Niat. Semua orang pasti pernah mendengarnya bahkan bisa mengartikannya apa itu niat. Menurutmu niat itu apa? Menurut saya niat itu semacam kemauan dan keinginan untuk melakukan sesuatu. Biasanya niat itu muncul dalam hati seseorang dan menjadi motor agar orang tersebut melakukan sebuah tindakan.

Seorang muslim beriman dengan mendasarkan segala aktifitasnya kepada niat. Niat itulah yang biasanya menjadikan seseorang kuat atau lemah, dan juga menjadi baik atau buruk. Niat yang kokoh akan menciptakan sebuah semangat yang luar biasa untuk bisa melakukan sesuatu. Dan hasilnya tentu akan terlihat lain dengan niat yang biasa-biasa saja.

Sedikit bercerita untuk memulai merangkai kata. Tentang sebuah pengalaman. Ada seorang ayah yang mempunyai niat yang sangat besar untuk memberikan contoh yang baik kepada anak-anaknya. Dia rajin beribadah, rajin membaca alquran, rajin berinfak dan tidak pernah ketinggalan sholat berjamaah. Namun anaknya masih saja bersikap semaunya, nakal, bandel, bahkan cenderung tidak menyukai hal-hal yang berbau ibadah. Kerjaannya bertolak belakang dengan apa yang telah dilakukan ayahnya.

Ada apa dengan niatnya? padahal itu merupakan sesuatu yang benar. Sesuatu yang sangat diperintahkan oleh agama. Apakah niat dan pembuktiaanya tersebut salah? kenapa Allah tidak mengizinkan anaknya menjadi baik? DIsamping baik buruknya seseorang tergantung dari hidayah yang Allah berikan, namun mari kita tilik niat ayah tersebut. Niat dari ayah tersebut adalah untuk merubah anaknya, untuk memberikan contoh kepada anaknya. Apakah salah? TIDAK. Namun menurut saya akan lebih baik apabila dia merubah niatnya. Bukan hanya demi kebaikan anaknya. Namun demi mendapat ridho dan melaksanakan perintah Allah ‘azza wa jalla. Bukankah setiap dari kamu diperintahkan untuk menjauhkan keluargamu dari api neraka? Salah satu caranya dengan melakukan berbagaimacam contoh2 dan nasihat2 yang baik kepada anak, kepada keluarga. Kembalikan semua niat awal hanya kepada Allah. Kasus yang masih saya alami tentang skripsi (sedikit sensitif membahasnya :-p) tapi its okey

Saya mengerjakan skripsi dengan niat untuk memenuhi hak orang tua akan diri saja. Namun alangkah lebih baik apabila saya mengerjakannya dengan niat untuk mencapai ridho Allah dengan cara memenuhi hak orang tua tersebut. Bukannya ridho Allah itu adalah dari ridho orang tua? kalau orang tua ridho dengan kelulusan kita, ridho dengan jerih payahnya yang sudah dipersembahkan untuk kita, berarti Allah pun akan ridho dan tersenyum kepada kita. 🙂 (pelajaran ini saya dapat dari ibu direktur di tempat saya bekerja, terimakasih ibu Dini Inayati)

Oke, jadi yang namanya memurnikan niat itu adalah sesuatu yang SANGAT PENTING.

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah ALlah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus.” (Al-Bayyinah:5)

 

“Katakanlah ‘ Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah ALlah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (enjalankan) agama'” (Az-Zumar: 11)

 

DASYATNYA NIAT

Niat itu bukan sekedar dasar seseorang melakukan sesuatu. Namun nilai niat itu adalah lebih dari itu. Apabila seseorang sudah meniatkan sesuatu yang baik namun dia mendapat halangan untuk melakukannya, maka dengan niatnya tersebut, dia mendapatkan satu kebaikan. Apabila dia menjadikan niatnya itu menjadi sebuah tindakan, maka baginya kebaikan dari niat tersebut dan kebaikan dari perbuatan yang dia lakukan.

“Barangsiapa ingin kepada kebaikan, dan ia tidak mengamalkannya, maka ditulisnya satu kebaikan untuknya.” (Muttafaq Alaih)

 

NIATNYA ROBINHOOD

Pati kenal donk salah satu tokoh pahlawan yang bernama Roobinhood. Dia melawan para koruptor dengan merampok hartanya untuk dibagikan kepada rakyat miskin. Niatnya sih baik, tapi caranya? Sebuah catatan yang saya kutip dari buku Minhajul Muslim

Ketika seorang muslim meyakini bahwa amal perbuatan yang mubah bisa berubah menjadi ketaatan yang berpahala dengan niat yang baik, dan bahwa ketaatan tanpa niat yang baik berubah menjadi maksiat yang mendatangkan dosa dan hukuman, maka ia tidak berpendapat, bahwa kemaksiatan itu tidak bisa dipengaruhi oleh niat yang baik dan untuk kemudian berubah menjadi ketaatan.

Jadi tidak mungkin sebuah tindakan yang haram akan berubah menjadi baik dan halal hanya dengan niat yang baik. Niat yang baik harus disesuaikan dengan perbuatan yang baik pula. 🙂

Semoga bisa bermanfaat ^_^ mari memurnikan niat dalam setiap perbuatan sehari-hari kita 😉