“Subhanallah istriku cantik sekali.”

“Waaah baik sekali istriku.”

Kata-kata manis seperti itu, walapun kelihatan sangat klise dan terdengar gombal, namun perempuan mana sih yang tidak merasa klepek-klepek apabila mendengar suaminya mengatakannya? Yup! ditunjukkan atau disembunyikan, seorang perempuan pasti akan merasa sangat tersanjung apabila ada punjian yang dilontarkan kepadanya. Tidak dapat dipungkiri karena itu adalah fitrahnya. Apalagi jika yang memuji adalah orang yang sangat dicintainya. Iyakan iyakaaaan? 😉

Kata-kata manis seperti itu memang sudah sewajarnya dilontarkan oleh seseorang kepada pasangannya, selain dapat mengharmoniskan hubungan, kata-kata manis tersebut juga bisa menimbulkan semangat luar biasa dapat menjalani hari (pengalaman pribadi haha 😀 oke maaf jika ada yang tidak setuju)

Namun bagi seorang istri, kata-kata paling indah yang menjadikannya senang luar biasa bahkan bisa sampai ngefly without wings *sedikit hiperbol 😛 adalah bukan hanya kata-kata seperti itu. Ada satu perkataan dari suami yang sangat berharga bahkan lebih berharga dan lebih mahal harganya jika dibandingkan dengan emas permata bahkan berlian sekalipun dan beruntunglah untuk mereka yang berhasil mendapatkannya. Kata-kata apakah itu?

“AKU RIDHO KEPADAMU ISTRIKU.”

Oke, hanya satu kalimat tapi maknanya luar biasa dasyat (Setidaknya bagiku) 🙂 kenapa? karena ridho seorang suami adalah SALAH SATU tiket dari sejuta macam tiket lainnya yang bisa menjadikan seorang istri masuk syurga dari pintu syurga manapun yang diinginkannya. Bayangkan, kita bisa memilih untuk masuk syurga dari manapun 😮 subhanallah sekalikan? Eits tapi tentu saja kata-kata ini tidak dapat dengan mudah diucapkan oleh seorang suami. Seorang suami, baru akan mengatakannya ketika seorang istri berhasil melayaninya dengan sangat baik. Tidak hanya melayani dalam hal “you know what” tetapi juga melayani dalam kegiatan sehari-hari lainnya seperti menyiapkan kebutuhannya, makanannya, dan mendampinginya.

Saya pernah mendengar sebuah cerita saat pengajian. Ada seorang sahabat yang di rumahnya menyediakan cambuk. Ketika ditanya untuk apa cambuk tersebut, maka sahabat itu menjawab cambuk itu adalah milik istrinya yang disediakan untuk mencambuk apabila dirinya merasakan ketidakpuasan terhadap pelayanan yang diberikan oleh istrinya tersebut. Nama sahabatnya siapa dan bagaimana kisah lengkapnya saya sendiri kurang tau 😛 karena kurang mendengarkan kajian dengan serius *astaghfirullahal ‘adzim. Jika ada yang tahu, tolong referensinya yaa 😀

“Jika aku boleh menyuruh seseorang untuk sujud kepada orang lain, tentu aku akan menyuruh seorang istri untuk sujud kepada suaminya.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Itulah kedudukan suami yang sangat tinggi di hadapan seorang istri, jadi mendapatkan ridhonya juga merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri. Namun tipe suami bermacam-macam, ada dari mereka yang suka berterus terang dan mengatakannya langsung kepada istrinya, namun tak jarang juga ada diantara mereka yang tidak mengatakannya secara langsung namun selalu mendoakan istrinya dan menyatakan rihonya dalam setiap doanya. Apapun ekspresinya semoga setiap perempuan di dunia ini diberi kesempatan untuk bisa mendapatkan ridho suaminya. Mari berjuang untuk ituuuuuuu 😀

“Barakallahu fiek” adalah kata-kata paling saya senangi yang diucapkan oleh suami hihii

images

Iklan