Tulisan ini saya buat berdasarkan kisah nyata dari beberapa orang yang sempat menyapa saya beberapa waktu yang lalu. Saya hanya mencoba merelasikannya dengan firman Allah dengan tujuan bisa lebih menguatkan dan meyakinkan saya bahwa Allah Maha Besar.

First Story
Waktu itu di suatu sore yang cerah, bertempat di ruang tunggu bus PATAS. Jam kedatangan bus masih 30 menit lagi, namun hampir seluruh kursi di ruang tunggu itu sudah penuh oleh penumpang. Petugas front office masih terlihat sibuk pelayani pembelian karcis bus. Beberapa orang penumpang menatap televisi layar lebar yang menyala dengan tatapan sia-sia. Kegiatan itu pasti hanya untuk mengisi waktu dan menghilangkan kebosanan. Seorang laki-laki berbadan subur meminta izin untuk duduk di samping saya karena memang ternyata itu adalah satu-satunya kursi kosong yang tersisa. Saya tafsirkan usianya sekitar 55 tahun. Beliau tampak ramah dan menyapa saya dengan berbagaimaca pertanyaan basa-basi khas orang yang baru berkenalan. Dari cerita beliau, saya tahu jika beliau adalah seorang pengusaha meubel ternama dari kota ukir Jepara.

“Sedang menyusun skripsi ya nduk? Semoga Allah memberi kemudahan dan kelancaran.” kata sang bapak.
AJAIB…!! ini tho maksud Allah menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal dan perbaikilah hubungan persaudaraan diantara kamu. Bayangin donk, baru kenal saja sudah didoakan? bagaimana dengan kita yang sudah lama saling mengenal? sudahkah kita saling mendoakan saudara kita? 🙂

Bapak itu bercerita bahwa dia baru saja mengalami kerugian sebesar 100 juta rupiah. Barang dagangannya dibawa kabur oleh salesnya tanpa jejak, tanpa petunjuk. Dari ceritanya saya tahu bahwa bapak itu adalah seorang yang menerapkan sistem demokrasi dalam perusahaannya. Dia tidak pernah memaksakan kehendak dan selalu memberi forum kepada karyawannya untuk speak up. Dia juga selalu memberikan kepercayaan penuh dan membimbing sales-salesnya yang baru. Intinya adalah bapak itu seorang yang baik dan jujur. Namun ternyata masih ada saja seseorang yang tega untuk membuat hatinya terluka. Saat aku tanyakan kenapa tidak dibawa ke ranah hukum? Bapak itu hanya berkata

“Perkara hukum di dunia tidak akan memberikan kepuasan yang berarti kepada kita. Justru dengan hukum itu bisa jadi akan timbul kebencian dalam dada kami masing-masing. Biarkan hukum Allah yang bertindak.” Ujar sang bapak sambil tersenyum. Sepertinya semua peristiwa itu sudah diikhlaskannya. Hal inilah yang membuatku bertanya. Ada maksud apa Allah mempertemukanku dengan seseorang yang tidak saya kenal sama sekali, kemudian langsung bercerita seperti itu. Apalagi orang tersebut sudah mengikhlaskannya. Dasarnya saya yang sok berjiwa detektif, rasa penasaran saya harus saya puaskan. Saya berfikir dan akhirnya saya menemukan sebuah jawaban. Simple.

“Wahai Orang-orang yang beriman! maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui” (Qs. As-Saff: 10-11)

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Alquran) dan melaksanakan sholat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugrahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi” (QS. Faatir:29)

dengan dua ayat tersebut jelaslah sudah bagi saya bahwa, sangat wajar kalau perdagangan yang kita lakukan dengan sesama manusia mengalami kerugian. Lain halnya jika perdagangan itu kita lakukan dengan Allah, yang ada kita akan untung berkali-kali lipat. Ini salah satu contohnya:

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Seuntung-untungnya perniagaan, itu adalah perniagaan di jalan Allah, karena Dia tidak akan membuatmu MERUGI

Second Story
Ingat sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Krisdayanti
“Menghitung hari, detik demi detik.”
Seorang teman pernah bercerita kalau satu hal yang paling tidak dia sukai adalah menunggu. Teman saya ini orangnya selalu on time karena memang dia benci menunggu, maka dia menjadikan dirinya sebagai orang yang tidak akan pernah ditunggu. Suatu hari dia mendapat sms dari sang teman lelaki, isinya

“Insya Allah sabtu ini kita berangkat hunting foto, aku ada waktu luang. Kamu siapkan kamera dan segala macam perlengkapannya ya. Oh iya cari tahu juga denah lokasinya.”

Dengan penuh semangat, teman saya langsung membuka laptopnya dan bertanya kepada google map tentang lokasi hunting foto yang katanya bagus. Setelah ketemu langsung dia print. Begitu malam jumat tiba, teman saya ini tidak bisa tidur. Gelisah. Tidak sabar menunggu esok hari. Dia memang sangat suka fotografi, jadi begitu dijanjikan seperti itu oleh teman lelakinya, waaaaah girangnya bukan main. ^_^v
Begitu hari H tiba, dia cek semua perlengkapan termasuk tripod, lensa, batere kamera. Everythings are ready to used. Jam 07.00 dia sms sang pacar. Hening. HP nya tidak kunjung jua berdering. 5 menit masih sabar. 10 menit sudah sebal. 15 menit not responded akhirnya dia memutuskan untuk menelepon teman lelakinya.

“Aku masih ngantuk, habis bergadang nonton bole semalam. Beri aku waktu tidur dulu sampai jam 10.” Its Oke. kalau kata Raditya Dika “Yaudah lah ya… ya udaah.” teman saya sedikit dongkol. Namun kesabarannya berhasil membunuh habis rasa dongkolnya. 3 jam tidak akan lama. Berbagaimacam kegiatan dia lakukan untuk membunuh waktu 3 jam tersebut. Hingga akhirnya dia bisa bernafas lega. Ting Tong Ting Tong Ting Tong. Jam 10. Dia kembali menelepon teman lelakinya. Namun apa jawabannya? “Nggak jadi aja gimana? panas banget di luar. Males keluar.” Can you imagine it? Bagaimana dongkolnya teman saya? dongkol pake banget banget banget. Untung saja dia masih punya otak yang waras sehingga kameranya tidak dia banting. Kalau sampai emosinya lebih besar dari logikanya? mungkin itu kamera sudah jadi percahan-percahan tidak berbentuk.

“Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.” (QS. Ali Imran: 77)

Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah?” (QS. An Nisa: 122)

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. At Taubah: 111)

Setepat-tepatnya perjanjian adalah janji Allah, karena Dia tidak akan mengingkarinya.

Third Story
Cerita terakhir tentang seseorang yang sedang patah hati. Kasihan sekali ya dia, hati cuma satu kok dipatah-patahin. Saat itu yang bermain pasti perasaan, bukan logika. 😛

Dia seorang calon dokter. Awalnya dia tidak punya rasa sama sekali dengan seorang teman satu kelasnya. Namun semakin mendekati kelulusan dia sadar bahwa dia punya rasa yang berbeda. Teman laki-laki yang disukainya itu adalah seseorang yang sangat cool. Seperti layaknya sinetron-sinetron dan drama Korea, kalau ada seorang cowok yang cool, pasti akan banyak cewek yang tergila-gila padanya. Begitu cowok itu lewat, cewek-cewek langsung histeris dan dengan mata berbinar-binar bilang “Keren banget.” haduh bener-bener sinetron banget.

si cowok cool itu memang jarang sekali mau berinteraksi apalagi bercanda dengan banyak orang. Yang dia lakukan hanya bicara seperlunya. Temanku yang cewek ini juga punya sifat yang berbeda dari cewek-cewek lainnya. Dia tergolong orang yang cuek dan apa adanya. Tidak pernah dia berdandan sedemikian rupa hanya untuk menarik perhatian si cowok cool itu. Suatu hari tiba-tiba sang cowok cool “curhat” tentang keluarganya, tentang sebab yang menjadikan sifatnya menjadi sedingin ini, tentang everythings yang tidak pernah diduga bakal dia ceritakan. Dan yang dipilihnya untuk mendengarkan adalah teman cewekku itu.

Berawal dari curcol itulah ada rasa yang sedikit lain menelusup ke dalam hati teman saya. Mungkin si cowok cool itu juga tertarik dengan teman saya karena dia berbeda dari cewek-cewek lainnya. Saat sedang manis-manisnya moment pe-de-ka-te antara keduanya, mereka harus menghadapi sebuah kenyataan. Saat ini mereka sedang menjalani program co-ass yang penuh dengan kesibukan. Ditambah lagi mereka tidak berada dalam satu kelompok. Al hasil kisah mereka “pause” dulu sampai disini. Sedikit patah hati sebenarnya karena perasaannya digantung oleh keadaan. Hanya kesibukannya di bangsal yang mempuatnya amnesia sesaat tentang cowok cool itu. Beruntung Allah masih menyibukkannya dengan kegiatan yang bermanfaat.

Intinya adalah menjadi kekasih seseorang yang dikagumi banyak orang mungkin akan menjadi “sesuatu” banget. Apalagi ketika kekasih kita itu sering memberikan kejutan sebagai bentuk sayangnya. Itu baru dengan sesama manusia. Bayangkan ketika kita berhasil menjadi orang yang Allah sayang?

Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya”. Katakanlah: “Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?” (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia(biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu).” (QS. Al Maidah : 18)

Pernah juga saya membaca sebuah kalimat datanglah kepada Allah dengan merangkak, maka Allah akan menghampirimu dengan berjalan. Datanglah kepada Allah dengan berjalan, maka Allah akan menghampirimu dengan berlari. Hal itu adalah pertanda bahwa betapa Allah sangat menyayangi hambaNya. Terbukti dengan dua sifat Allah yaitu Arrahman dan Arrohim. Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Jatuh cinta paling indah adalah kepada Allah, karena dia tidak akan membuatmu PATAH HATI

Tiga kalimat itu sangat indah menurut saya. Bukankah Allah sudah memberikan petunjuknya kepada orang-orang yang mau mengambil pelajaran? wallahu a’lam. Semoga bisa menjadi bahan untuk belajar bersama 🙂

Iklan