Bukan sekali-dua kali saya berkesempatan untuk berkunjung ke sebuah kabupaten di provinsi
Jawa Tengah yang menjadi penghubung antara Jogjakarta dan Solo. KLATEN. Nama yang tidak
asing karena sejak saya masih di Madrasah Aliyah, kota ini selalu menjadi salah satu alternatif
rihlah.
“Ke Klaten aja ya rihlahnya, yang deket.” Begitu kata ustadzah menghibur santri-santrinya.
Kalten adalah sebuah kota yang sebagian besar wilayahnya masih terdiri dari bentangan sawah dan
ladang. Kehidupan khas pedesaan yang sopan, ramah, dan bersahabat saya temukan di kota ini.
Desiran angin yang membuat bulir-bulir padi saling bergesekan memainkan simfoni alam, sungguh
Maha Besar Sang Pencipta.

Prambanan

Prambanan
Salah satu candi terkenal di Indonesia adalah candi Prambanan. Candi ini terletak di perbatasan
daerah Klaten dengan Jogjakarta. Candi hindu ini memiliki sebuah cerita.

Tentang seorang putri bernama Roro Jonggrang yang disukai oleh seseorang bernama Bondowoso. Demi membuktikan cintanya,
Roro Jonggrang meminta Bondowoso untuk membangunkan 1000 candi dalam waktu 1 malam. Namun sebelum
datangnya waktu fajar, Roro Jonggrang membuat ayam-ayam berkokok lebih cepat. Karena dengan kokokan
ayam itu adalah sebagai pertanda bahwa waktu fajar telah menyingsing. Padahal candi yang sudah
dibuat oleh Bondowoso berjumlah 999 buah. Namun pada akhirnya Bondowoso tahu ulah Roro Jonggrang
dan dikutuklah dia menjadi sebuah candi untuk menggenapkan 1000 candi yang ada. Dari cerita itu bisa
diambil pelajaran kalau memang tidak suka dengan seseorang, langsung bilang saja, tidak usah memberikan
syarat macam-macam jika ujungnya hanya akan membuat sakit orang lain :p

Selain candi yang bisa dinikmati, ada pula museum yang menceritakan tentang pembangunan candi Prambanan
dan perkembangannya. Museum tersebut berisi foto-foto dokumenter yang ada. Selain itu, candi ini juga
dikelilingi oleh halaman rumput yang sangat luas. Bentangan warna hijau sangat memanjakan mata pengunjung.
Di salah satu sudut tamannya terdapat sebuah penangkaran rusa. Pengelola juga menyediakan pakan yang
bisa dibeli dan ketika memasukkan pakan berupa sayuran tersebut ke dalam jeruji penangkaran, maka
rusa-rusa itu akan segera berdatangan dan langsung memakan sayuran itu dari tangan kita. Hati-hati
dijilat lidah rusanya lho.

cokro

Cokro dan Janti
Tempat wisata Cokro menyuguhkan wisata air yang langsung mengalir dari mata air asli. Air disana sangat
jernih. Cocok sekali untuk orang-orang yang hobi berenang. Buat yang tidak bisa berenang, tenang saja
disediakan penyewaan pelampung untuk berenang. Di pintu awal masuk sebuah jembatan menyambut para pengunjung.
Jembatan yang mengingatkan saya pada sebuah film Thailand berjudul “Crazy Little Things Is Love.”
Dibawah jembatan ini mengalir sebuah sungai yang bermuara menjadi sebuah air terjun pendek. Segar dan
beningnya air membuat tangan ini enggan untuk meninggalkannya. Di bagian atas ada juga kolam renang
yang di desaign khusus untuk para keluarga yang berlibur. Bukan hanya keluarga, namun para muda-mudi juga
banyak yang memanfaatkan lokasi ini untuk menjalin kasih. Selain itu, saya bisa mencoba untuk lebih dekat
dengan alam. Tidak ada salahnya berkenalan dengan kambing yang sedang merumputkan?
beternak kambing

beternak kambing

Sementara itu, pemancingan Janti menyuguhkan wisata kesabaran untuk orang-orang yang gemar memancing.
Selain itu di Janti juga kita bisa menikmati enaknya makanan dari bahan bakar ikan. Tempat ini selalu ramai
dikunjungi oleh orang-orang tidak hanya yang memakai kendaraan pribadi seperti motor atau mobil namun juga
ada yang menggunakan bus beserta rombongan.

air

air

Jangan ngaku anak negeri sebelum kau mengenal lebih jauh tentang tanah pusakamu. Jangan pernah memprioritaskan
wisata luar negeri sebelum kau mendatangi wisata negerimu. Indonesia.

Iklan