“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.” (Al An’am 99)

Hujan turun sore ini sebagai sebuah bentuk penghilang kebosanan dan kepenatanku. Sembari menunggu hujan reda, alangkah bagusnya kalau memanfaatkan momen tersebut untuk berburu foto.

Lets see my capture this afternoon😉

_DSC0305

Haaa kalau mau dikasih judul, apa ya kira-kira judul yang tepat? Umbrella girl? tentu saja bukan, nggak ada girl nya disana *krik-krik. Sebenarnya satu hal yang saya impikan adalah bisa memotret seorang gadis berpostur tinggi dengan payung cantik (maksudnya payung yang transparan) memakai long dress, berjilbab, sedang berada di tengah guyuran hujan tersebut. Tapi pertanyaannya adalah siapa yang mau jadi modelnya? Saya juga pikir-pikir sih. Kalau sampai sang model sakit malah repot, jadi tanggungjawab nanti :p

_DSC0308

Sebenarnya keinginan itu hampir terwujud saat seorang ibu bersama anaknya yang masih kecil lewat. Tak ada gadis tinggi semampai, seorang ibupun jadi lah ya. Si ibu adalah objek yang pas untuk dijadikan foto model. Tapi ketika saya berkata “Ibu jangan cepat-cepat jalannya, pelan-pelan saja. Mau saya poto.” Eh layaknya artis yang ketahuan paparazi, si ibu malah berjalan makin cepat. Yaaaah gagal total deh! Oke anda belum beruntung menjadi foto model saya berarti bu😀

_DSC0312Tak ada orang, atap musholapun jadi :p

Gambar selanjutnya, sejujurnya saya ingin memotret percikan-percikan air hujan. Kalau lihat jepretan orang-orang yang sudah ahli kan keren-keren banget tuh yang namanya cipratan air. Yang ada ada begitu memainkan diafragma sama shutter speednya, karena mungkin masih amatir jadi belum bisa menemukan posisi yang pas. Berkali-kali dicoba akhirnya cuma dapat seperti ini

_DSC0322Asli, kalau pelukis bisa memilih kata abstrak untuk jenis lukisannya, saya pun sepertinya boleh menggunakan kata itu untuk menggambarkan foto yang satu ini. Noisenya banyak banget tapi sebetulnya kalau noise itu berupa semburat cahaya lampu-lampu aneka warna, mungkin hasilnya akan jauh lebih bagus. Tapi dimana nyari lokasi yang penuh dengan cahaya lampu? Memang butuh niat yang besar untuk menghasilkan foto yang diinginkan. Harus mau mencari golden moment dan golden place juga tentunya.

_DSC0326

Sedikit tertolong dengan adanya mobil yang menyorot dengan lampunya. Tapi sekali lagi yang namanya moment itu begitu cepat berlalu. Wal hasil cuma dapat ini. Well tak apalah namanya juga masih belajar. Ditambah lagi sudah berbulan-bulan nggak bercengkerama dengan kamera, jadi wajar kalau masih kagok *alibi :p

Sebetulnya masih ingin nongkrongin hujan. Sampai puas dapat foto yang diinginkan. Tapi suara adzan maghrib berkumandang. Ya sudah harus terpuaskan dulu sampai di sini. Satu ayat terakhir tentang hujan sebelum saya tutup catatan si mungil episode hujan kali ini

“Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (Al Baqarah: 22)