Malaikat tanpa sayap

Malaikat tanpa sayap

PEMAIN
Vino : Adipati Dolken
Maura : Maudy Ayunda
Ayah Vino : Surya Saputra
Ayah Maura : Ikang Fauzi
Ibu Vino : Kinaryosih

Film yang mulai diluncurkan tanggal 9 februari ini memiliki tema cinta. Cinta kepada keluarga, diri sendiri, sahabat, juga kepada kekasih. Berawal dari keluarga Vino yang mengalami kebangkrutan dan tidak siap jatuh miskin. Ayah Vino yang merasa gengsi untuk bekerja serabutan karena terbiasa dengan jabatan tinggi harus menjual satu persatu harta yang dimiliki untuk menutupi hutan perusahaan yang pailit. Ibu Vino yang tidak tahan dengan kondisi seperti itu dan akhirnya memilih untuk pergi dari keluarga dan menjalani hidup sendiri.

Disaat seperti itu Vino harus putus sekolah karena uang sekolah sudah 3 bulan tidak dia bayar. Belum selesai satu masalah, adiknya yang bernama Wina harus dioperasi kakinya karena infeksi. Keadaan yang sangat menghimpit itu membuat Vino hampir bunuh diri dan putus asa. Tiba-tiba ada seseorang yang mendatanginya dan menawarkan sejumlah uang namun dengan syarat dia harus menukarnya dengan anggota organ dalam badannya. Hal itu semakin membuat Vino bingung hingga akhirnya dia memutuskan untuk lompat dari atap rumah sakit. Namun pertemuannya dengan seorang cewek bernama Maura mengurungkan niatnya untuk mengakhiri hidup.

Dengan perjanjian yang ditawarkan oleh orang misterius itu akhirnya kehidupan keluarga Vino membaik. Rumah yang awalnya disita bank sudah bisa ditebus. Sang ayah sudah mau bekerja untuk menyambung hidup walaupun hanya dengan menjadi supir taksi. Hubungan Vino dan Maura semakin hari juga semakin dekat. Disaat bahagia itu baru datang sebentar, seseorang yang misterius itu menagih janji Vino untuk mendonorkan jantungnya dengan uang yang sudah dia gunakan. Sebuah pilihan yang sangat sulit. Pilihan itu bertambah sulit ketika ternyata jantung yang akan dia donorkan itu adalah untuk Maura. Setelah lama berfikir akhirnya dia bertekad untuk mengorbankan dirinya demi orang-orang yang dicintainya. Dengan jantungnya Maura akan bisa sehat kembali, dengan jantungnya keadaan ekonomi keluarganya mulai membaik dan dengan jantungnya juga ayah Maura tidak akan hidup seorang diri. Begitu banyak kebahagiaan yang bisa dia tukar dengan jantungnya. Satu kalimat yang menurut saya menarik adalah “Cinta itu bukan berarti bagaimana kita dapat memiliki seseorang namun cinta itu adalah ketika kita berani untuk meninggalkan dan ditinggalkan seseorang demi kebahagiaannya.”

HIKMAH FILM INI
1. Hidup Adalah Anugrah Terindah dari Allah
Kita sering lalai dengan kenikmatan luar biasa yang Allah titipkan kepada kita. Setiap nafas yang berhembus, raga yang bergerak, otak yang berfikir, kadang sering kalah dengan kebahagiaan sesaat di dunia dan melalaikan kita dari rasa syukur kepada Allah. Mungkin buat sebagian besar manusia, hidup itu akan sangat berarti ketika mereka dihadapkan dengan kondisi seperti yang dialami oleh Vino.

( Ali Imran:185 ﴿
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

karena itu sebelum kematian datang menghampiri, hayuk kita siapkan bekalnya 😀

2. Cinta Sejati = menerima apa adanya
Vino ketika jatuh cinta dengan Maura dia menunjukkan cintanya yang sebenarnya. Bahkan ketika dia tahu kalau Maura mengalami sakit jantung, dia tetap setia dan menemaninya bukannya malah pergi meninggalkannya, dia mau menerima Maura apa adanya. Walaupun mungkin hal ini sangat jarang didapati di dunia nyata seperti sekarang, karena dunia nyata biasanya hanya ada sebuah pertukaran kepentingan semata

3. Cinta kepada keluarga
Vino rela berkorban untuk keluarganya. Dia tidak tega menyaksikan keluarganya sedih sehingga dia membuat sebuah keputusan yang sangat tidak biasa dan tidak semua orang bisa mengambil keputusan itu. Hayo seberapa besar cinta mu kepada keluarga? 🙂

﴾ Asy Syuura:23 ﴿
Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Katakanlah: “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan”. Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri

Iklan