Artikel ini saya tulis sebagai sebuah bentuk dukungan kepada pemerintah kota Semarang untuk menjadikan Semarang sebagai salah satu target wisata. Ini lho bapak Sumarmo, saya sudah berusaha membantu anda mempromosikan salah satu tempat wisata di kota anda (Pede banget, kayak pengunjung blogku 1000 orang perhari saja -_____-“) Well kembali lagi ke Masjid Agung Jawa Tengah atau orang2 lebih mengenalnya dengan sebutan MAJT

Pertama masuk, pemandangan seperti ini nih yang bakal kamu saksikan… lets check it out

Setelah menaiki tangga itu, langsung dapat kita lihat muka masjid dari depan. Ada tiang-tiang yang diatasnya tertulis kaligrafi berdiri tegak. Indah banget, mengingatkanku kepada ka’bah di mekah (padahal belum pernah kesana langsung, baru lihat gambarnya via internet atau televisi) terus di tengah tiang-tiang tersebut ada area yang cukup luas. Kalau di masjid nabawi terdapat kubah yang bisa terbuka, di MAJT ada pilar yang ternyata adalah payung raksasa. Ada sekitar 6 payung raksasa di halaman depan masjid. Namun payung-payung ini hanya akan dibuka pada waktu-waktu tertentu saja. Kalau zaman dulu (beberapa waktu lalu dink) payung ini dibuka saat sholat jumat untuk menampung jamaah sholat jumat yang meledak. Namun untuk sekarang hanya pada event tertentu saja.

Selain itu ada pula sebuah menara berlantai 19. Menara ini bernama menara Asmaul Husnah. Mengapa diberi nama seperti itu? karena tinggi dari menara ini adalah 99 meter. Apabila memasuki menara ini di lantai 2 dan 3 akan disambut oleh museum tentang perkembangan dakwah islam di Jawa Tengah dan perkembangan sejarah MAJT. Kita bisa belajar banyak tentang islam melalui museum ini. Oh iya tapi jangan naik menara ini sekitar setengah jam menjelang waktu sholat soalnya kita tidak akan puas. Menara akan ditutup sementara sekitar 30-60 menit ketika waktu sholat tiba.

Biasanya kita langsung diantar ke lantar 18 dan 19 dengan menggunakan lift. Dari lantai itu pemandangan yang bisa kita lihat lumayan bagus. Hampir sebagian besar kota Semarang bisa kita lihat darisana. Selain itu kita juga bisa melihat posisi MAJT dari atas dimana disekelilingnya masih terdapat sawah hijau membentang. Namun yang perlu diperhatikan adalah hati-hati jika kita menggunakan rok ketika naik ke atas sana karena angin yang bertiup di sana itu sangat kencang. Di lantai 19 disediakan pula teropong untuk lebih memuaskan pengunjung dalam menikmati pemandangan di sekelilinganya. Dua gunung kembar juga dapat kita saksikan dari menara ini.

Selain itu di lantai 18 disediakan juga cafetaria buat kita yang keroncongan. Cafe ini memiliki keistimewaan dimana dia bisa berputar jadi hanya dengan duduk di cafe ini, tanpa berjalan kita bisa melihat seluruh pemandangan kota Semarang sejauh mata memandang deh pokokya. Oh iya kalau kita sedang di puncak menara tiba-tiba pengin pipis dont worry. Kita nggak harus turun ko. DI sana sudah lengkap dengan toiletnya.

Pada waktu-waktu tertentu MAJT juga menjadi tempat untuk rukyatul hilal atau melihat adanya gerhana entah gerhana matahari atau gerhana bulan. Beruntung kalau pas main kesana sedang ada event tertentu. Wah pasti banyak banget yang bisa kita dapatkan. Oh iya satu lagi hal yang rugi kalau dilewatkan, pemandangan MAJT di malam hari lebih eksotis lagi lho… jadi tongkrongin aja tuh masjid dari siang sampai malam, nggak rugi kok. Siang bisa belajar di museum, setiap waktu sholat bisa langsung ikut sholat berjamaah, malemnya bisa melihat syahdunya suasana disana
Untuk lebih lengkapnya tentang MAJT kunjungi langsung kesana. Tiketnya nggak mahal kok, cukup bayar tiket parkir. Kalau mau naik ke menaranya banyar sendiri lagi tapi tenang saja nggak bakal menguras kantong kok. Dalam menentukan tempat wisata kita harus cerdas, nggak melulu tempat yang bisa membuat kita girang dan senang bukan kepalang, tapi tempat bersejarah juga perlu untuk kita kunjungi biar knoeledge kita semakin bertambah… so? kalau mampir semarang dont miss it. Visit MAJT. ๐Ÿ™‚

web resmi MAJT: http://www.majt.org

Iklan