_DSC0346 edited

Seminggu yang lalu, ada dua berita duka yang terdengar dari speaker masjid di dekat kontrakan kami. Kabar meninggalnya dua orang tetangga. Qulli nafsi daiqotul maut. Ya, setiap yang berjiwa pasti akan menghadpi kematian. Kapan dan dimana kematian itu akan menghampiri, hanya Allah yang tahu. Di sini saya sering mendengar mitos-mitos yang beredar di kalangan masyarakat bahwa selama 40 hari, nyawa seseorang yang baru meninggal sejatinya masih ada di sekitar keluarganya. Hal inilah yang sering menjadikan seseorang memimpikan sanak saudaranya yang baru meninggal. Beberapa masyarakat meyakini jika hal itu terjadi karena arwah almarhum masih berada di sekitar mereka. Benarkah demikian?

Ada sebuah hadist shahih yang mengisahkan tentang perjalanan ruh setelah berpisah dari jasadnya. Tulisan ini saya repost dari note di FB suami saya setahun yang lalu, semoga bisa menambah khasanah kita tentang keislaman dan semoga semakin meningkatkan kita untuk lebih banyak beramal sholeh. o:-)

Imam Ahmad meriwayatkan dari Al Barra bin Azib,dia berkata:

“Kami mengantarkan jenazah salah seorang dari kaum anshar bersama Rasul SAW. Kami pun tiba ke suatu kubur yang belum di tutup lahatnya. Maka Rasulullah duduk dan kami pun duduk di sekitarnya. Seolah di atas kepala kami ada burung yang di kakinya ada kayu yang hendak dijatuhkan ke bumi .Beliau mengangkat kepalanya lalu bersabda:

“Mintalah perlindungan kpd Allah dari azab kubur”

Beliau mengatakannya 2 atau 3 kali kemudian beliau melanjutkan:

“Apabila seorang mukmin meninggal dunia dan menghadap akhirat maka turunlah kepadanya para malaikat dari langit yang berwajah putih seperti matahari. Mereka membawa kain kafan dan membawa beberapa selimut dari surga. Mereka duduk di dekat hamba itu dengan mengarahkan pandangan. Kemudian datanglah Malaikat maut dan duduk di dekat kepala hamba itu seraya berkata: “Hai jiwa (ruh) yg baik keluarlah menuju ampunan dan ridho Allah ta’ala”.

Maka ruh pun keluar mengalir seperti mengalirnya tetesan air dari minuman. Malaikat maut pun mengambilnya. Tatkala ia mengambilnya maka para malaikat lain tidak membiarkan ruh itu berada di tangan Malaikat maut sekejap mata pun sehingga mengambilnya lalu meletakkannya di dalam kafan dan selimut tersebut. Dari ruh itu keluar semerbak wangi yang lebih harum daripada kesturi yang ada di permukaan bumi. Para malaikat membawanya naik. Tidaklah mereka melewati suatu kelompok malaikat melainkan mereka berkata:

“bau harum apakah itu?’. Para malaikat pembawa ruh berkata:”ia adalah bau ruh fulan bin fulan”.

Para malaikat memanggilnya dg nama terbaik yang dahulu digunakan di dunia. Akhirnya sampailah mereka di langit dunia. Mereka meminta dibukakan (pintu langit) untukk ruh itu. Lalu dibukakanlah untuknya serta disambutlah oleh setiap malaikat penghuni langit lalu diantarkanlah hingga ke langit berikutnya hingga sampai ke langit ketujuh.Maka Allah ta’ala berfirman:

“Tuliskanlah catatan hambaKu di dalam surga yang tinggi dan kembalikanlah ia ke bumi, karena dari bumilah aku menciptakan mereka dan ke bumilah AKU mengembalikan mereka serta dari bumilah AKU mengeluarkan mereka pada kali ke 2”.Nabi bersabda: “kemudian ruh itu dikembalikan ke jasadnya,ia didatangi oleh 2 malaikat lalu mendudukkannya. Kedua malaikat berkata padanya:

“siapakah Rabbmu?”

ia menjawab:”Rabbku adalah Allah”

malaikat bertanya lagi :”Apakah agamamu?”

ia menjawab:”agamaku Islam’

malaikat bertanya lagi:”siapakah org yang diutus kepadamu?”

ia menjawab:”org itu adalah Rasulullah saw”

malaikat bertanya lagi:”apa pengetahuanmu?”

ia menjawab:”aku membaca kitab Allah (alquran),maka aku mengimani dan membenarkannya”

Tiba2 ada suara penyeru dari langit: “sesungguhnya hambaKu telah berkata jujur,maka hamparkanlah utknya permadani surga dan pakaikanlah ia pakaian dari surga serta bukakanlah untuknya pintu menuju surga”.

Maka didatangkanlah utknya angin yang sepoi2 serta keharuman (surga) dan dilapangkan kuburnya sejauh mata memandang.Nabi bersabda: “lalu datanglah kepadanya lelaki yg indah wajahnya,indah pakaiannya,harum baunya,seraya berkata:”bergembiralah dg apa yg membahagiakanmu,inilah hari yang dulu dijanjikan padamu.Ruh itu berkata:”siapa kamu?wajahmu merupakan wajah yang membawa kebaikan”,ia menjawab:”aku adalah amalan sholehmu”. org mukmin itu pun berkata:ย  “ya Rabb segerakanlah hari kiamat,”

Lalu nabi bersabda:”sedangkan apabila org kafir meninggalkan dunia dan menuju akhirat maka turunlah padanya para malaikat dari langit yang berwajah hitam.Mereka membawa tenunan kasar dan duduk di dekatnya sambil mengawasinya.Kemudian datanglah Malaikat maut dan duduk di dekat kepalanya seraya berkata:”Hai ruh yg buruk keluarlah menuju kemurkaan dan kemarahan Allah”.Nabi bersabda:”Maka ruh meninggalkan jasadnya”.Malaikat maut mencabut ruh spt menarik keluar tusuk besi dari daging basah.Setelah dia mencabutnya dia tdk membiarkan sekejap pun ditangannya sehingga ruh itu disimpin dalam tenunan kasar.Maka keluarlah darinya bau yg lebih busuk dari bangkai terbau yg ada di bumi.

Para malaikat membawanya naik,tidaklah mereka melintasi suatu kelompok malaikat melainkan mereka berkata:”bau busuk apakah ini?”,,mereka menjawab:”ini bau busuk fulan bin fulan”.Mereka memanggilnya dg nama terburuk yg dulu digunakan di bumi.Mereka tiba di langit dunia seraya meminta dibukakan pintu utknya.Namun pintu itu tdk dibukakan utknya,lalu Rasul saw mmbacakan ayat:”tidak dibukakan baginya pintu2 langit dan mereka tidak akan masuk surga hingga unta masuk dalam lubang jarum”(QS Al A’raaf:40)

maka Allah ta’ala berfirman:”Tuliskanlah baginya tempat didasar bumi yg terendah”.

Kemudian malaikat melemparkan ruh itu dg keji,lalu Rasul saw membacakan ayat:

“adapun org yg menyekutukan Allah,maka dia seolah2 jatuh dari langit,lalu disambar burung atau dia dihempaskan angin ke tempat yg jauh”(Al Hajj:31)

Kemudian ruh itu kembali ke jasadnya.Lalu datanglah 2 malaikat seraya mendudukkannya dan berkata:

“siapakah Rabbmu?”

ia (mayat org kafir) itu menjawab:”a..a..aku tdak tahu”.

malaikat bertanya lagi:”apa agamamu?”

ia menjawab:”a..a..aku tdak tahu”.

malaikat bertanya lagi:”siapa org yg diutus kepadamu?”.

ia menjawab:”a..a..aku tdak tahu”.

Tiba2 ada suara penyeru dari langit:”hambaKu berbohong,maka hamparkanlah utknya sebagian dari hamparan neraka dan bukakanlah baginya sebuah pintu dari pintu neraka”.Lalu didatangkanlah padanya panas dan racun api neraka.

Allah menyempitkan kuburan itu baginya hingga tulang rusuknya berceceran.Kemudian datanglah kepadanya seorang lelaki berwajah buruk,berpakaian buruk,dan berbau busuk lalu berkata:”bergembiralah dg apa yang menyedihkanmu,inilah hari yg dulu dijanjikan padamu”.

ia (mayat org kafir) itu berkata:”siapakah kamu?,wajahmu merupakan wajah yg datang membawa keburukan”.

org itu menjawab:”aku adalah amalan burukmu”.Mayat org kafir itu berkata:”Ya Rabbku janganlah engkau menyegerakan hari kiamat”.(HR.Ahmad 4/287,Abu Daud dlm Kitaabus Sunnah,bab “permasalahan azab kubur”.Al Haitsami dalam kitab “Majma’uz Zawaaid” 3/49-50,Abu Nu’aim dalam kitab “Al Hilyah” 8/10.Ibnu Abi Syaibah dalam kitab “Al Mushannaf” 3/374,dan Al Anjuri dalam kitab “Asy-Syari’ah” hal:327.Al Haitsami berkata:”Diriwayatkan oleh Ahmad dan rijalnya adalah rijal shahih.Muslim,An Nasa’i,Ibnu Majah,Abu ‘awanah Al Isfira’ainy di dalam shahihnya)

Dari hadist tersebut jelaslah bahwa ruh, setelah berpisah dari jasadnya langsung mengalami sebuah perjalanan untuk bertemu Allah ta’ala untuk kemudian berlaku terhadapnya alam kubur yang berupa nikmat dan luasnya liang kubur untuk orang-orang dengan amal baiknya dan azab kubur untuk orang-orang yang selalu beramal buruk. Jadi menurut saya kemungkinan seseorang yang merasa didatangi oleh saudaranya yang baru meninggal bukan lantaran ruh almarhum masih berada di sekitarnya, melainkan mungkin karena rasa kurang ikhlas yang dirasakannya untuk melepas kepergian orang yang disayangnya tersebut๐Ÿ™‚ wallahu a’lam