Dalam bayang sendu kau kusapa

wahai putri dalam cerminku, temani diriku terluka

Dalam bayang semu kau kupinta

hapuskan sedihku pancarkanlah senyummu,

buatlah diriku tertawa

Bawa daku bersamamu capai bintang-bintang, sinari sepiku

Wahai putri ku dalam cerminan hiburlah hatiku

Walau dalam lamunan

-sherina-

Minimal dua kali sehari aku menyapamu wahai putri. Melihatmu aku selalu mencoba tersenyum, karena kau pun akan ikut tersenyum denganku. Cantik menurutku. Bahkan sangat cantik. Mungkin orang lain tak sependapat soal ini. Tapi biarlah. Biarlah hanya aku dan kamu saja yang mengakuinya. Itu sudah cukup🙂

Senyummu yang mengembang, menyiratkan berjuta makna yang kau pendam. Hanya ketika melihat mata hitam mu itu aku mengerti. Ada banyak cerita di sana yang mungkin coba kau sembunyikan. Yang mungkin coba kau rahasiakan.

Putri, mungkin hanya kita dan Tuhan yang tahu isi paling tersembunyi dari kalbumu. Maksud paling ikhlas dari dalamnya perasaanmu. Terkadang kesemuanya itu terbungkus dalam sikap yang penuh dengan ketidaksempurnaan. Cela dan cacat. Namun itulah yang menandakan kau bukan malaikat.

Putri, melihatmu dalam cermin, seperti melihat ratusan confeito dalam toples kaca. Jelas, transparan, merah, kuning, hijau, ungu, dan orange. Tanpa adanya kaca mata dari lalu lalang orang-orang. Namun itulah yang dinamakan kejujuran.

Putri, mungkin aku dikelilingi banyak teman yang pengertian, namun sejujurnya kau lah sosok teman paling mengerti siapa aku setelah Rabbku. Akulah yang bukan teman terbaik untukmu, karena ketika kau menangis, aku tidak pernah ada di hadapanmu. Aku datang hanya dengan senyum karena aku hanya ingin melihatmu tersenyum. Tidak ingin melihatmu menangis. Dan aku tahu di balik senyummu yang mendamaikan hati, ada tangis tertahan yang tak pernah kau munculkan di depanku.

Tak mengapa putri… tetaplah tersenyum. Karena senyummu adalah salah satu hal yang membuat hatiku tenang. Hanya dengan melihat senyum termanis mu🙂

 Allahumma kamaa khasanta kholqiy, fa ahsin khuluqiy ^_^

Image