Salah satu cara untuk mensyukuri nikmat yang Allah berikan adalah dengan tadabur alam. Alam yang Allah anugrahkan untuk manusia sangatlah luas. Ilmu yang terkandung di dalamnya amatlah banyak. Salah satu kegiatan yang paling aku sukai adalah traveling. Namun hal ini bukan traveling biasa. Gunung sejuk yang menjulang tinggi menggapai awan, lautan bergelombang yang berdesir bermain bersama angin, dan lain sebagainya adalah ciptaan Allah yang dapat membantuku untuk lebih banyak bersyukur, lebih mencintai alam, dan lebih bersahabat dengan alam.

Salah satu daya tarik objek wisata di propinsi Jawa Tengah yang sangat famous adalah Dataran Tinggi Dieng. Banyak objek wisata disana. Dataran ini dikelola oleh dua pemerintahan yaitu Banjarnegara dan Wonosobo. Alam pegunungan disana subhanallah… luar biasa indah. Setelah terkagum-kagum dengan puncak gunung Sindoro, aku dibuat takjub dengan keindahan dataran tingginya. Sayang tidak banyak waktu, sehingga acara jalan-jalan ini terbatas hanya memasuki dua objek wisata

Candi Arjuna
Candi ini sebenarnya bagus. Didukung oleh lingkungan sekitarnya yang sangat indah. Namun perawatan candinya masih kurang. Tidak cuma terdapat candi Arjuna di lokasi ini, namun juga terdapat candi-candi yang lain dan kebanyakan dari mereka menggunakan nama pewayangan lebih khususnya adalah nama dari tokoh wayang Pandawa Lima. Pada waktu-waktu tertentu di candi ini terdapat sebuah teatrikal yang menampilkan beberapa orang memakai seragam tertentu. Taman yang mengelilingi daerah candi ini sangat terawat dengan warna hijau yang sangat memanjakan mata

Lokasi kedua yang aku kunjungi adalah Kawah Sikidang
mungkin kalau mau membandingkan kawah ini dengan kawah putih di bandung, maka hasilnya lebih bagus yang di bandung. Tapi kawah ini lumayanlah untuk dijadikan referensi orang yang putus asa kepada nikmat Allah dan ingin segera mengakhiri hidupnya hahaa tinggal nyemplung saja ke dalam kawah maka semua akan selesai. (Hanya orang bodoh yang berpikiran seperti itu -____-“) sejak memasuki wilayah objek wisata ini, sudah tercium bau khas belerang yang sangat menyengat. Dianjurkan untuk membawa slayer untuk menutup hidung dari gangguan yang tidak sedap. Walaupun di sana ada yang menyediakan jasa panjualan masker.

Telaga warna… konon ceritanya pada zaman Jepang dulu, telaga ini masih bagus sekali warnanya, ada sekitar 10 lebih warna yang dapat dilihat. Namun semakin lama warnanya semakin memudar (jadi ingat kalimat iklan salah satu detergent) ganggang yang memberikan warna di dalamnya sedikit demi sedikit mulai mati sehingga sudah tidak semenarik dulu lagi. Namun Telaga Warna masih bisa dijadikan sebagai tempat rekreasi yang menarik sekarang ini.

Karena waktu yang tidak memungkinkan untuk mencoba semua jenis objek wisata, akhirnya kami berhenti sampai disini. Berharap suatu hari nanti bisa melanjutkan untuk mengunjungi banyak objek wisata yang masih tersisa. Bersama keluarga atau sahabat pasti sangat menyenangkan. ^___^

Ups ada hal penting yang lainnya… biasa urusan perut tidak dapat ditinggalkan begitu saja haaa. Mumpung berkunjung ke wonosobo, aku diajak untuk menikmati hangatnya mie ongklok yang paling terkenal disana. Terdapat di daerah Longkrang. Udara yang dingin tidak terasa oleh semangkuk mie ongklok ditambah dengan segelas teh panas dan sebuah tempe kemul serta dua tusuk sate ayam melengkapi perjalanannku sudah. Hemmm nyummy… berminat bertravelling kesana?? yuk…^_^

Iklan