Jika datang malaikat Izrail menyampaikan sehelai surat dari Allah yang menetapkan bahwa Ramadhan tahun ini adalah ramadhan terakhirku…

Maut akan menjemputku…

Maut akan menyelimuti jasad dan jiwaku…

Jika saja Izrail benar2 datang membawa surat itu…

Aku yakin semangatku akan terpacu menuju puncak gairah ibadah terdasyat

Aku tidak lagi berminat mengisi malam dengan nyenyaknya tidur

Aku akan isi detik2 sisa usia dengan alunan dzikir… aku akan alunkan kalamullah…aku renungi setiap ayatNya…aku infakkan semua yang bisa aku infakkan… aku siap membantu siapapun yang membutuhkan bantuanku…aku tidak akan menyibukkan diri dengan aktifitas yang tidak bernilai di hadapan Allah… 

Bait-bait di atas adalah bayangan penulis buku ini. Bagaimana dengan bayangan anda?

Buku Izrail Bilang Ini Ramadhan Terakhirku diterbitkan oleh Republika dan dikarang oleh Ahmad Rifa’i Rif’an. Buku ini sudah 2 tahun aku miliki dan selalu menemaniku selama 2 kali (tahun ini ketiga kalinya) bulan ramadhanku.

Di dalamnya dibahas tentang 30 renungan yang bisa kita lakukan selama ramdhan, dari renungan hari pertama sampai hari dikumandangkannya takbir, semuanya sangat inspiratif menurutku. Mba Tata, salah satu kakak tingkatku dengan sabar membaca satu demi satu renungan sesuai dengan hari ramadhan, tapi kalau aku yang memiliki rasa penasaran yang begitu besar, langsung aku babat habis buku ini :p . Terserah bagaimana cara teman2 membacanya, ataukah langsung atau satu hari satu renungan, tapi menurutku buku ini pantas untuk dijadikan teman selama ramadhan.

Renungan di Hari Pertama

Pada bab ini, penulis mengajak kita untuk menyambut bulan ramadhan dengan sangat suka cita. Berpuasa dengan ikhlas dan gembira. Ada beberapa bekal yang bisa kita siapkan (walaupun lebih baik sebelum ramadhan datang sudah dipersiapkan😉 ) Berdoa adalah bekal pertama,,, berdoa untuk diberi kemudahan dalam melalui bulan mulia ini, juga bersyukur karena Allah telah menyampaikan, semoga sampai kepada akhirnya. Menyiapkan agenda adalah bekal kedua, jangan menyia-nyiakan bulan ramadhan, susun agenda hingga membentuk sebuah rangkaian hari yang padat akan amal

jangan pernah berfikir bahwa kita masih memiliki jatah hidup untuk merasakan ramadhan lagi tahun depan

Renungan Hari ke 17

Seperti kita semua ketahui ada peristiwa penting yang bernama nuzulul quran pada tanggal 17 ramadhan. Dalam buku ini, penulis mengajak kita untuk sama-sama merenungi dasyatnya al quran. Kalau kata salah satu group nasyid di Indonesia, semua rumus canggih ada di dalam alquran.

Dibolak-balik semakin asyik, dibaca seakin menarik

Coba diresapi kok tambah asyik sampai-sampai mata nggak mau melirik

Orang bilang kalau baca quran hidup jadi tentram, pikir jadi tajam

Itu beberapa lirik lagu nasyid tentang alquran.

Renungan Hari ke 21

Memasuki 10 hari terakhir biasanya fenomena yang terjadi adalah shof-shof sholat mulai longgar. Tilawah quran mulai jarang terdengar. Bahkan fenomena yang sering menjadi garis besar para ulama adalah, jamaah masjid mulai berbondong-bondong mendatangi mall untuk berbelanja persiapan idul fitri dan juga mendatangi stasiun, airport, terminal untuk mempersiapkan mudik. Orang-orang terlihat lebih asyik mengobrol mengenai mudik lebaran dan persiapan apa saja yang akan dilakukan untuk hari raya. Bahkan terkadang banyak diantara mereka yang lupa bahwa ramadhan masih disamping mereka. Mungkin kalau sudah seperti itu, bulan ramadhan hanya bisa memberikan ekspresi sedih dan cemberut😦 kalau kata anak-anak alay zaman sekarang “Gue mulai dilupakan,,, oke fine. Padahal sebelum gue datang, mereka sampai nangis2 mohon kepada Allah biar dipertemukan sama gue.” *Tidak penting, lupakan.😛

Penulis mengingatkan kepada kita bahwa ada malam yang lebih mulia dari 1000 bulan. yaitu malam lailatul qodr pada renungan hari ke 21 ini.

Dalam mencari Lailatul Qodr kita seolah sedang bermain undian dengan Allah. Malam 21 ramadhan, masjid membludak, malam 22 kembali sunyi, malam 23 ramai i’tikaf, malam 24 sepi. Malam 27 berbondong-bondong menginap di masjid, malam 28 menikmati tidur nyenyak di rumah. Malam 29 semakin rajin… malam 30 waktunya bubar. Good bye ramadhan

apakah hanya seperti itu yang akan kita lakukan?

Mari kita renungkan bersama, semoga ramadhan kali ini bisa kita manfaatkan dengan baik sehingga dapat mengeluarkan kita menjadi seorang hamba yang meningkat derajat ketakwaannya. Ingat teman-teman (mengingatkan diri sendiri juga) ramadhan bukanlah event yang di dalamnya terdapat euforia yang hanya sesaat. Seperti layaknya pesta euro atau piala dunia. Namun ramadhan adalah awal dan sebagai penentu seperti apa kita 11 bulan lainnya selepas ramadhan. Jika selepas ramadhan kita menjadi lebih baik, berarti SELAMAT, kita lulus dan menjadi juara. Namun jika sama saja atau bahkan mungkin bisa lebih buruk, berarti kita termasuk orang yang merugi.

 

 

Catatan penting!

Berhubungan dengan nama-nama malaikat yang 10, jibril, mikail, isrofil, izrail, malik, ridwan, munkar, nakir, roqib dan atid. Di dalam alquran beberapa nama tidak disebutkan, dalam hadist juga. Yang ada di dalam alquran adalah malaikat jibril, malakul maut,mikail,kiroman katibin, raqib dan atid selain itu saya belum pernah menjumpai. Saya juga tidak mengerti darimana nama-nama itu berasal, dikhawatirkan nama-nama itu berasal dari israiliat. Mungkin untuk teman yang membaca resensi ini dan mengetahui tentang asal muasal nama malaikat2 tersebut harap bisa dishare untuk berbagi ilmu. Kami kembalikan kepada pembaca ingin menggunakan nama malaikat yang sudah biasa kita kenal sejak kecil atau nama malaikat yang sesuai dengan alquran😀