Di tengah kesibukan yang cukup padat, kami menyempatkan diri untuk bersua. Walaupun hanya sekedar membuat satu dan yang lainnya tertawa. Namun moment itu sangatlah dinanti. Untuk melepaskan rindu di hari. Hari-hari terisi oleh rangkaian kata-kata laporan magang dan skripsi. Penat? so pasti, namun semangat harus tetap terisi. Berikut adalah kami yang diberi nama “the jilbabers dan geum jandi wanna be” Entah darimana awalnya nama itu disematkan kepada kami.

Di tengah keterbatasan waktu, tujuan pertama petualangan kami adalah
Lawang Sewu
Mengapa dinamakan Lawang Sewu? Jawabannya karena bangunan ini mempunyai 1000 pintu (kata orang) tapi entahlah siapa yang sudah pernah menghitungnya dan memastikan kalau jumlah pintu itu di sana memang ada 1000, nggak penting :p atau ada yang mau mencoba tantangan untuk menghitungnya? Monggo πŸ˜€

Sebenarnya gedung ini adalah sebuah pusat transportasi kereta api pada masa penjajahan Belanda. Pada zaman dahulu gedung ini bernama NIS dan dibangun pada tahun 1904. Pada Tahun 1945, bangunan ini menjadi saksi bisu pertempuran lima hari di Semarang.

Desaign interiornya luar biasa keren (menurutku yang nggak ngerti sama sekali tentang ilmu arsitektur ) Orang-orang Belanda memang te-o-pe be-ge-te dalam ilmu arsitektur. Bangunan ini bisa menjadikan kita seperti seorang putri yang tinggal di istana megah. Dan sedang menanti datangnya seorang pangeran halah (lebay)

Untuk yang ingin uji nyali, Lawangsewu juga merupakan tujuan yang tepat. Berkunjunglah di malam hari, maka akan ditemukan sensasi horor. Selain itu, eksotisme bangunan ini juga sering dijadikan rujukan untuk foto pra wedding pasangan-pasangan yang akan menikah.

Selain bisa menikmati struktur bangunannya, halamannya yang luas juga bisa dijadikan tempat referensi untuk melepas lelah setelah berkeliling. ada rumput hijau yang siap memanjakan mata, dan ada lokomotif kereta api yang merupakan tanda sejarah bangunan ini

Penasaran dengan bangunan ini? Lets chek it out

Iklan