Fenomena patah hati atau yang lebih keren dibilang “broken heart” sepertinya sedang “in” di sekitarku beberapa hari ini. Kalau pesan ummi tersayang “jangan pernah berani jatuh cinta kalau kamu tidak berani patah hati.”
Kita mulai dulu dari jatuh cinta, karena tidak akan ada kata patah hati kalau kita tidak jatuh cinta. Untuk orang yang berada di lingkungan dakwah, mungkin ketika dia jatuh cinta, dia dihadapkan kepada sebuah dilema yang sangat besar. Why? tentu saja dia dituntut untuk “bijak” dalam mengelola rasa sukanya itu agar jangan sampai bermuara pada sesuatu yang dilarang oleh agama, sebut saja pacaran.

Dimulai dari jatuh cinta itu sebenarnya proses patah hati juga bersiap mengancam. Ada orang yang tanpa pikir panjang langsung menyatakannya dan dia mendapatkan sebuah kesenangan yang luar biasa ketika cintanya diterima. Namun bagi orang yang sedikit punya rasa taat lebih besar kepada Allah, dia akan diam, berfikir, dan merenung. Apakah ketika dia utarakan cintanya, sesuatu yang lebih baik bisa terjadi? atau bahkan mungkin sebaliknya? Akhirnya dia memilih untuk mencari waktu agar dirinya bisa yakin dengan perasaannya dan menunggu keberanian besar untuk mengungkapkannya. Namun sayangnya ada beberapa yang terlalu lama mencari jawaban hingga dia terlambat dan akhirnya patah hati. Ditinggal nikah deh sama orang yang disukainya

Buat kamu yang pernah mengalami cerita seperti itu, jangan bersedih. Setidaknya kamu sudah melakukan sesuatu yang “agak” benar, dengan mengontrol perasaanmu sembari mempersiapkan diri kamu dan mental kamu untuk menyatakan perasaan suka itu, kamu sudah menutup satu pintu syetan untuk bisa masuk menggoda hatimu. Coba kalau kamu bilang suka ke orang tanpa kesiapan untuk menikah, dan orang yang kamu tuju itu ternyata mempunyai perasaan yang sama denganmu, maka kamu sudah menjebak dua orang langsung untuk masuk ke dalam perangkap syetan. Makannya ada untungnya juga kamu menahannya, walaupun pada akhirnya ditinggal nikah. Setidaknya kamu menjaga diri kamu sendiri dan menjaga dia yang katanya kamu sukai itu.

Terus kalau udah patah hati gimana? nangis boleh nggak? silahkan. Siapa bilang nggak boleh. Hanya saja, jangan lama-lama meratapi nasib. Nangis lama boleh, asal di dalamnya terdapat introspeksi diri dan mengingat Allah ta’ala. Kalau cuma nangis-nangis bombay mah sayang air matanya. Terus setelah itu? bangkit lagi donk. Memangnya dunia ini akan berakhir bersamaan dengan berakhirnya asamu untuk mencintainya? No way! dunia ini akan terus berputar tanpa memperdulikanmu. Jadi pilihannya adalah kamu bangkit dan ikut berputar lagi dengan dunia itu, atau kamu memilih tetap diam meratapi nasibmu dan akhirnya tergilas hancur bersama leburnya cintamu yang tidak tersampaikan itu.

“melepaskan seseorang yang engkau cintai memang berat dan membuatmu menangis nberhari-hari, akan tetapi itu hanya akan terjadi pada orang-orang yang hatinya tak tertaut pada yang Maha penyayang. Jika hatimu terpaut padaNya, maka dengan sendirinya engkau dapat melepasnya dengan senyuman, jika engkau tidak dapat membuat keadaan sesuai dengan inginmu dan anganmu, engkau cukup merubah hatimu untuk dapat menerima keadaan yang sebenarnya terjadi.

terus pegang teguh firman Allah ta’ala
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga)(QS. An Nuur:26 ﴿

Kalau yang namanya orang jatuh cinta, kemungkinan yang ada di pikiran itu cuma yang baik-baik saja. Contoh di fulan sedang jatuh cinta dengan si fulanah, tentu yang TAMPAK di mata si fulan cuma sesuatu yang baik saja dari fulanah. Padahal yang namanya orang itu tidak ada yang sempurna. Setelah menikah dan muncul semua sifat jeleknya, kadang ada yang tidak bisa menerima dan akhirnya berakhir dengan sesuatu yang tidak baik. Firman Allah ta’ala yang lain

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. al baqarah :216)

Nah sesuatu yang menurut kamu baik, belum tentu baik menurut Allah. ingatlah bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik kepada hambaNya apabila prosedur yang dilaluinya benar. Kalau kata teman ku yang agak nyentrik

cukuplah sekali saja kamu menangis ketika kamu pertama kali mendengar kabar buruk itu, setelah itu tersenyumlah, kemudian damaikan hatimu dan JATUH CINTA lagi, asiiiiiiik ^_^”

So? masih mau melanjutkan patah hatimu? ckckck dunia ini luas. Banyak orang-orang disekitarmu yang sayang kepadamu dan menginginkan kebahagiaanmu. Jangan membuat mereka patah hati juga karena kamu yang selalu ceria tiba-tiba murung. Kamu yang selalu ditunggu kehadirannya tiba-tiba mengurung diri di kamar. Kamu yang selalu membuat mereka tertawa tiba-tiba menangis sendiri. Dont be sad Allah is always by your side.