang itu parkiran lebih tepat dibilang tempat jemur dendeng motor, hampir nggak ada celah antara satu motor dengan lainnya, kasihan Rio yang aku paksa buat masuk dan bergesekan dengan teman-temannya.</p>
<p>Nitipin tas dan jaket di tempat penitipan barang masih PD kalau aq ada di toko buku. Begitu sampai di pintu masuk disambut oleh keset super lebar dengan tulisan WELLCOME.. kayaknya si pemilik toko bener-bener sibuk sampai untuk menyambut tamupun beliau mengutus keset. <span id="more-396"></span> </p>
<p>Begitu masuk, ekspresiku bener-bener kayak orang linglung, langsung aku gelagepan cari apa aja yang bisa menjelaskanku sebenarnya aku ada dimana? Beruntung di sampingku ada mas-mas karyawan yang tanpa dia sadari sudah membantuku menjelaskan aku memang tidak salah masuk toko. Cukup dengan melihat tanda pengenal dari mas-mas itu. </p>
<p>Sekarang di depanku ada gunung coklat. Buayaaaak banget jumlahnya. Beberapa diantaranya bahkan sudah melambai ke arahku dan berkata sambil tersenyum manis semanis rasanya &#8220;Va&#8230; sini&#8230;sini&#8230; beli aku kamu nggak akan rugi. Aku ini limited edition lho.&#8221; <a href="http://www.google.co.id/imgres?q=coklat&amp;um=1&amp;hl=id&amp;sa=N&amp;biw=1024&amp;bih=499&amp;tbm=isch&amp;tbnid=YlDRwU6mcdqN7M:&amp;imgrefurl=http://rahmat-zons.blogspot.com/2011/03/coklat.html&amp;docid=4j0nt9DvrIW44M&amp;imgurl=http://christineanastasia.files.wordpress.com/2011/02/souvenir-cokelat-9-pieces-0.jpg&amp;w=581&amp;h=387&amp;ei=6_4xT5b6FYTorQfHltmjBA&amp;zoom=1&amp;iact=hc&amp;vpx=708&amp;vpy=116&amp;dur=2023&amp;hovh=183&amp;hovw=275&amp;tx=184&amp;ty=100&amp;sig=104424060376847446587&amp;page=15&amp;tbnh=143&amp;tbnw=203&amp;start=184&amp;ndsp=13&amp;ved=1t:429,r:3,s:184"><img src="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/02/souvenir-cokelat-9-pieces-0.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" title="souvenir-cokelat-9-pieces-0" width="300" height="199" class="aligncenter size-medium wp-image-398" /></a><br />
1 langkah aku mendekat&#8230;<br />
&#8230;..2 langkah aku mendekat&#8230;<br />
&#8230;&#8230;..3 langkah aku mendekat&#8230;<br />
&#8230;&#8230;&#8230;..semakin dekat&#8230; semakin dekat&#8230; lagi&#8230; lagi&#8230; dan lagi<br />
STOP!<br />
&#8220;Nggak! kamu bukan prioritasku saat ini! aku kesini mau beli buku, bukan beli kamu tau&#8230; huuh.&#8221; dengan penuh keangkuhan aku berbalik arah dan melenggang yakin, padahal mulutku dengan susah payah menelan ludah. Kapan lagi bisa dapet coklat murah? naluriku sebagai penggemar coklat berteriak marah. Haesh&#8230; sudahlah lebih baik lupakan rayuan-rayuan gombal dari coklat-coklat itu. FOKUS. Cari buku, cari ilmu you know.</p>
<p>Satu tanda tanya besar di kepalaku berganti dengan lambang bohlam yang bersinar. Itu tandanya pertanyaanku terjawab sudah. Itupun setelah aku tanya ke mas-mas penjaga toko dengan PD nya<br />
&#8220;Mas, itu coklat ngapain nongkrong di situ sih? main nyingkirin buku-buku begitu aja. Emang apa istimewanya itu coklat?&#8221;<br />
Si mas-mas yang lagi asyik ngepel lantai yang sebenernya udah kinclong menurutku langsung berhenti dan menatapku, mungkin dalam hatinya<br />
&#8220;Hellow&#8230; lo makhluk darimana sih? masa gitu aja pake nanya. Dari zaman batu kali ya lo dateng?&#8221; tapi apa yang di hati tentu kadang beda dengan apa yang diucapkan.<br />
&#8220;Sebentar lagikan hari valentine mba. Jadi tu coklat memang sengaja dipasang disitu buat menyambut hari kasih sayang alias valentine.&#8221; ujar si mas-mas sambil tersenyum.</p>
<p>Sebenernya masih pengin nanya lagi, tapi demi menjaga image dan harga diri, aku telan mentah-mentah itu pertanyaan. Oh&#8230; ternyata gara-gara valentine doank sampai itu coklat semena-mena menggeser posisi buku sebagai penghuni utama toko buku&#8230; ckckck geleng-geleng kepala aku</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..searching ke mbah google&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
<strong>Valentine itu apa sih?</strong><br />
jawabnya<br />
      Hari Valentine (bahasa Inggris: Valentine&#8217;s Day) atau disebut juga Hari Kasih Sayang, pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Asal-muasalnya yang gelap sebagai sebuah hari raya Katolik Roma didiskusikan di artikel Santo Valentinus. </p>
<p><strong>Sejarahnya kayak apa sih?</strong><br />
Jawabnya<br />
     Asosiasi pertengahan bulan Februari dengan cinta dan kesuburan sudah ada sejak dahulukala. Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.<br />
     Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan lari-lari di jejalanan kota Roma sembari membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikarunia kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah.</p>
<p>Langsung saja aku copy dari situs http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Valentine tanpa editan sedikitpun hihi :-p males ngedit</p>
<p>Nah sekarang tahu kan valentine dan sejarahnya itu kayak apa? buat kamu cewek-cewek kalau ikutan ngerayain berarti kamu mau donk dijadikan kayak wanita-wanita dalam perayaan Lupercalica itu? disentuh-sentuh sama orang. Ih&#8230;. pasti nggak mau lah ya?</p>
<p><strong>BONUS, kalau emang bener valentain itu hari kasih sayang? ini nih sebenarnya yang paling sayang sama kita</strong></p>
<p><a href="http://www.google.co.id/imgres?q=allah&amp;um=1&amp;hl=id&amp;biw=1024&amp;bih=456&amp;tbm=isch&amp;tbnid=pLqPCL7mUFXEAM:&amp;imgrefurl=http://temonsoejadi.wordpress.com/tag/allah/&amp;docid=Vgh2IrcqgegX6M&amp;imgurl=http://temonsoejadi.files.wordpress.com/2011/11/allah.jpg&amp;w=629&amp;h=470&amp;ei=IxAyT6vHIszCmQWI7tiKCg&amp;zoom=1&amp;iact=hc&amp;vpx=723&amp;vpy=134&amp;dur=1286&amp;hovh=194&amp;hovw=260&amp;tx=141&amp;ty=142&amp;sig=104424060376847446587&amp;page=2&amp;tbnh=134&amp;tbnw=190&amp;start=12&amp;ndsp=15&amp;ved=1t:429,r:14,s:12"><img src="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/02/allah.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" title="allah" width="300" height="224" class="aligncenter size-medium wp-image-399" /></a><br />
<strong>Allah Subhanahuwata&#8217;ala</strong><br />
Nggak percaya? Amati badan kamu dan anggota-anggotanya. Coba kalau kehilangan 1 aja diantaranya. Jangan kehilangan deh, kalau salah satunya sakit. Misal mata sakit, apa yang dirasakan? pasti nggak nyaman kan? Itu adalah pemberian dari Allah sebagai modal untuk kita hidup di dunia, GRATIS. Kita cuma tinggal merawatnya. Allah yang selalu ada everywhere everytime sekalipun kita merasa sendirian, padahal Allah selalu ada, waktu kita seneng, nangis, sedih, sebal, marah.<br />
﴾ Al Baqarah:186 ﴿<br />
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran</p>
<p><a href="http://www.google.co.id/imgres?q=muhammad&amp;um=1&amp;hl=id&amp;biw=1024&amp;bih=456&amp;tbm=isch&amp;tbnid=cZKZZuUybQ5hyM:&amp;imgrefurl=http://shareilmuzone.wordpress.com/2011/02/23/beberapa-kebiasaan-nabi-muhammad-saw/&amp;docid=w5nRboNFYx_zrM&amp;imgurl=http://tausyah.files.wordpress.com/2011/02/nabi-muhammad-saw.jpg%253Fw%253D338%2526h%253D300%2526h%253D271&amp;w=300&amp;h=300&amp;ei=yxAyT4rnB8WOmQWqkpnOBQ&amp;zoom=1&amp;iact=hc&amp;vpx=519&amp;vpy=70&amp;dur=441&amp;hovh=106&amp;hovw=106&amp;tx=90&amp;ty=105&amp;sig=104424060376847446587&amp;page=1&amp;tbnh=106&amp;tbnw=106&amp;start=0&amp;ndsp=16&amp;ved=1t:429,r:4,s:0"><img src="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/02/nabi-muhammad-saw.jpg?w=640" alt="" title="nabi-muhammad-saw"   class="aligncenter size-full wp-image-400" /></a><br />
<strong>Muhammad SAW</strong><br />
Beliau adalah seorang yang sangat sayang kepada umatnya. Bahkan ketika beliau wafat yang disebutnya hanyalah &#8220;ummatiy&#8230;ummatiy&#8230;ummatiy&#8230;&#8221; selain itu beliau juga mewariskan kitab yang luar biasa yaitu alquran dan sunah-sunahnya untuk menjaga dan melindungi manusia di dunia ini agar selamat.<br />
&#8220;Aku tinggalkan pada kalian selagi kalian berpegang teguh padanya, kalian tidak akan sesat setelahku, yaitu kitabullah, dan sunnah rasulNya (diriwayatkan Al Hakim)</p>
<p><strong>Ayah dan Ibu</strong><br />
Pernah baca sebuah cerita yang isinya seorang anak meminta upah kepada ibunya?<br />
cuci piring hari ini Rp. 2500,00<br />
mengantar adek sekolah Rp 3.000,00<br />
mengerjakan PR Rp. 2.00,00<br />
membeli telur di warung Rp. 2.000,00 jumlah hutan ibu Rp. 10.000,00<br />
kurang lebih seperti itulah isinya. Sang ibu membalas<br />
mengandungmu selama 9 bulan GRATIS<br />
menyusuimu GRATIS<br />
terbangun di waktu malam dan mengganti popokmu GRATIS<br />
memberimu makan dan pakaian sampai sekarang GRATIS</p>
<p>Terus ingat juga perjuangan ayah untuk menghasilkan nafkah sehingga kita bisa bersekolah dan berpakaian seperti sekarang. Kalau dibayangkan betapa mereka sangat menyayangi kita dan melakukan segala sesuatu yang terbaik untuk kita anak-anaknya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ervamaulita.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ervamaulita.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ervamaulita.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ervamaulita.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ervamaulita.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ervamaulita.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ervamaulita.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ervamaulita.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ervamaulita.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ervamaulita.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ervamaulita.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ervamaulita.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ervamaulita.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ervamaulita.wordpress.com/396/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ervamaulita.wordpress.com&amp;blog=13946566&amp;post=396&amp;subd=ervamaulita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/02/08/cintaku-nggak-cuma-sehari-kaleeee-valentine-coret/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a51d0a6f257e2eb8028db32128f77da1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ervamaulita</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i.mnpls.com/34/3413.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Valentine&#039;s Day Myspace Comments</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/02/souvenir-cokelat-9-pieces-0.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">souvenir-cokelat-9-pieces-0</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/02/allah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">allah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/02/nabi-muhammad-saw.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nabi-muhammad-saw</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pentingnya TULISAN, belajar dari QS Al Qalam: 1</title>
		<link>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/02/07/pentingnya-tulisan-belajar-dari-qs-al-qalam-1/</link>
		<comments>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/02/07/pentingnya-tulisan-belajar-dari-qs-al-qalam-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 00:08:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Erva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ervamaulita.wordpress.com/?p=391</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini ketika tilawah saya sampai kepada surat al qalam dan ketika membaca terjemahannya, saya dibuat merenung. “Nun, demi qalam dan apa yang mereka tulis.” (al qalam: 1) Allah bersumpah atas nama qalam (setahu saya secara harfiah artinya alat untuk menulis), saya tertegun, ada keistimewaan apa sih pada qalam sehingga Allah bersumpah dengannya?pasti ada sesuatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ervamaulita.wordpress.com&amp;blog=13946566&amp;post=391&amp;subd=ervamaulita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.google.co.id/imgres?q=kertas+dan+pulpen&amp;hl=id&amp;sa=G&amp;gbv=2&amp;biw=1024&amp;bih=499&amp;tbm=isch&amp;tbnid=54iJJ9U3uuYAfM:&amp;imgrefurl=http://fortruedee.student.umm.ac.id/tag/penulis/&amp;docid=65-JaldPXi9qlM&amp;imgurl=http://fortruedee.student.umm.ac.id/files/2010/07/pen-and-book.jpg&amp;w=350&amp;h=278&amp;ei=U2cwT5uHDcfSrQfGwLiHBA&amp;zoom=1&amp;iact=hc&amp;vpx=315&amp;vpy=12&amp;dur=556&amp;hovh=186&amp;hovw=234&amp;tx=119&amp;ty=66&amp;sig=104424060376847446587&amp;page=1&amp;tbnh=143&amp;tbnw=180&amp;start=0&amp;ndsp=10&amp;ved=1t:429,r:6,s:0"><img src="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/02/pen-and-book.jpg?w=300&#038;h=238" alt="" title="pen-and-book" width="300" height="238" class="alignright size-medium wp-image-392" /></a>Pagi ini ketika tilawah saya sampai kepada surat al qalam dan ketika membaca terjemahannya, saya dibuat merenung.<br />
“Nun, demi qalam dan apa yang mereka tulis.” (al qalam: 1)<br />
Allah bersumpah atas nama qalam (setahu saya secara harfiah artinya alat untuk menulis), saya tertegun, ada keistimewaan apa sih pada qalam sehingga Allah bersumpah dengannya?pasti ada sesuatu yang sangat istimewa. Hal ini membuat rasa ingin tahu saya semakin besar.</p>
<p><strong>Menurut kitab tafsir Ibnu Katsir:</strong><br />
<em>Demi kalam,</em> secara lahiriyah, tampak bahwa dia adalah sejenis dengan pena yang dipergunakan untuk menulis. Seperti firman Allah ta’ala:<br />
“Bacalah, dan Rabbmulah Yang Mahamulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak dketahuinya.” (Al ‘Alaq:3-5)</p>
<p>Yang demikian itu merupakan sumpah dari Allah ta’ala sekaligus peringatan bagi makhlukNya atas apa yang telah Dia anugrahkan kepada mereka, berupa pengajaran tulis menulis yang dengannya ilmu pengetahuan diperoleh. <span id="more-391"></span></p>
<p><em>Dan apa yang mereka tulis,</em> “Ibnu ‘Abbas, Mujahid, dan Qotadah mengatakan: “Yakni apa yang mereka tulis.” Abudh Dhuha menceritakan dari Ibnu Abbas yang berarti apa yang mereka kerjakan.</p>
<p>Semakin jelas bagi saya bahwa kegiatan membaca dan tulis menulis merupakan kegiatan yang sangat penting dalam mendampingi tugas manusia sebagai khalifah di dunia ini. dengan membaca, manusia akan memperoleh banyak sekali ilmu pengetahuan dan dilanjutkan dengan menulis, manusia akan bisa berbagi pengetahuan itu kepada orang lain. </p>
<p>Sedikit cerita, pada zaman revolusi Industri di Inggris dulu, orang yang bisa menguasai dunia adalah mereka yang mempunyai mesin dan menguasai ilmu tentang industri. Berbeda dengan zaman reformasi seperti sekarang dimana ada kebebasan pers di seluruh dunia, maka orang yang akan menguasai dunia adalah orang yang paham tentang ilmu-ilmu jurnalistik dan media. </p>
<p>Well itu hanya intermezo saja. Intinya yang ingin saya bagi disini adalah bahwa ternyata tulisan itu mempunyai peranan yang sangat besar di dunia ini. Melalui tulisan, kita bisa berbagi tentang apa saja, informasi, pengetahuan, opini, cerita, sampai kepada curcol-curcol masalah pribadi yang mungkin bisa dimanfaatkan orang untuk belajar dalam kehidupan. Namun tentu saja bukan tulisan tentang gosip lho ya&#8230;</p>
<p>Untukmu yang suka menulis, lanjutkan. Untukmu yang baru mulai belajar menulis, jangan ragu. Saya tidak punya senjata untuk melawan musuh, saya juga tidak punya kekuasaan untuk mempengaruhi, namun saya punya pena untuk menulis. Dengan menulis maka saya hidup dan produktif (semoga, allahumma amiiin)</p>
<p>Masih ingatkan dengan pidato bung Karno yang bisa membakar semangat seluruh rakyat Indonesia untuk merdeka? Atau dengan sebuah teks proklamasi yang dibacakan kemudian mengubah gelar sebuah negara dari terjajah menjadi merdeka? Memang bukan semata-mata dari teks itu kemerdekaan diperoleh, namun juga direbut dan diperjuangkan, tapi klimaks dari perjuangan itukan teks proklamasi. Perjuangan tanpa teks proklamasi?bagaimana coba? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selain itu, Ibnu Sina pernah mengumpulkan tulisan-tulisannya tentang pengetahuan dan teori kedokteran Yunani, Persia, dan India Kuno dan dikombinasikan dengan pemahaman kontemporer abad 11. Ini meletakkan dasar-dasar ilmu kedokteran modern. Subhanallah ya? kita yang hidup jauh dari zaman beliau masih bisa menikmati ilmu-ilmunya melalui tulisan? Selain itu dengan tulisan kita belajar juga tentang sejarah, kalau soal buku sejarah Indonesia saya paling suka buku Api Sejarah 1. Selain itu dengan tulisan juga, kita tahu perjuangan rasulullah dan sahabatnya dalam memperjuangkan islam sehingga nikmatnya islam dapat kita nikmati seperti sekarang.</p>
<p>Contoh lain yang agak “nakal” adalah sebuah tulisan di mejamu ketika ulangan, walaupun bukan kamu yang menulisnya, namun jika pengawas menemukannya di mejamu, bukankah itu akan mengubah duniamu seketika? Hehe<br />
So? Jangan remehkan sebuah tulisan sekecil apapun. Tulisanmu hari ini tentang kampusmu, tentang kotamu, tentang ilmumu, tentang pengetahuanmu, tentang opinimu, bisa jadi sumber sejarah masa depan. ^_^</p>
<p>rujukan:</p>
<p>http://quranterjemah.com/?mod=quran.murotal.show&#038;page=799#kata_68_1_1</p>
<p>http://shirotholmustaqim.files.wordpress.com/2010/08/tafsir-ibnu-katsir-surat-al-qolam.pdf</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ervamaulita.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ervamaulita.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ervamaulita.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ervamaulita.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ervamaulita.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ervamaulita.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ervamaulita.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ervamaulita.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ervamaulita.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ervamaulita.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ervamaulita.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ervamaulita.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ervamaulita.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ervamaulita.wordpress.com/391/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ervamaulita.wordpress.com&amp;blog=13946566&amp;post=391&amp;subd=ervamaulita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/02/07/pentingnya-tulisan-belajar-dari-qs-al-qalam-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a51d0a6f257e2eb8028db32128f77da1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ervamaulita</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/02/pen-and-book.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pen-and-book</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerpen : Ini Bukan Cinta Monyet</title>
		<link>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/01/23/cerpen-ini-bukan-cinta-monyet/</link>
		<comments>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/01/23/cerpen-ini-bukan-cinta-monyet/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 01:47:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Erva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karyaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ervamaulita.wordpress.com/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah kamu merasakan sebuah rasa? Rasa yang kau sendiri tak tahu itu apa. Yang jelas ketika rasa itu muncul, apapun yang ada di hadapanmu akan terasa sangat keren, dan seketika bibirmu berucap tanpa kamu suruh &#8220;waaaaaah&#8230;&#8221; begitu yang diucapkannya. Kata orang aku ini cuma anak kecil kelas 5 SD yang sama sekali belum mengerti apa-apa. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ervamaulita.wordpress.com&amp;blog=13946566&amp;post=386&amp;subd=ervamaulita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/01/foto-00081.jpg"><img src="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/01/foto-00081.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Foto-0008" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-388" /></a>Pernahkah kamu merasakan sebuah rasa? Rasa yang kau sendiri tak tahu itu apa. Yang jelas ketika rasa itu muncul, apapun yang<br />
ada di hadapanmu akan terasa sangat keren, dan seketika bibirmu berucap tanpa kamu suruh &#8220;waaaaaah&#8230;&#8221; begitu yang diucapkannya.<br />
Kata orang aku ini cuma anak kecil kelas 5 SD yang sama sekali belum mengerti apa-apa. Tapi menurutku, mereka salah besar.<br />
Untuk apa ayah ibuku mengeluarkan uang setiap bulan untuk membayar SPP sekolahku kalau aku tidak mengerti apa-apa. Yah&#8230;setidaknya<br />
aku mengerti apa itu simbiosis mutualisme, aku juga tahu tentang rumus-rumus bangun ruang, juga soal tata surya. (tentu saja aku masih<br />
ingat karena itu semua baru aku pelajari seminggu yang lalu :-p ). Kembali ke rasa itu. Entahlah aku ingin menanyakannya kepada<br />
orang-orang dewasa soal rasa itu tapi aku malas. Aku malas sekali melihat senyum mereka yang seolah dalam bayanganku terlihat meremehkan.Tapi kalau aku harus mencarinya sendiri, bisa nggak ya? Haaaaahhh baiklah-baiklah, aku akan mencaritahunya sendiri. Pantang bagiku untuk bertanya kepada orang dewasa sebelum otakku ini benar-benar buntu dan tidak tahu lagi harus berfikir apa. Rasa itu muncul ketikasuatu sore. Saat aku baru selesai mengaji dan menamatkan juz 3 ku. Inilah hal yang paling ku sukai. Selesai mengaji alquran, sambil<br />
menunggu teman yang lain mengaji, saatnya untuk bermain. Yippi&#8230; karena itu aku paling semangat untuk mengumpulkan kartu prestasiku<br />
di deretan awal, agar aku masih punya banyak waktu untuk bermain, dan juga untuk jajan. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  <span id="more-386"></span></p>
<p>&#8220;Yah&#8230; es nya habis.&#8221; Temanku bernama Ijah dengan kecewa menutup kembali termos es dengan setengah membantingnya. &#8220;Ah&#8230; haus nih.&#8221;<br />
Wajah Ijah kusut seperti baju seragamku kalau belum disetrika sama ibu.<br />
&#8220;Nggak usah sedih Jah. Kamu haus? Ada banyak air.&#8221; Ujarku menghibur. Tomboi-tomboi gini, jiwa sosialku cukup tinggi.<br />
&#8220;Mana? mana? mana? kamu bawa botol air minum?&#8221; Ujar Ijah dengan wajah berbinar-binar.<br />
Sebenarnya aku nggak tega meredupkan binar-binar indah di matanya yang sipit, karena aku paling suka melihatnya gembira, dengan begitu<br />
matanya akan terlihat besar, dan kau tau? pupil matanya sangat indah. &#8220;Ayo ikut aku.&#8221; Aku menarik tangan Ijah keluar dari gedung TPQ.<br />
&#8220;Riva&#8230; mau kemana?&#8221; Ujar ustadz Syahid ketika kami sampai di ambang pintu.<br />
&#8220;Sebentar tadz, aku kan udah ngaji.&#8221; Jawabku tidak menggubris dan langsung membawa Ijah ke depan gedung TPQ. Sekarang di depanku<br />
ada sebuah sungai. Airnya jernih.<br />
&#8220;Taraaaa&#8230; Indonesia sangat kaya. Ini buktinya. Air melimpah ruah.&#8221; Ujarku sambil menunjuk ke arah sungai itu.<br />
&#8220;Riva&#8230;!!!!! kamu nyuruh aku minum air sungai gitu? memangnya aku ikan?&#8221;<br />
Sedetik kemudian, pemandangan yang tersaji adalah kejar-kejaran antara aku dan Ijah. Yeaa ini yang aku suka.<br />
&#8220;Udah stop&#8230;stop&#8230;stop&#8230;!&#8221; Kata Ijah sambil membungkukkan badannya. Nafasnya terengah-engah. &#8220;Kamu cuma bikin aku jadi tambah haus tahu.&#8221;<br />
Aku hanya nyengir melihatnya terengah-engah. Mukanya seperti ikan mujair yang masih hidup dan akan dibersihkan sisiknya oleh nenek tadi pagi.<br />
Begitu dikeluarkan dari air, ikan itu megap-megap membuka mulutnya mencari oksigen. Upss kalau Ijah tahu aku menyamakannya dengan ikan,<br />
pasti akan ada adegan kejar-kejaran episode kedua.<br />
&#8220;Riv kamu harus tanggungjawab. Ayo temani aku ke tempat Aisyah.&#8221;<br />
&#8220;Ngapain?&#8221;<br />
&#8220;Beli es.&#8221; Ijah langsung menarik tanganku dengan paksa.</p>
<p>Rumah Aisyah sepi. Hanya ada ibu dan adik kecilnya, sementara Aisyah sendiri masih asyik mengaji iqro di TPQ. Karena sudah kenal dengan ibunya<br />
Aisyah, Ijah langsung disuruh mengambil sendiri es di dalam kulkas. Aku mengikutinya. Ijah membuka kulkas dan aku kembali melihat binar<br />
di matanya, seolah dia habis menemukan harta karun. Ijah memilih es yang tidak terlalu keras dan tidak terlalu cair. Cukup lama dia berfikir<br />
untuk mengambil es yang mana karena dia harus menyesuaikan dengan rasa yang diinginkannya.<br />
&#8220;Assalamu&#8217;alaikum.&#8221; Seseorang masuk dan memarkir sepedanya di garasi. Lewat kaca jendela aku bisa melihatnya. Sebuah ransel hitam<br />
melekat di pundaknya. Sebuah topi abu-abu ada di kepalanya. Tiba-tiba dia muncul dan membuatku tanpa sadar berucap &#8220;waaaah&#8230;&#8221; Mataku tidak<br />
luput dari sosok itu. Dia masuk ke rumah dan langsung meneguk segelas air bening.</p>
<p>&#8220;Baru pulang kak?&#8221; Suara Ijah membuatku kembali ke alam nyata.<br />
&#8220;Iya. Kalian  ngapain di sini? Bukannya TPQ belum selesai?&#8221; Ujarnya.<br />
&#8220;Beli es kak. Hehe.&#8221; Ujar Ijah nyengir sambil menunjukkan dua batang es lilin yang ada di genggamannya.<br />
&#8220;Dasar bandel. Buruan balik sana. Nanti dicari ustadz lho.&#8221;<br />
&#8220;Siap kak. Uangnya di atas kulkas ya kak. Assalamu&#8217;alaikum.&#8221; Ijah langsung menarik tanganku.<br />
&#8220;Wa&#8217;alaikumsalam.&#8221; Jawab dia sambil tersenyum.</p>
<p>&#8220;Jah, itu siapa tadi?&#8221;<br />
&#8220;Kak RIza, kakaknya Aisyah. Kamu nggak kenal? Diakan sering ngaji bareng kita.&#8221;<br />
&#8220;Oh ya? masa? aku tahu Aisyah punya kakak, tapi nggak sadar kalau kakaknya itu dia.&#8221;<br />
Sepanjang sisa TPQ hari itu, aku dibuat penasaran oleh dia. Dia yang kata Ijah bernama Riza. Dia yang kata Ijah bersekolah di SMP 1. Dia kata<br />
Ijah yang sayang banget sama adek-adeknya. Dia kata Ijah yang nggak pernah malu membantu ibunya membawa termos es untuk dijual di TPQ. Dia kata<br />
Ijah yang ngajinya rajin. Dia kata Ijah yang kalau adzan bikin merinding, suaranya bagus. Dia kata Ijah yang selalu memakai sepedanya kemanapun.<br />
Dia kata Ijah yang selalu nurut dengan orang tua. Dan dia kata Ijah yang lain-lainnya. Begitu banyak kata-kata Ijah yang aku dengar tentang dia.</p>
<p>Akhirnya aku membuktikan sendiri kalau semua kata-kata Ijah itu benar adanya. Aduuuuuh betapa beruntung jadi Aisyah yang punya kakak sebaik itu.<br />
Sayang aku tidak dilahirkan sebagai anak kedua, ketiga, keempat atau kelima sehingga punya kesempatan untuk mempunyai seorang kakak cowok.<br />
Seminggu kemudian, aku diberi kesempatan untuk mengenal kak Riza lebih dekat. TPQ kami dibagi menjadi kelompok-kelompok yang masing-masing<br />
mempunyai ustadz pengasuh sendiri. Aku mendapat kelompok bernama Zulaikha. Sebuah nama yang sebenarnya tidak disukai oleh anggota di dalamnya.<br />
Zulaikha itukan yang menggoda nabi Yusuf. Tapi ustadz Syahid sebagai pembimbing kelompok kami tidak mau tahu.<br />
&#8220;Zulaikha, Zubair. Kelompok kalian ikut ustadz.&#8221;<br />
Haaaah&#8230; bareng dengan kelompoknya kak Riza. Terimakasih ya Allah.</p>
<p>***</p>
<p>Sejak saat itu kegiatan mengaji adalah kegiatan yang paling membuatku bersemangat. Tidak peduli hujan badai, asal masih bisa diterjang maka aku<br />
akan berangkat. Suatu Sore ustadz Syahid mengagetkanku. Ketika aku sedang asyik mengamati dia. Dia yang sedang berdiskusi dengan Ali, sahabatnya.<br />
Entah apa yang mereka diskusikan aku tidak mengerti. Sepertinya pelajaran anak SMP. Tunggu saja, satu tahun lagi aku pun akan tahu apa yang mereka<br />
bicarakan.<br />
&#8220;Ehem&#8230; Lihatin siapa sih? ustadz panggil-panggil buat ngaji nggak denger.&#8221;<br />
&#8220;Oh ustadz manggil aku tho? Yang keras donk ustadz kalau manggil, biar aku dengar.&#8221; Aku memberikan alibi.<br />
&#8220;A&#8217;udzubillahi minas syaithoo nirrojiim&#8230;..&#8221;<br />
&#8220;Ngaji kamu bagus. Tapi diantara kelompok yang ustadz pegang belum ada yang mengalahkan kak Riza.&#8221;<br />
Tepat! Selamat ustadz&#8230; anda berhasil membuat rasa itu muncul lagi. Kenapa harus menyebut namanya di depanku.<br />
&#8220;Ehem&#8230; kenapa jadi grogi gitu?&#8221; ustadz masih menggodaku.<br />
&#8220;APa sih ustadz. Siapa juga yang grogi. Aku dapat apa tad? awas aja kalau nggak dapat A di kartu prestasi, aku mogok ngaji.&#8221;<br />
&#8220;Serius mau mogok ngaji? nanti nggak ketemu sama kak Riza lho.&#8221;<br />
Sekali lagi. Tepat sasaran. Si ustadz nih seharusnya memang beralih profesi jadi polisi saja. Tembakannya pasti bisa membuat para penjahat jera.<br />
Langsung kena ke sasaran.</p>
<p>Sejak saat sang ustadz mulai rese&#8217; meledekku, aku semakin penasaran seperti apa sih ngajinya dia. Sampai-sampai dibilang tidak ada yang mengalahkannya.<br />
Saat ada kesempatan untuk mendengarkannya, aku menyimpulkan ngajinya standar saja. Sama dengan yang lainnya. Nggak ada tartil ataupun lagu. Dan saat<br />
itu aku menyadari bahwa sang ustadz hanya meledekku.</p>
<p>***</p>
<p>- 8 tahun kemudian -<br />
Liburan semester tinggal beberapa hari lagi. Pagi yang biasanya aku manfaatkan untuk muter-muter berkeliling kota demi melancarkan ketrampilan<br />
menyetir mobilku, hari ini tidak aku lakukan. Setelah kejadian kemarin. Ayah lupa membuat gigi mobil menjadi netral pada malam setelah memakainya<br />
sehingga akulah yang menjadi korban. Ketika pagi hari aku hendak menstater untuk memanaskannya, vios itu melonjak dan langsung menabrak rak kaca di<br />
depannya. Bagus. Aku sukses membuat sebuah keributan di pagi hari tepat setelah sholat subuh. Ibu langsung tergopoh-gopoh datang dan anehnya apa yang<br />
beliau lihat? bukan keadaan anaknya di dalam mobil yang terengah-engah deg-degan tidak karuan, tapi ibu melihat apakah vios itu dalam keadaan sehat?<br />
oh&#8230; vios lebih penting daripada aku bu? Hiks. Namun setelah aku klarifikasi, kata ibu &#8220;Ibu udah lihat kamu masih bisa tegak duduk di dalam mobil<br />
berartikan kamu baik-baik saja. Ngapain juga pake ditanya lagi.&#8221;<br />
Okelah ya&#8230; fine ibu&#8230; fine&#8230;<br />
Sejak itu aku tidak berani memakai itu vios lagi. Bukan karena aku trauma, tapi karena aku tahu kalau itu mobil sangat berarti untuk ibuku. Kalau<br />
aku sampai membuatnya kenapa-kenapa bisa bahaya. FP 2000. Sepeda metalikku waktu SMP terparkir tetap di garasi. Tidak mengapa turun derajat pagi ini<br />
dari vios ke sepeda. Asyik juga. AKu bawa FP 2000 keluar daru garasi dan aku ajak berkeliling untuk menikmati segarnya udara pagi. Saat itu memori yang<br />
sudah lama terpendam kembali muncul di permukaan ingatanku. FP 2000 adalah hadiah kelulusan SD yang ayah berikan untukku. AKu sengaja memilih warna<br />
abu-abu agar sama dengan sepeda seseorang. Ya. Dia. Dia kembali muncul dalam otakku. Namun sekarang berbeda. Tidak ada rasa aneh lagi yang aku rasakan.<br />
Entahlah mungkin karena sudah lama sekali aku tidak bersua dengannya. Dimana dia sekarang? KUliahkah? atau sudah bekerjakah? Selama 8 tahun aku tidak<br />
pernah lagi bertemu dengannya.</p>
<p>&#8220;Eyang ingat anaknya bu Joko yang pertama. Teman ngaji Riva dulu. Dimana ya dia sekarang? kok Riva nggak pernah lihat.&#8221;<br />
&#8220;Dia sekarang ngajar di pondok pesantren. Di daerah mana gitu. Kalau lebaran dia juga jarang sholat di lapangan sini. Dia sholatnya di alun-alun.&#8221;<br />
Oh&#8230; pantas saja selama 16 kali sholat ied (baik idul fitri maupun idul adha) aku tidak pernah melihatnya. Jadi ustadz? Hemmm berarti dia masih sama<br />
dengan yang dulu. Orang baik, yang selalu membuatku bersemangat untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari seperti dia.</p>
<p>Berita paling mengejutkan datang dari salah satu sahabatku.<br />
&#8220;Riv kamu masih ingat orang yang sering kamu ceritakan dulu waktu SMP? Kak Riza, kak Riza.&#8221;<br />
&#8220;Masih ingat namanya tapi lupa mukanya. Kenapa? udah 8 tahun nggak pernah lihat&#8221;<br />
&#8220;Kamu lihat status mas Gebyar. Sekarang.&#8221; Ujar sahabatku. Dengan sangat malas aku membuka facebook. Di sana mas Gebyar menulis baru saja bertemu dengan<br />
kak Riza.</p>
<p>***</p>
<p>&#8220;Riv, kemarin aku ketemu habis jumatan sama dia di masjid agung. Aku tanya soal kamu. Dia masih ingat kok. Cuma pas aku tanya apa nggak mau menjalin<br />
silaturahmi lagi dengan kamu? Katanya silaturahmi bukan hanya lewat komunikasi secara langsung, tapi dengan doa pun silaturahim itu masih bisa terjalin.<br />
Dan bukannya kalau kita berdoa dan yang didoakan itu tidak tahu, doa kita akan lebih dekat kepada Allah? Bukan karena apa-apa. Sekarang dia akwat, aku<br />
tidak mau terjadi fitnah antara aku dengan dia. Tolong sampaikan saja kepadanya doakan saja aku. Sebentar lagi akan ikut tes beasiswa ke Madinah. Semoga<br />
lulus.&#8221;<br />
Melalui mas Gebyar aku tahu kabarnya. Setelah 8 tahun. Orang yang selama ini memberiku sebuah ilmu tanpa dia sadari. Ilmu untuk menjadikan diri menjadi<br />
lebih baik dari hari ke hari. Ilmu untuk menjadikan diri ini menjadi bermanfaat untuk orang lain. 1 Pesan yang aku ingat dari dia sebelum 8 tahun tidak<br />
bertemu adalah &#8220;Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Tolonglah orang lain tanpa dia memintanya. Buatlah orang lain tersenyum<br />
dengan keberadaan kita di sekitar mereka. Sekalipun menurut orang lain kamu dimanfaatkan karena kebaikanmu itu, tapi yakinlah kalau Allah jauh lebih<br />
baik kepada hambaNya yang baik.&#8221; </p>
<p>Dia masih sama seperti yang dulu. Selalu menghargai seorang perempuan. Adek perempuannya, ibunya, dan sekarang aku yang bukan siapa-siapanyapun masih<br />
dia jaga. Sekarang aku sadar tentang rasa ini. Yang dulu aku tidak mengerti apapun dan hanya bisa merasakannya, namun sekarang aku mengerti bahwa rasa<br />
ini adalah rasa kagum kepada seorang kakak. Rasa kagum yang membawaku untuk selalu berusaha memperbaiki diri dan selalu mengingat sang Pencipta.<br />
Jika sahabat-sahabatku mengatakan &#8220;Itu cinta monyetmu.&#8221; dengan tegas aku akan menjawab &#8220;Tidak. Bukan. Itu bukan cinta monyet karena cinta monyet hanya<br />
bertahan sesaat. Itu adalah rasa ukhwah yang Allah ciptakan untuk manusia agar selalu mendoakan dan mengajak manusia lainnya untu menjadi lebih baik.&#8221;<br />
Semangat dan pelajaran yang kau berikan kepadaku belum hilang sampai sekarang, kakak.  </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ervamaulita.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ervamaulita.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ervamaulita.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ervamaulita.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ervamaulita.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ervamaulita.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ervamaulita.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ervamaulita.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ervamaulita.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ervamaulita.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ervamaulita.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ervamaulita.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ervamaulita.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ervamaulita.wordpress.com/386/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ervamaulita.wordpress.com&amp;blog=13946566&amp;post=386&amp;subd=ervamaulita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/01/23/cerpen-ini-bukan-cinta-monyet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a51d0a6f257e2eb8028db32128f77da1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ervamaulita</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/01/foto-00081.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Foto-0008</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Literasi Media : Bukan Hanya Televisi Yang Menantang Kita</title>
		<link>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/01/19/literasi-media-bukan-hanya-televisi-yang-menantang-kita/</link>
		<comments>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/01/19/literasi-media-bukan-hanya-televisi-yang-menantang-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 14:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Erva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ervamaulita.wordpress.com/?p=383</guid>
		<description><![CDATA[Saya tidak akan bertanya apakah teman-teman tahu tentang buku-buku yang ada di foto di atas? karena saya tahu sebagian dari teman-teman pasti akan menjawab kenal. Apalagi salah satu judulnya masih hangat diperbincangkan karena baru beberapa hari yang lalu nangkring di bioskop-bioskop Indonesia. Yang ingin saya tekankan adalah kesesuaian label yang ada di atas buku-buku itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ervamaulita.wordpress.com&amp;blog=13946566&amp;post=383&amp;subd=ervamaulita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_384" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/01/2012-01-19-17-01-28.jpg"><img src="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/01/2012-01-19-17-01-28.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Buku dewasa" title="Buku dewasa" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-384" /></a><p class="wp-caption-text">Buku dewasa</p></div>
<p>Saya tidak akan bertanya apakah teman-teman tahu tentang buku-buku yang ada di foto di atas? karena saya tahu sebagian dari teman-teman pasti akan menjawab kenal. Apalagi salah satu judulnya masih hangat diperbincangkan karena baru beberapa hari yang lalu nangkring di bioskop-bioskop Indonesia. Yang ingin saya tekankan adalah kesesuaian label yang ada di atas buku-buku itu dengan genre buku tetralogi twilight itu. <span id="more-383"></span></p>
<p>Pemandangan ini saya temui di salah satu toko buku. Memang sekilas tidak ada masalah dengan hal itu. Namun apabila ingin kita bahas lebih lanjut, tentu saja hal itu bermasalah.<br />
1. Toko buku selama ini dianggap sebagai tempat yang aman untuk dikunjungi oleh anak-anak karena di sana anak-anak bisa mendapatkan banyak ilmu dari buku-buku yang tersedia. Di toko buku, orang dewasa juga bisa langsung mengarahkan anak-anak untuk menuju ke bagian buku sesuai dengan genre mereka. Tapi walaupun demikian pengawasan tetap diperlukan untuk mengantisipasi jenis buku yang seharusnya belum boleh dibaca oleh anak-anak nyasar di rak mereka.<br />
2. Anak-anak jarang ada yang mengerti isi dari buku yang akan dibelinya. Walaupun buku yang diambil oleh mereka berasal dari rak yang sesuai dengan genre mereka, namun alangkah bijaksananya apabila kita sebagai orang dewasa memeriksa kembali sebelum membayar ke kasir buku apa yang diambil dan akan dibeli oleh anak-anak.</p>
<p><strong>Media Literasi</strong><br />
(dalam Chang, Sup, 2001) Media literacy adalah :<br />
1). Kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan mengkomunikasikan pesan (National leadership Confrence on Media literacy, 1992)<br />
2). Pengetahuan tentang bagaimana fungsi media di masyarakat (Paul Messaris,1990)<br />
3). Pemahaman kebudayaan, ekonomi, politik dan keterbatasan teknologi dalam suatu kreasi, produksi dan transmisi pesan.<br />
4). Pengetahuan khusus, kesadaran dan rasionalitas sebagai proses kognitif dalam memperoleh informasi<br />
5). Fokus utama mengevaluasi secara kritis tentang pesan dan cara mengkomunikasikannya. Kemudian memahami sumber dan teknologi komunikasi, simbol yang digunakan, pesan yang diproduksi, diseleksi, diinterpretasi dan akibat yang ditimbulkannya. </p>
<p>Mengapa saya memasukkan pemandangan di atas ke dalam literasi media, karena di dalamnya terdapat penyampaian pesan (proses komunikasi). Tulisan &#8220;Children Book&#8221; itu adalah salah satu bentuk penyampaian kepada pengunjung yang isi messagenya adalah memberitahu kepada mereka bahwa rak yang tersedia adalah rak buku-buku untuk anak.</p>
<p>Selama ini banyak orang yang menganggap bahwa hal yang paling perlu diawasi dalam hal kaitannya dengan media literasi untuk anak adalah konten televisi. Padahal selain televisi, masih banyak hal yang menantang kita untuk lebih selektif lagi dalam melakukan media literasi terlebih lagi untuk anak-anak. Jika dalam hal tayangan televisi dikenal dengan 3 kategori tayangan untuk anak yaitu aman, hati-hati, dan bahaya secara jelas, berbeda dengan kandungan kategori untuk buku yang terkadang antara cover yang kita lihat dengan isi di dalamnya merupakan hal yang jauh berbeda. Contohnya adalah komik. Jika melihat covernya, kita akan dimanjakan dengan gambar yang lucu-lucu. Namun ketika membukanya, bisa jadi di dalamnya terdapat adegan kekerasan, pornografi, dan lain sebagainya.</p>
<p><strong>Kategori aman</strong><br />
Tayangan yang masuk ke dalam kategori ini adalah tayangan yang mengandung muatan positif dan dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan konsep diri yang positif pula untuk anak-anak. Muatan yang positif antara lain muatan persahabatan, toong menolong, dan pendidikan</p>
<p><strong>Kategori Hati-hati</strong><br />
Tayangan yang masuk ke dalam kategori ini adalah tayangan yang seimbang antara unsur positif dengan unsur negatifnya.</p>
<p><strong>Kategori bahaya</strong><br />
Adalah tayangan yang banyak mengandung hal-hal negatif dan tidak baik untuk dikonsumsi oleh anak-anak.</p>
<p>Itu adalah sedikit gambaran tentang literasi media untuk anak. Jangan sampai adik kita, keponakan kita, sepupu kita, atau bahkan anak kita menjadi korban media ^_^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ervamaulita.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ervamaulita.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ervamaulita.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ervamaulita.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ervamaulita.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ervamaulita.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ervamaulita.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ervamaulita.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ervamaulita.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ervamaulita.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ervamaulita.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ervamaulita.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ervamaulita.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ervamaulita.wordpress.com/383/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ervamaulita.wordpress.com&amp;blog=13946566&amp;post=383&amp;subd=ervamaulita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/01/19/literasi-media-bukan-hanya-televisi-yang-menantang-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a51d0a6f257e2eb8028db32128f77da1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ervamaulita</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/01/2012-01-19-17-01-28.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Buku dewasa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Klaten Bersinar : Megahnya Prambanan, Dinginnya COkro, dan Ramainya Pemancingan Janti</title>
		<link>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/01/15/klaten-bersinar-megahnya-prambanan-dinginnya-cokro-dan-ramainya-pemancingan-janti/</link>
		<comments>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/01/15/klaten-bersinar-megahnya-prambanan-dinginnya-cokro-dan-ramainya-pemancingan-janti/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 13:39:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Erva</dc:creator>
				<category><![CDATA[100% Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ervamaulita.wordpress.com/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[Bukan sekali-dua kali saya berkesempatan untuk berkunjung ke sebuah kabupaten di provinsi Jawa Tengah yang menjadi penghubung antara Jogjakarta dan Solo. KLATEN. Nama yang tidak asing karena sejak saya masih di Madrasah Aliyah, kota ini selalu menjadi salah satu alternatif rihlah. &#8220;Ke Klaten aja ya rihlahnya, yang deket.&#8221; Begitu kata ustadzah menghibur santri-santrinya. Kalten adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ervamaulita.wordpress.com&amp;blog=13946566&amp;post=373&amp;subd=ervamaulita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan sekali-dua kali saya berkesempatan untuk berkunjung ke sebuah kabupaten di provinsi<br />
Jawa Tengah yang menjadi penghubung antara Jogjakarta dan Solo. KLATEN. Nama yang tidak<br />
asing karena sejak saya masih di Madrasah Aliyah, kota ini selalu menjadi salah satu alternatif<br />
rihlah.<br />
&#8220;Ke Klaten aja ya rihlahnya, yang deket.&#8221; Begitu kata ustadzah menghibur santri-santrinya.<br />
Kalten adalah sebuah kota yang sebagian besar wilayahnya masih terdiri dari bentangan sawah dan<br />
ladang. Kehidupan khas pedesaan yang sopan, ramah, dan bersahabat saya temukan di kota ini.<br />
Desiran angin yang membuat bulir-bulir padi saling bergesekan memainkan simfoni alam, sungguh<br />
Maha Besar Sang Pencipta.</p>
<p><div id="attachment_374" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/01/page.jpg"><img src="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/01/page.jpg?w=300&#038;h=300" alt="" title="Prambanan" width="300" height="300" class="size-medium wp-image-374" /></a><p class="wp-caption-text">Prambanan</p></div><strong>Prambanan</strong><br />
Salah satu candi terkenal di Indonesia adalah candi Prambanan. Candi ini terletak di perbatasan<br />
daerah Klaten dengan Jogjakarta. Candi hindu ini memiliki sebuah cerita. <span id="more-373"></span></p>
<p>Tentang seorang putri bernama Roro Jonggrang yang disukai oleh seseorang bernama Bondowoso. Demi membuktikan cintanya,<br />
Roro Jonggrang meminta Bondowoso untuk membangunkan 1000 candi dalam waktu 1 malam. Namun sebelum<br />
datangnya waktu fajar, Roro Jonggrang membuat ayam-ayam berkokok lebih cepat. Karena dengan kokokan<br />
ayam itu adalah sebagai pertanda bahwa waktu fajar telah menyingsing. Padahal candi yang sudah<br />
dibuat oleh Bondowoso berjumlah 999 buah. Namun pada akhirnya Bondowoso tahu ulah Roro Jonggrang<br />
dan dikutuklah dia menjadi sebuah candi untuk menggenapkan 1000 candi yang ada. Dari cerita itu bisa<br />
diambil pelajaran kalau memang tidak suka dengan seseorang, langsung bilang saja, tidak usah memberikan<br />
syarat macam-macam jika ujungnya hanya akan membuat sakit orang lain :p</p>
<p>Selain candi yang bisa dinikmati, ada pula museum yang menceritakan tentang pembangunan candi Prambanan<br />
dan perkembangannya. Museum tersebut berisi foto-foto dokumenter yang ada. Selain itu, candi ini juga<br />
dikelilingi oleh halaman rumput yang sangat luas. Bentangan warna hijau sangat memanjakan mata pengunjung.<br />
Di salah satu sudut tamannya terdapat sebuah penangkaran rusa. Pengelola juga menyediakan pakan yang<br />
bisa dibeli dan ketika memasukkan pakan berupa sayuran tersebut ke dalam jeruji penangkaran, maka<br />
rusa-rusa itu akan segera berdatangan dan langsung memakan sayuran itu dari tangan kita. Hati-hati<br />
dijilat lidah rusanya lho.</p>
<p><div id="attachment_375" class="wp-caption alignleft" style="width: 292px"><a href="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/01/cats.jpg"><img src="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/01/cats.jpg?w=282&#038;h=300" alt="" title="cokro" width="282" height="300" class="size-medium wp-image-375" /></a><p class="wp-caption-text">cokro</p></div><strong>Cokro dan Janti</strong><br />
Tempat wisata Cokro menyuguhkan wisata air yang langsung mengalir dari mata air asli. Air disana sangat<br />
jernih. Cocok sekali untuk orang-orang yang hobi berenang. Buat yang tidak bisa berenang, tenang saja<br />
disediakan penyewaan pelampung untuk berenang. Di pintu awal masuk sebuah jembatan menyambut para pengunjung.<br />
Jembatan yang mengingatkan saya pada sebuah film Thailand berjudul &#8220;Crazy Little Things Is Love.&#8221;<br />
Dibawah jembatan ini mengalir sebuah sungai yang bermuara menjadi sebuah air terjun pendek. Segar dan<br />
beningnya air membuat tangan ini enggan untuk meninggalkannya. Di bagian atas ada juga kolam renang<br />
yang di desaign khusus untuk para keluarga yang berlibur. Bukan hanya keluarga, namun para muda-mudi juga<br />
banyak yang memanfaatkan lokasi ini untuk menjalin kasih. Selain itu, saya bisa mencoba untuk lebih dekat<br />
dengan alam. Tidak ada salahnya berkenalan dengan kambing yang sedang merumputkan?<br />
<div id="attachment_376" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/01/2012-01-15-10-40-37.jpg"><img src="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/01/2012-01-15-10-40-37.jpg?w=300&#038;h=225" alt="beternak kambing" title="kambing" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-376" /></a><p class="wp-caption-text">beternak kambing</p></div></p>
<p>Sementara itu, pemancingan Janti menyuguhkan wisata kesabaran untuk orang-orang yang gemar memancing.<br />
Selain itu di Janti juga kita bisa menikmati enaknya makanan dari bahan bakar ikan. Tempat ini selalu ramai<br />
dikunjungi oleh orang-orang tidak hanya yang memakai kendaraan pribadi seperti motor atau mobil namun juga<br />
ada yang menggunakan bus beserta rombongan.<br />
<div id="attachment_377" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/01/2012-01-15-11-11-35.jpg"><img src="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/01/2012-01-15-11-11-35.jpg?w=300&#038;h=225" alt="air" title="air" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-377" /></a><p class="wp-caption-text">air</p></div></p>
<p>Jangan ngaku anak negeri sebelum kau mengenal lebih jauh tentang tanah pusakamu. Jangan pernah memprioritaskan<br />
wisata luar negeri sebelum kau mendatangi wisata negerimu. Indonesia. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ervamaulita.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ervamaulita.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ervamaulita.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ervamaulita.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ervamaulita.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ervamaulita.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ervamaulita.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ervamaulita.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ervamaulita.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ervamaulita.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ervamaulita.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ervamaulita.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ervamaulita.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ervamaulita.wordpress.com/373/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ervamaulita.wordpress.com&amp;blog=13946566&amp;post=373&amp;subd=ervamaulita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/01/15/klaten-bersinar-megahnya-prambanan-dinginnya-cokro-dan-ramainya-pemancingan-janti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a51d0a6f257e2eb8028db32128f77da1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ervamaulita</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/01/page.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Prambanan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/01/cats.jpg?w=282" medium="image">
			<media:title type="html">cokro</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/01/2012-01-15-10-40-37.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kambing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/01/2012-01-15-11-11-35.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">air</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Si Mungil di Negri Kabayan: Keributan Kecil Sepanjang Jalan di pinggir jalur Busway Jakarta&#8221; (part 2)</title>
		<link>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/01/13/si-mungil-di-negri-kabayan-keributan-kecil-sepanjang-jalan-di-pinggir-jalur-busway-jakarta-part-2/</link>
		<comments>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/01/13/si-mungil-di-negri-kabayan-keributan-kecil-sepanjang-jalan-di-pinggir-jalur-busway-jakarta-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 02:33:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Erva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karyaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ervamaulita.wordpress.com/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[Adzan subuh berkumandang dengan sangat kerasnya. Hanya membuat tubuh si mungil dan beberapa bidadari berkutik sedikit untuk kemudian terpejam lagi. Perjalanan semalam benar-benar membuat badan pegal dan linu, akhirnya salah satu benda yang bisa dibuat pelampiasan dengan ganasnya adalah kasur. Disaat yang lain mencoba terlelap walau sebentar, Klenting Putih dan Klenting Coklat sibuk dengan bungkusan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ervamaulita.wordpress.com&amp;blog=13946566&amp;post=370&amp;subd=ervamaulita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Adzan subuh berkumandang dengan sangat kerasnya. Hanya membuat tubuh si mungil dan beberapa bidadari berkutik sedikit untuk kemudian terpejam lagi. Perjalanan semalam benar-benar membuat badan pegal dan linu, akhirnya salah satu benda yang bisa dibuat pelampiasan dengan ganasnya adalah kasur. Disaat yang lain mencoba terlelap walau sebentar, Klenting Putih dan Klenting Coklat sibuk dengan bungkusan super besar yang akan dibawa sebagai kado pernikahan. Entah apa yang mereka obrolkan si mungil hanya menangkap samar-samar di telinganya. <span id="more-370"></span></p>
<p>Waktu iqomah memaksa si mungil dan 7 bidadari untuk segera bangun dan menunaikan kewajiban sebagai umat islam, sholat subuh. Setelah itu pemandangan yang ada mengingatkan si mungil pada kehidupan di pondok pesantren dulu. Ngantri mandi. Ya. Cuma bedanya ketika di pondok dulu kata-kata yang keluar &#8220;ba&#8217;daki ya.&#8221; kalau sekarang &#8220;Aku ngantri habis kamu ya.&#8221; Ibarat tamu agung yang disambut oleh shohibul bait, disaat antrian mandi berlangsung, klenting pink memberi sebuah statement yang membuat wajah setiap orang sumringah.<br />
&#8220;Teman-teman itu ada gorengan dan teh. Monggoh disantap dulu sambil nunggu mandi.&#8221;<br />
seperti halnya semut yang mencium adanya gula, satu persatu bidadari mulai mengerubungi nampan tersebut.<br />
<a href="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/01/sam_5853.jpg"><img src="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/01/sam_5853.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" title="SAM_5853" width="300" height="168" class="alignleft size-medium wp-image-371" /></a><strong>pukul 06.30</strong> everyone are ready to go. Sudah cantik dengan style model orang mau jagong (untuk jagongan kali ini semuanya benar-benar sudha mempersiapkan diri dari baju sampai sepatu dan aksesoris lainnya). Sambil menunggu mobil yang akan menjemput, obrolan renyah seperti biskuit yang lumer di mulut mengalir diselingi canda tawa. Sudah lama tidak merasakan momen kebersamaan itu.</p>
<p><strong>Go go Lets Go&#8230;</strong><br />
Perjalanan ke tempat walimahan kurang lebih memakan waktu 1 jam. Jakarta muram di pagi hari itu. Sinar matahari malu-malu bersembunyi di balik awan. Bahkan di beberapa lokasi, cahaya matahari tidka mampu bersaing dengan guyuran sang hujan. Hujan&#8230; Basah&#8230; dingin&#8230; ngantuk. Para penumpang dengan anteng duduk di kursi tengah dan belakang. Menatap kanan-kiri menikmati indahnya pemandangan (indah?what? hanya ada beton-beton yang ditumpuk manusia tinggi-tinggi dan semakin tinggi apanya coba yang indah) indah untuk ukuran metropilitan, setidaknya bangunan itu ada seninya, mulai dari kacanya yang berwarna, atau bentuk bangunan yang tidak rata, atau taman yang menghiasinya.</p>
<p>Navigator di depan siap mendampingi mas pengemudi untuk menunjukkan lokasi acara.<br />
10 menit berlalu&#8230; masih aman&#8230;<br />
20 menit berlalu&#8230; mulai gelisah<br />
40 menit berlalu&#8230; kondisi mobil mulai ramai<br />
&#8220;Perasaan tadi udah lewat sini deh.&#8221;<br />
&#8220;Berarti kita muter-muter aja?&#8221;<br />
&#8220;telpon-telpon.&#8221;<br />
akhirnya sang navigator mencoba mencari bantuan dengan menelepon seseorang yang dianggap lebih tahu tentang daerah itu.<br />
&#8220;dari menteng ke daerah slipi&#8230;habis itu bla bla bla bla&#8230;.&#8221;<br />
&#8220;Eh baca rambu-rambunya.&#8221; Klenting pink yang duduk di depan berkesempatan untuk membaca rambu-rambu lalu intas yang berdiri gagah di samping jalan. </p>
<p>Saat itu sang rambu seperti berkacak pinggang dengan mulut menyeringai lebar dan seolah berkata &#8220;Hahaha manusia akhirnya kamu tahu betapa berartinya diriku. Tanpa aku kalian semua akan nyasar tidak tahu arah. Aku ada bukan untuk hiasan yang bisa kalian perlakukan dengan semena-mena bersama cat pilox kalian. Sekarang rasakanlah kejamnya lalu lintas Jakarta tanpa aku.&#8221; oh my god. dendam sekali sepertinya itu rambu dengan manusia. &#8220;Ampun pak rambu, kami hanya pendatang. Mana pernah kami memperlakukanmu seperti itu. Kami sangat membuthkanmu.&#8221; sekilas seperti itulah dialog yang muncul di benak si mungil. Dasar maniak buku&#8230;semua-muanya dihubungkan dengan dogeng.</p>
<p>Oke lanjut ke navigator.<br />
&#8220;Pink pink itu dibaca rambunya.&#8221; orang-orang di kursi deretan tengah mulai ribut.&#8221;<br />
&#8220;Pelan-pelan mas. Berhenti dulu nggak kelihatan rambunya.&#8221; Jawab Klenting pink.<br />
&#8220;Gubrak&#8230;.&#8221; apa kata dunia kalau kita berhenti hanya untuk melihat rambu? sepertinya akan segera rilis sebuah lagu pengganti macet lagi macet lagi gara-gara si komo lewat. Si komo bilang sudah bosan disalahkan terus kalau macet. Kata dia &#8220;Helow&#8230; gueh lagi enak-enak tidur di rumah. Kalau urusan macet itu urusan eloh&#8230; ngapain bawa-bawa gueh.&#8221; kasihan itu si komo. Maaf ya Komo.</p>
<p>untuk mengejar waktu mas pengemudi mencoba memakai kecepatan cukup tinggi. Entah karena para penumpangnya yang cerewet sehingga membuat pening kepala, atau karena konsentrasinya yang mulai hilang, atau karena grogi, mas sopir tidak melihat di depannya ada bus berhenti.<br />
&#8220;Awaaaassss&#8230;..&#8221; seluruh penumpang sport jantung saat itu juga. Untung lajur kanan tidak ada mobil yang melintas. Bagai adegan di pelm-pelm action sang sopir langsung banting stir ke kanan.<br />
&#8220;Mas. aku belum nikah. hati-hati.&#8221;<br />
&#8220;iya mas.&#8221;<br />
keributan kembali terdengar seperti dengungan lebah. Mungkin dalam hati mas pengemudi &#8220;tobat gue bawa rombongan cewek-cewek. Cantik-cantik sih iya tapi brisiiiiik. ampuuuun ampuuuun ampuuuun.&#8221; haha mungkin lho ya :p</p>
<p>klenting Ungu dari deretan lapis kedua segera mengambil alih. Mata yang selalu dirawat dengan memakan wortel sebanyak-banyaknya (bahkan wortel punya kelincinyapun disayur olehnya) hihi peace mba&#8230; biar seru :p<br />
satu persatu rambu mulai diikuti. Sedikit demi sedikit jalanan mulai terbuka dan peta d undangan mulai tampak jelas.<br />
&#8220;Oi akad nikah udah mau dimulai.&#8221; Kata Klenting Coklat memberikan kabar<br />
&#8220;Haaa?? sms mas ary suruh pending akadnya sebelum kita sampai.&#8221; ujar klenting hijau.<br />
&#8220;lanjut-lanjut kita udah hampir sampai.&#8221; Klenting Ungu melanjutkan mengambil alih posisi navigator.<br />
&#8220;Permata hijau.&#8221;<br />
belok kiri belok kiri belok kiri lagi. akhirnya menjumpai janur kuning melengkung. Namun tulisan di bawah janur itu Dolly dan Siti. Ha&#8230; ternyata bukan.<br />
&#8220;Itu di depan ada umbul-umbul khas betawi. mba Hanumkan orang betawi mungkin itu.&#8221; ujar klenting Pink.<br />
dengan tidak sabar masing-masing orang berlomba membaca tulisan di bawah umbul-umbul khas betawi yang biasa dijadikan sebagai simbol nikahan.<br />
<strong>ary dan hanum</strong><br />
&#8220;Alhamdulillah&#8230;&#8221; ungkapan syukur langsung terlontar dari mulut si mungil dan 7 bidadari. &#8220;Akhirnya sampai juga.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ervamaulita.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ervamaulita.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ervamaulita.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ervamaulita.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ervamaulita.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ervamaulita.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ervamaulita.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ervamaulita.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ervamaulita.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ervamaulita.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ervamaulita.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ervamaulita.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ervamaulita.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ervamaulita.wordpress.com/370/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ervamaulita.wordpress.com&amp;blog=13946566&amp;post=370&amp;subd=ervamaulita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/01/13/si-mungil-di-negri-kabayan-keributan-kecil-sepanjang-jalan-di-pinggir-jalur-busway-jakarta-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a51d0a6f257e2eb8028db32128f77da1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ervamaulita</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/01/sam_5853.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">SAM_5853</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerpen &#8220;Si Mungil di Negeri Kabayan : Well Come To Jakarta (part 1)&#8221;</title>
		<link>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/01/10/cerpen-si-mungil-di-negeri-kabayan-well-come-to-jakarta-part-1/</link>
		<comments>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/01/10/cerpen-si-mungil-di-negeri-kabayan-well-come-to-jakarta-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 23:54:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Erva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karyaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ervamaulita.wordpress.com/?p=364</guid>
		<description><![CDATA[Berawal dari sebuah invitation yang sampai hari H belum pernah dilihat secara langsung olehku, modal percaya sama teman kalau undangan itu memang ada, akhirnya aku berangkat ke stasiun Poncol. Dari sanalah perjalanan si mungil bersama 7 bidadari (bingung nyari sebutan lain daripada tak sebut perjalanan putri salju dan 7 duarfh?hihi ^^v) was begin. 7 Bidadari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ervamaulita.wordpress.com&amp;blog=13946566&amp;post=364&amp;subd=ervamaulita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/01/mungil.jpg"><img src="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/01/mungil.jpg?w=300&#038;h=300" alt="" title="mungil and friends" width="300" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-366" /></a><br />
Berawal dari sebuah invitation yang sampai hari H belum pernah dilihat secara langsung olehku, modal percaya sama teman kalau undangan itu memang ada, akhirnya aku berangkat ke stasiun Poncol. Dari sanalah perjalanan si mungil bersama 7 bidadari (bingung nyari sebutan lain daripada tak sebut perjalanan putri salju dan 7 duarfh?hihi ^^v) was begin. 7 Bidadari itu sebut saja klenting pink, klenting hijau, klenting ungu, klenting kuning, klenting merah, klenting coklat dan klenting putih) dengan nama asli (ratih, shandara, mba ochi, enra, mba nilna, yoland, dan mba yenny). Pelukan mesra mengawali pertemuan yang sudah lama terputus oleh tumpukan kepentingan masing-masing orang dilatarbelakangi oleh suara lonceng khas stasiun. <span id="more-364"></span></p>
<p><strong>Kereta Ekonomi.. BERANGKAAAAT..!!!</strong><br />
tut&#8230;tut&#8230; jesss&#8230;.jesss&#8230; tut&#8230; tut&#8230; jess&#8230;jesss lagi&#8230; suara roda kereta beradu dengan rel memekakkan telinga. Satu hal yang perlu dimaklumi bahwa kereta Indonesia sudah berumur semua. Deretan bangku berhadapan dengan celah di tengahnya yang sempit menjadikan para penumpang sulit untuk bergerak. Bagaimana tidak? goyang sedikit saja sudah saling bertabrakan lutut dengan penumpang lainnya. Pasrah, berharap penumpang lain lalai dengan posisinya dan dapat memberikan sedikit ruang untuk selonjor. Ciri khas dari kereta jenis ini adalah tersedianya catwalk yang sangat panjang ukurannya bagi model-model yang siap berlalu lalang dengan senyum terbaik mereka memperkenalkan berbagaimacam barang dagangan yang ditawarkan. Aura big match layaknya pertandingan sepak bola langsung tercium ketika mereka berusaha memenangkan hati para menumpang untuk memilih dagangannya. Eits tapi persaingan mereka adalah persaingan sempurna yang penuh dengan supportifitas tingkat tinggi. Kalaupun kalah tidak akan menimbulkan tawuran atau bakar-bakaran kembang api yang bisa membuat pihak lain menderita kerugian.<br />
&#8220;Hei Klenting Hijau. Enak sekali posisimu.&#8221; ujar klenting pink yang mupeng melihat bantal leher yang melingkar di lehernya klenting hijau.<br />
&#8220;Oh iya donk. Persiapan. Kan mau long journey.&#8221; Dasar Klenting Hijau nggak peka. Maksudnya Klenting Pink kan mau pinjem itu bantal. Hu uh&#8230; malah cuma dipamerin. Klenting putih di tengah-tengah mereka hanya senyam senyum.</p>
<p>Sementara si mungil dari awal kereta bergerak sudah langsung menutupkan jaket ke kepalanya dan&#8230;&#8230;???? SLEEPING AWAY&#8230; tidak peduli hiruk pikuk penuh kebasa-basian dan tanpa kepentingan di sekitarnya masih ramai. Yang jelas dalam benak si mungil sleeping is better than bergadang. Hahaha</p>
<p>tuuut tuuut&#8230; jesss jesss&#8230; tuuuut tuuuut&#8230; jesss jesss&#8230; bunyi ular besi itu masih sama dan tetap sama.<br />
&#8220;Mijon mijon mijon&#8230; enegren enegren&#8230;pi pi kopi&#8230; mes rames anget anget anget&#8230;&#8221; suara di catwalk masih ramai dan saling bersahutan. Selalu bergairah demi mencari pundi-pundi penghasilan.</p>
<p>1 jam berlalu&#8230;..<br />
&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. 2 jam berlalu<br />
&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; 3 jam berlalu</p>
<p>1 kali berhenti&#8230;..<br />
&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; 2 kali berhenti<br />
&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. 3 kali berhenti<br />
ah entah sudah berapa kali si ular besi berhenti. Menghitungnya sama saja seperti orang jobless yang ingin terlihat eksis dengan pekerjaan. Yang jelas semua mata mulai terpejam setelah perjalanan memasuki quarter kedua.</p>
<p>Sebuah rasa salut yang luar biasa untuk jajaran staf pengoperasi si ular besi bahwa walaupun itu ekonomi, namun jam kedatangannya TEPAT WAKTU. Walaupun berpuluh-puluh kali berhenti, tepat jam berdentang 3 kali, si ular besi sampai di tujuan terakhir. Masinis melepaskan rem membuat si ular besi &#8220;kentut&#8221; dengan suara panjang dan sedikit asap mengepul pertanda dia sudah bisa menghela nafas setelah perjalanan panjang: 6 JAM.</p>
<p>Stasiun JATINEGARA Jakarta Timur. Horeee alhamdulillah sampai juga. Tulisan itu membuat badan yang pegal dan lelah selama perjalanan menjadi bersemangat kembali. Akhirnya&#8230; ^__^ </p>
<p><strong> Morning Life bikin mata terbelalak</strong><br />
&#8220;Ojek mba&#8230; taksi mba&#8230; bajaj mba&#8230;&#8221; setelah keluar dari catwalk di dalam kereta besi, si mungil dkk masuk ke dalam catwalk alat transportasi. Satu persatu dari mereka menawarkan jasa untuk mengantar sampai ke rumah masing-masing. Bahasa tubuh mereka seolah mengucapkan &#8220;Selamat datang. Bagaimana perjalanan anda? Mari saya antar dan pasti akan membuat anda nyaman.&#8221;</p>
<p>Udara pagi yang segar (untuk ukuran ibu kota) bersama angin sepoi yang bertiup menemani si mungil dkk menunggu datangnya kendaraan berwarna merah yang hidungnya pesek. Orang-orang di sana sih menyebutnya metromini. Namun berdasarkan sumber yang terpercaya (baca:sopir taksi) katanya itu metromini baru beroperasi jam 6. Alhasil dengan penuh kemenangan si sopir taksi mendapat mangsa juga. Rombongan naik deh ke dalam taksi.</p>
<p>Jalanan masih sangat legang. No car no bus apalagi busway. Masih pada di kandang semua.<br />
&#8220;Eh itu pada ngapain itu?&#8221; tanya klenting hijau yang takjub dengan pemandangan di samping kanan kiri jalan.<br />
&#8220;Biasa&#8230; nyari uang.&#8221; Jawab klenting Pink menjelaskan &#8220;bla&#8230;bla&#8230; bla&#8230;&#8221;<br />
&#8220;Satu hal yang bisa kita ambil hikmahnya. Mereka mulus-mulus sekali wajahnya. Gila berapa duit buat permak wajah ya. Kita sampai kalah.&#8221; Kata Klenting Putih.</p>
<p>Ya.. ganasnya perekonomian di Jakarta menjadikan segala sesuatu halal di mata manusia. Sekalipun dilakukan dengan terpaksa namun demi sesuap nasi untuk hidup dan demi selembar kertas untuk memperpanjang kontrakan, banyak yang harus melakukan excuse kepada Allah. Padahal diizinkanpun tidak. Dasar manusia bandel. Perjalanan terus berlanjut. Masih dengan pemandangan yang sama di kanan dan kiri jalan. Syahdunya suasana pagi menjadi hancur karena pemandangan itu. Masing-masing orang di dalam taksi lalu sibuk dengan pikirannya sendiri-sendiri. Melanjutkan topik sensitif tersebut. Sambil sesekali sopir taksi berbadan gemuk mengajak bercerita.(to be continue&#8230;&#8230;)</p>
<p>#masih banyak cerita menarik lho&#8230;. tunggu ya kelanjutannya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ervamaulita.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ervamaulita.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ervamaulita.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ervamaulita.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ervamaulita.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ervamaulita.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ervamaulita.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ervamaulita.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ervamaulita.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ervamaulita.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ervamaulita.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ervamaulita.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ervamaulita.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ervamaulita.wordpress.com/364/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ervamaulita.wordpress.com&amp;blog=13946566&amp;post=364&amp;subd=ervamaulita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ervamaulita.wordpress.com/2012/01/10/cerpen-si-mungil-di-negeri-kabayan-well-come-to-jakarta-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a51d0a6f257e2eb8028db32128f77da1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ervamaulita</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ervamaulita.files.wordpress.com/2012/01/mungil.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mungil and friends</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
