Saya terinspirasi untuk menulis artikel ini disebabkan oleh tulisan milik Darwis Tere Liye yang sudah saya baca, clik disini http://darwisdarwis.multiply.com/journal/item/437/kenangan-bersama-kodak

Untuk anak-anak remaja kemungkinan sebagian besar asing dengan nama KODAK. Walaupun tidak menutup kemungkinan masih ada yang tahu sih, paling tidak pernah mendengarnyalah. Tapi jika ditanyakan kepada orang tua kita apa itu Kodak, mereka pasti akan langsung mengingatnya. Ya! Kodak adalah salah satu perusahaan dalam bidang fotografi yang sangat berjaya pada masanya.

Ingatan saya kembali pada waktu saya kecil, ketika benda-benda digital belum merajalela. Setiap studio foto yang ada, pasti memajang logo Kodak.

Logo Kodak

 

Ketika orang menyebutkan kamera, atau foto, pasti yang langsung teringat di kepala adalah merk Kodak ini. Perusahaan Kodak menawarkan berbagai macam atribut dunia fotografi, mulai dari film sampai kamera dengan merk sama. Sampai kepada gerai-gerai warung cuci cetak foto juga terpampang logo Kodak itu.

Namun seingat saya, fenomena Kodak ini sedikit demi sedikit mulai menyusut pada tahun 2000. Saya mulai jarang menemukan logonya dan ternyata perusahaan tersebut menyatakan diri pailit.

Kamera Digital vs Kamera Analog

Saat ini kamera analog sudah terevolusioner hampir 90 % oleh kamera digital (ini perkiraan saya saja karena saya tidak punya data pastinya :-p) Dimana-mana sejauh mata menemukan orang yang memegang kamera, pasti sudah kamera digital. Padahal kata dosen saya, kamera analog adalah teman yan snagat baik untuk belajar basic2 fotografi. Jika pada kamera digital kita bisa membuang-buang frame sesuka kita, tidak puas dengan hasilnya tinggal kita hapus. Pada kamera analog, kita akan dilatih untuk lebih”eman-eman” dalam menggunakan frame yang ada. Gimana nggak eman-eman coba? dengan kamera analog yang paling banyak berisi 36 film, akan sangat sayang jika digunakan untuk memotret sesuatu dengan sembarangan. Karena itu kamera analog dianggap sebagai teman yang baik untuk belajar komposisi, fokus, dan basic lain dalam fotografi.

Jika ingin membandingkan kamera manual dengan kamera analog, tentu saja perbandingannya amat sangat jauh dari segi vitur yang ada dan kemudahan yang ditawarkan, selain itu dengan menggunakan kamera digital, kita bisa menghemat lebih banyak uang untuk mencetak foto yang kita inginkan karena kita bisa memilihnya dan mengeditnya terlebih dahulu sesuka kita.

Bagaimana? apakah tertarik kembali untuk mengenang masa lalu? ambil kembalio kamera analogmu 😉

Iklan