Sebuah cerita yang masih fresh from the oven baru saja aku alami. Entahlah orang akan menilainya sebagai cerita yang konyol, ceroboh, atau whatever they say, yang jelas menurutku ini pantas untuk ditulis dan diabadikan karena jarang sekali terjadi dalam kehidupanku, dan aku harap TIDAK AKAN PERNAH TERJADI (LAGI)

Sebelumnya aku bertanya kepada siapapun yang membaca tulisan ini, apakah kalian tahu daerah Kali Putih di Semarang? pernah dengar? atau biar gampang aku tunjukkan ancer-ancernya. Daerah Kali Putih itu adalah daerah tanjakan selepas pertigaan Java Mall. Setelah tahu lokasinya, terbayangkan seperti apa bentuk tanjakan itu dan bagaimana berlikunya? Biar lebih dramatis bayangkan dulu. Setelah terbayangkan medannya, lanjut ke adegan kedua. Coba bayangkan ketika motor kalian mogok TEPAT di tengah-tengah tanjakan itu. Bayangkan dengan sungguh-sungguh bagaimana rasanya.

Ya! malam ini itulah yang aku alami. Motor mogok dalam keadaan seorang diri di tengah tanjakan itu lagi. Awalnya aku yakin aku punya tenaga untuk menuntun motor itu sampai ke tempat pom bensin di atas tanjakan (usut punya usut ternyata motorku mogok karena kehabisan bensin. Ampuuuuuun deh). Padahal alat penunjuknya masih berada di tengah. Dari kemarin sudah curiga kok bensin saya tidak habis2. Namun positif thinking tetap jalan, Allah selalu baik, alhamdulillah bensinnya tahan lama. Tapi ternyata positif thinking juga harus disertai dengan logika. Pokoknya fighting deh.. pasti bisa menuntunnya. Allahu akbar, aku lupa kalau aku seorang perempuan. Tenaga sih ada, tapi tidak cukup untuk sampai ke tujuan dengan posisi jalan yang menanjak seperti itu๐Ÿ˜ฆ

Saat itulah aku teringat adegan di sinetron2 Indonesia. Walaupun sebagai anak Komunikasi DILARANG KERAS percaya dengan adegan2 di sinetron yang menampilkan cinderella syndrom. Maksudnya Cinderella syndrom adalah seorang gadis yang sedang dalam posisi susah kemudian ditakdirkan untuk bertemu dengan seorang pangeran ganteng plus tajir plus baik hati yang akan merubah hidupnya menjadi 180 derajat. Untuk malam ini aku tidak akan lebai bermimpi menjadi Cinderella dan hidup happy ending dengan pangeran yang mendekati sempurna (aku bilang MENDEKATI sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah ta’ala) seperti yang dipertontonkan oleh sinetron2 itu. Aku hanya berharap ada yang menolongku mencarikan bensin. Walaupun hanya 1 liter dan uangnya akan aku ganti. ITU SAJA.

Kalau memang benar ada pangeran yang mendekati sempurna itu di dunia nyata, aku akan pensiun dari segala kegiatan “diet sinetron” yang aku lakukan bersama teman-teman di Diponegoro Media Watch (DMW). Aku akan mengakui bahwa pangeran mendekati sempurna di sinetron2 itu memang ada, jadi tidak ย perlu melakukan penyadaran terhadap masyarakat agar tidak banyak-banyak terhipnotis oleh adegan sinetron.

Seseorang mendekat, bukan pangeran dengan mobil mewah seperti yang diceritakan sinetron, tapi hanya seseorang yang mengendarai sepeda motor.

Bensinnya habis mba?” katanya menyapa. Bapak2.

“Sepertinya iya pak.” jawabku

“Daripada mba bawa naik mending putar balik aja, lebih enak nggak perlu susah2 dorong.”

Hanya itu yang dia katakan, terus berlalu meninggalkan kepulan asap yang membuatku ter-uhuk sebentar. Saran bapak itu sebenarnya ada bagusnya juga, tapi kalau di bawah sana ada tukang bensin eceran, kalau tidak? mending aku dorong naik karena kau tahu di ujung tanjakan ada penjual bensin eceran. Baiklah selamat berjuang lagi.

Beberapa kali orang mendekat dan hanya memberikan reaksi yang sama. Cuma bertanya “Bensin habis mba?” pertanyaan retoris yang sudah pasti jawabannya. Kalau bensin saya full, ngapain juga saya dorong2 di tanjakan? KURANG KERJAAN. Hufh… agak sedikit emosi. Sabar…sabar… man shobaro sengsoro… eits salah dink..man shobaro dzafiro.

Orang ketiga yang berhenti adalah seorang akhwat. Thank you Allah, Engkau mempertemukan aku dengan perempuan berhati baik. Dia membantuku mendorong. Tapi karena kami sama-sama perempuan yang tenaganya juga terbatas ya hanya beberapa langkah saja (masih saya ingatkan bahwa ini TANJAKAN) Tapi terimakasih sudah ada kemajuan. Ukhti itu menyerah dan akhirnya pamit meninggalkanku. Hiks sendiri lagi deh.

Waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 bagaimana ini.

Memutar otak…memeras pikiran..

Ya rabb sedemikian banyak hambaMu yang berlalu lalang tapi tidak ada seorangpun yang berniat membantuku? sungguh kejamnya dunia ini๐Ÿ˜ฅ mana pangeran mendekati sempurna di sinetron2 itu? sepertinya memang tidak ada di dunia nyata ini. Aku semakin semangat untuk mendukung kegiatan melek media, terlebih lagi untuk diet sinetron. Ayo cerdaskan anak bangsa dengan menyadarkan mereka kalau pangeran mendekati sempurna itu memang TIDAK ADA.

Akhirnya sebuah pertolongan Allah datang. Sepasang suami istri tergerak hatinya untuk membantuku melewati sisa tanjakan yang ada. Masih lumayan jauh sih sebenarnya. Sang bapak mendorong motorku dengan kakinya sementara tangannya memutar gas motornya sendiri sehingga motorkupun ikut melaju bersamanya. Alhamdulillah ya rabb… sampai juga di tukang bensin eceran. Bapak baik hati itu masih setia menungguku bersama istrinya

“Coba diisi bensin dulu mba, barangkali mogoknya bukan karena kehabisan bensin.”

“Iya bapak.” hiks aku terharu.

Aku beli satu liter bensin dan… motorku akhirnya menderu. Alhamdulillah… dan saat itupun sang bapak beserta istri akhirnya tega meninggalkanku. Benar2 terimakasih, semoga barakah Allah selalu menyertaimu wahai bapak dan ibu baik hati.

Saat itu aku baru sadar bahwa kakiku gemetaran sangat hebat. Dan mendadak ada lingkaran bintang berputar-putar di kepalaku, hampir pingsan aku rasanya. Bahkan berdirikupun sudah tidak tegak (nggak lebay). Aku mendapat You C 1000 dari si bapak penjual bensin yang kemasan botok plastik. Sambil meneguk minuman itu, aku menikmati putaran2 lingkaran bintang di kepalaku yang semakin kencang. Baru kali ini aku merasakan hal sedasyat itu, sewaktu menaklukkan Sindoro aku tidak sampai merasa dikelilingi lingkaran bintang di atas kepalaku.

“Jangan pingsan disini… Erva jangan pingsan disini. Harus kuat. Kalau mau pingsan di wisma saja, di atas kasur.” (lho?)

Oke akhirnya dengan sisa tenaga sampailah aku di wisma. Alhamdulillah ya…

 

*Hikmah*

1. Jangan sampai lupa mengecek segala alat yang ada di motor. Bahkan hal sekecil penunjuk bensin sekalipun kalau rusak fatal jadinya.

2. Reputasiku sebagai anak komunikasi yang gencar melakukan campaign diet sinetron terselamatkan karena pangeran mendekati sempurna di sinetron2 itu memang TIDAK ADA๐Ÿ˜€

3. Allah selalu ada dimanapun hambaNya dan dalam kondisi apapun. Hanya Allah lah yang bisa menggerakkan hati2 hambaNya yang bertakwa untuk saling tolong menolong walaupun tidak saling mengenal.

4.Berpositif thinking itu baik tapi harus diimbangi dengan logika dan akal.