Selamat datang bulan Dzulhijjah. Hari ini tepat hari pertama, disambut dengan turunnya hujan yang membasahi kota lumpia. Berawal dari sebuah pesan singkat dari guru mengaji saya untuk meningkatkan ibadah di 10 bulan dzulhijjah, saya bertanya “Ada apa dengan 10 hari pertama tersebut?” dari berbagai sumber akhirnya saya menemukan jawabannya. Ternyata keistimewaan 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah ini sudah difirmankan oleh Allah dalam kitab suciNya alquran

“Demi Fajar. Dan malam yang sepuluh.” (Al Fajr: 1-2)

Menurut Imam al-Thabari yang dimaksud dengan malam yang sepuluh adalah malam-malam sepuluh dzulhijjah berdasarkan kesepakatan hujjah dari ahli ta’wil ((Jaami’ al Bayan fi Ta’wil al-Qur’an: 7/514)

Ibnu Katsir pun menyebutkan ““Dan malam-malam yang sepuluh, maksudnya: Sepuluh Dzulhijjah sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid, dan lebih dari satu ulama salaf dan khalaf.” (Ibnu Katsir: 4/535)

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.” (QS. Al-Hajj: 27-28)

Ibnu Hajar Al-Asqalani menyebut bahwa keistimewaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah disebabkan oleh berkumpulnya ibadah-ibadah utama yang terdiri dari: shalat, sedekah, puasa dan haji.

Sabda Rasulullah SAW, “Tidak ada suatu hari yang perbuatan baik di dalamnya lebih dicintai oleh Allah SWT daripada amalan sepuluh hari.”

Para sahabat bertanya, “Tidak pula jihad fi sabilillah (lebih baik darinya)?”

Rasulullah SAW menjawab, “Tidak pula Jihad di jalan Allah (lebih baik darinya), kecuali seorang laki-laki yang keluar rumah dengan mambawa jiwa dan hartanya serta pada saat pulang tidak membawa apa-apa.” (HR. Bukhari).

Sudah lihatkan dalil-dalil yang menyebutkan mengapa 10 hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan hari2 yang istimewa. Selanjutnya yuk kita intip amalan-amalan apa saja yang sebaiknya kita lakukan untuk memaksimalkan kesempatan yang Allah berikan 😉

1. Ibadah haji ada di bulan Dzulhijjah, untuk yang sudah mampu menunaikannya, tunggu apa lagi.

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke baitullah.” (Ali Imran:97)

“Haji itu sekali, dan barangsiapa melakukannya lebih dari sekali maka itu sunnah.”(diriwayatkan Abu Daud, Ahmad, dan Al Hakim yang men-shahihkannya)

2. Puasa Arafah.

Puasa ini dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah sebagai sebuah bentuk rasa tenggangrasa terhadap orang-orang yang sedang berhaji yang pada waktu itu sedang berada di padang Arafah. Rasulullah SAW bersabda

“Puasa hari Arafah itu menghapus dosa-dosa dua tahun, setahun yang silam dan setahun yang akan datang. Dan puasa Asyura’ itu menghapus dosa setahun sebelumnya.” (diriwayatkan oleh Muslim)

3. Puasa 10 pertama bulan Dzulhijjah

Yang dimaksud adalah puasa pada 10 hari pertama di bulan dzulhijjah. Amalan sholeh ini lebih dicintai Allah daripada hari-hari lainnya, seperti sabda Rasulullah SAW

 “Tidak ada suatu hari yang perbuatan baik di dalamnya lebih dicintai oleh Allah SWT daripada amalan sepuluh hari.”

Para sahabat bertanya, “Tidak pula jihad fi sabilillah (lebih baik darinya)?”

Rasulullah SAW menjawab, “Tidak pula Jihad di jalan Allah (lebih baik darinya), kecuali seorang laki-laki yang keluar rumah dengan mambawa jiwa dan hartanya serta pada saat pulang tidak membawa apa-apa.” (HR. Bukhari).”

 

4. Memperbanyak dzikir

Dzikir adalah salah satu ibadah yang paling ringan. Bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, dalam keadaan apa saja termasuk dalam keadaan sibuk sekalipun kalau lisan sudah terbiasa berdzikir dan menyebut asma Allah, maka secara otomatis dia akan membiasakan untuk berdzikir.

Dari Ibnu Umar Radiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda “Tidak ada hari yang perbuatan baik di dalamnya lebih agung di sisi Allah dan dicintai-Nya dibanding sepuluh hari. Maka perbanyaklah tasbih, tahmid, tahlil dan takbir di dalamnya.” (HR. Tabrani)

5. Menyembelih qurban bila mampu

Amalan ini khusushon untuk orang-orang yang penghasilannya sudah mampu untuk bisa mempersembahkan seekor hewan qurban kepada saudaranya yang lain. Peristiwa ini kembali mengingatkan kepada agungnya rasa taat nabi Ibrahim as kepada Allah, suatu bentuk ketaatan yang besar pula untuk orang-orang yang mau berbagi menyembelih hewan qurban. Beli Gadget yang puluhan juta aja bisa masa cuma berqurban satu kambing atau sapi aja masih pikir2 😉

“Maka sholatlah untuk Tuhanmu dan berkurbanlah.” (Al Kautsar: 2)

Keutamaan hewan qurban

Para sahabat bertanya “Apa hewan kurban itu?” Rasulullah SAW menjawab “Hewan kurban adalah sunnah ayah kalian, Ibrahim.” Para sahabat bertanya, “Apa yang diperbolehkan kami daripadanya?” Beliau menjawab, “Pada setiap helai rambut terdapat satu kebaikan.” Para sahabat bertanya kembali “Bagaimana dengan bulunya?” Beliau menjawab “Pada setiap sehelai bulunya terdapat satu kebaikan.” (Diriwayatkan At Tirmidzi dari Ibnu Majah. Hadist ini hasan.)

Hikmah Berqurban

  • Bertaqarrub kepada Allah Ta’ala
  • Menghidupkan sunnah imam orang-orang yang bertauhid, Nabi Ibrahim as. “Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. (Ash-Shaffat: 107)
  • Menebarkan kasih sayang pada hari Idul Adha kepada orang-orang fakir dan orang miskin
  • Sebagai bentuk syukur kepada Allah atas hewan ternak yang diberikan

Demikian apa yang dapat saya sampai mengenai keistimewaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, semoga kita semua dapat memanfaatkan waktu ini dengan sebaik-baiknya. Wallahu a’lam 🙂