21 April diperingati sebagai hari Kartini, dimana sebuah kegiatan yang diulang-ulang selalu dihadirkan setiap tahunnya. Poster-poster, seminar, aksi, bahkan artikel-artikel yang mencerminkan perjuangan seorang wanita hebat tersebar dimana-mana. Namun setelah itu? Kosong… setelah itu? Nihil… dan setelah itu? Status quo. Tidak ada perubahan yang muncul sebagai hasil dari gembar-gembor event tahunan tersebut. Tapi sebuah acungan jempol mungkin bisa diberikan sebagai apresiasi karena masih mengingat peran perempuan walaupun mungkin hanya sehari.

Degradasi moral atau keterpurukan moral di negara kita tercinta, Indonesia menjadi salah satu bukti bahwa belum ada perubahan yang berarti. Pergaulan bebas, narkoba, kurangnya rasa percaya diri, hedonisme, fun, pencarian jatidiri yang keliru, masih menjadi masalah utama yang menimpa generasi muda bangsa ini.
Memang ini bukan hanya menjadi tugas seorang wanita untuk memperbaikinya, namun wanita berperan sangat penting dalam hal ini. Kenapa?

1. Wanita adalah sekolah pertama untuk anak-anaknya
Mau disadari atau tidak, seorang anak mulai belajar mengenal dunia ini berawal dari ibunya. Bagaimana mungkin seorang anak bisa mencoba berbicara “mama” kalau bukan sang ibu yang mengajarkannya. Dan seakan menjadi sesuatu yang ajaib, sebagian besar anak mengeluarkan kata-kata pertamanya, mengeluarkan suara pertamanya dengan vocal “mama.”
Namun banyak disayangkan, saat ini khususnya di kota-kota besar banyak wanita yang tidak memahami peran pentingnya tersebut. Belum cukup usia sang anak untuk berlatih mandiri, harus ditinggalkannya dengan alasan kesibukan dan pekerjaannya. Akhirnya sang anak diberikannya kepada orang lain untuk diasuh seperti misalnya dititipkan di penitipan anak, atau kepada baby sitternya. Namun tetap saja akan terasa berbeda pendidikan yang diberikan oleh mereka jika dibandingkan dengan apa yang seharusnya sang anak dapatkan dari ibunya.

2. Wanita dikaruniai sifat penyayang dan pengasih lebih banyak daripada pria.
Itulah alasannya mengapa Allah mempercayakan wanita untuk mengandung calon-calon khalifahnya di muka bumi ini. Wanita memiliki perasaan yang lebih lembut daripada pria. Melalui rahim wanita itulah Allah mempercayakan kepada wanita untuk mulai mendidik calon-calon khalifahNya. Selama 9 bulan wanita mengandung calon makhluk hidup dan membawanya kemanapun pergi. Namun fenomena sekarang banyak diantara wanita yang justru menyia-nyiakan karunia yang Allah berikan. Belum bisa sang cabang bayi melihat isi dunia, sudah banyak wanita yang membunuhnya dengan semena-mena.

3. Wanita adalah pendamping yang paling hebat
Sering sekali terdengar sebuah ungkapan, “Dibalik sosok seorang pria hebat, pasti ada seorang wanita di belakangnya.” Seorang Albert Einsten yang dikucilkan oleh teman-temannya karena ketidakmampuannya lulus dari sekolah dasar selalu mendapat dukungan dan kepercayaan penuh dari ibunya. Seorang Nabi Muhammad SAW disaat semua orang tidak mempercayainya ketika diangkat menjadi rasul dan utusan Allah, mendapat semangat yang luar biasa dari istrinya, Khadijah r.a. Ketika ditanya dibalik sosok hebat seorang wanita ada siapa? Apakah ada laki-laki? Jawabannya ada Ibu, dan Allah sebagai rabb mereka. Namun kemampuan untuk mendampingi tersebut bagai sebuah mata uang yang mempunyai dua sisi. Di sisi lain, seorang laki-laki bisa hancur karena wanita. Sudah banyak kasus yang menimpa para politisi dan berakhir di balik jeruji karena korupsi yang mereka lakukan dan beberapa diantaranya melibatkan istri dan anaknya.

Saya sangat setuju dengan sebuah pepatah yang mengatakan, apabila kamu ingin melihat kekuatan sebuah negara, maka lihatlah dari wanitanya. Banyak wanita yang menuntut untuk disahkannya UUD Gender tanpa mereka tahu isi yang terkandung di dalamnya. Yang dipikirkan hanyalah kesetaraan terhadap laki-laki. Namun pada kodratnya tetap saja sebenarnya seorang wanita tidak akan pernah setara dengan laki-laki. Mungkin dalam hal keduniaan seperti jabatan, kesempatan, dan reward, seorang wanita bisa mendapatkan hal yang sama bahkan mungkin lebih di atas laki-laki. Namun dalam hal kodrati yang Allah ciptakan kepada mereka, menurut saya tetap saja wanita tidak bisa menyaingin kodrat laki-laki. Bolehlah menuntut berbagaimacam hal, namun cobalah tanyakan kepada diri sendiri, sudah sejauh mana dia menjalankan perannya?

R.A Kartini pun ketika meminta emansipasi, maksudnya adalah agar para wanita bisa mendapatkan kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam hal belajar, ataupun mengeluarkan pendapatnya kepada pemerintah. Namun hal itu bukan sebuah alasan untuk melupakan kewajiban utamanya sebagai seorang wanita. Karena Allah HANYA menciptakan 1 rahim dan spesial diberikan kepada seorang wanita. Bangkitlah kartini muda Indonesia yang tidak hanya mementingkan egoisme semata namun mengabaikan peranannya yang lebih besar, tapi bangkitlah kartini muda Indonesia yang terus mencoba menyelaraskan dan memperjuangkan hak-haknya di tengah pemenuhan kewajibannya.
– Selamat hari Kartini akhwati fillah semuanya-

gambar dari google