Tema kali ini lagi-lagi tentang cinta… tentang patah hati… tentang keinginan yang kuat untuk memiliki seseorang namun terhadang oleh takdir yang sudah menjadi ketetapan… Allah… apa memang Kau ciptakan cinta untuk sesuatu yang berujung pada sakit hati seorang hambaMu? TENTU TIDAK! Allah… apa memang kau ciptakan cinta untuk sesuatu yang berujung pada pertentangan terhadap akbarnya DzatMu? PASTI BUKAN! Allah… apa memang kau ciptakan cinta untuk sesuatu yang berujung pada kesengsaraan nikmat fisik yang kau anugrahkan kepada hambaMu? YA PASTI ENGGAK!! Terus untuk apa kau ciptakan cinta kepada dua insan kalau banyak dari mereka yang menyalahgunakannya? Manusia memang tempatnya salah dan lupa,,,tapi belajar itu perlu. Dan belajar itu tidak akan pernah berhenti. Cerita ini hanya salah satu cerita nyata ketika seorang teman bercerita, tentang dia, tentang kekasihnya, dan tentang Tuhan mereka. Semoga ada hikmah yang bisa diambil

Keinginan seorang perempuan ketika mempunyai teman dekat laki-laki tidak lain dan tidak bukan SALAH SATUNYA adalah untuk diperhatikan. Namun apa jadinya ketika mereka harus dipisahkan oleh jarak beratus-ratus mil lebarnya? dipisahkan oleh laut Jawa yang begitu luasnya? dipisahkan oleh perbedaan waktu yang begitu nyatanya? apakah perhatian itu masih tetap bisa didapatkan? Sebenarnya masalah perhatian dan pengertian itu tergantung dari masing-masing orang.

Namun ketika laki-laki itu merasa harus mencari uang untuk biaya hidup mereka ke depan sehingga tidak peduli harus menyeberang ke pulau seberang, bekerja keras, bahkan bisa dibilang rela jatuh bangun yang ini lebay. Kondisi badan capek sangat lelah ketika tiba waktunya dia kembali ke mess. Menurutnya salah satu cara untuk bisa menyegarkan kembali adalah dengan menghubungi teman dekat perempuannya. Banyak cerita yang ingin disampaikan olehnya, banyak keluh kesah yang ingin dibagi olehnya, berharap akan digantikan oleh kata-kata yang bisa membuat hatinya tenang yang akan dia dengar dari teman dekat perempuannya. Hanya itu yang dia inginkan. Semangat baru sebelum tidur, untuk kemudian dia simpan sampai keesokan harinya.

Namun seorang perempuan bukan hanya bisa diajak sebagai pendengar. Dia juga butuh didengarkan. Dia ingin menceritakan sepanjang harinya bersama teman-temannya, dia ingin menceritakan perkembangan tugas-tugas kuliahnya, dia ingin menceritakan mimpi-mimpinya. Dia ingin teman dekat laki-lakinya itu tahu tentang itu semua. Namun… teman dekat laki-lakinya itu terlalu lelah untuk mendengarkan. Beruntung dia masih punya sahabat, hingga akhirnya dia jenuh dan protes kepada teman dekat laki-lakinya.

Semua itu berujung kepada pertengkaran hebat. Rasa saling pengertian tiba-tiba hilang dna lenyap begitu saja. Kata-kata sayang digantikan oleh cacian. Pujian dan sanjungan lenyap berganti ejekan. Masya Allah… Sekali lagi, apakah Allah menciptakan cinta hanya untuk berakhir dengan seperti ini?

Masalah makin runyam ketika kata putus terlontar tak sengaja dari mulut laki-laki. Itu benar tak sengaja karena belum ada seminggu sang laki-laki mengajak teman dekat perempuannya untuk kembali merajut indahnya cinta dengannya. Namun nasi sudah menjadi aking, keras dan tidak bisa dimakan (kalau bubur masih bisa dimakan). Hingga akhirnya tidak ada kesempatan untuk sang laki-laki itu. Dia tunjukkan pengorbanannya mencari secercah sinyal diantara lebatnya hutan Kalimantan dan di bawah guyuran sang hujan (Serius yang ini nyata dan beneran). Hasilnya tetap nihil. Dan akhirnya dia menelan mentah-mentah obat sakit kepala dengan dosis yang tidak terhingga. Sirine ambulans membawanya ke sebuah rumah sakit. K.O dia oleh kelakuannya sendiri. Beruntung Allah masih memberinya nafas kehidupan.

Hidupnya kembali cerah dan bersemangat ketika sang perempuan bersikap lebih lunak kepadanya. Namun ketika ditanya apakah masih ada rasa sayang dalam diri mereka? susah…dan lama untuk menemukan jawaban. Nah lho kalau sudah seperti itu?

Hikmah yang bisa aku ambil:
1) Aku sangat suka dengan komentar seorang sahabatku. Pacarmu bukan Tuhanmu. Yang sang cowok butuhkan saat ini bukan teman dekat perempuannya agar dia bisa bangkit lagi dalam menjalani hidup. Namun yang dia butuhkan adalah Tuhannya dan agamanya. Menurutku komentar ini sangat mengenai sasaran. Benar! terkadang manusia seakan menyandarkan kebahagiaan kepada orang lain seakan orang lain itu adalah penentu kebahagiaannya, bahkan penentu hidupnya. Padahal masih ada Allah diatas segalanya. Bahkan Allah sangat dekat dengan hambanya

(Al Baqarah:186 )
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

2) Seorang cowok itu adalah imam untuk perempuan. Menurut saya boleh lah ya seorang cowok menangis. Wajar bahkan sangat wajar. Tapi kalau sudah mau mengakhiri hidupnya gara-gara masalah seperti itu? Bagaimana mungkin dia bisa bertahan dengan masalah yang lebih besar ketika nanti dia sudah menikah? Bagaimana nasib istrinya dan keluarganya jika ada masalah yang lebih besar?
Seorang istri/perempuan diciptakan untuk melengkapi.

﴾ Az Zumar:6 ﴿
Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?


﴾ Ali Imran:14-15 ﴿
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?.” Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya

Semoga hidayah Allah tidak jauh dari hamba-hambaNya yang mau belajar. wallahu a’lam ^_^

Iklan