Memang kesehatan itu adalah mutlak pemberian Allah.. tidak akan ada yang bisa menebak apa yang terjadi kepada jiwa seseorang.  Tadi malam kondisinya dalam keadaan sehat wal afiat tidak kurang suatu apapun bahkan masih bisa bercanda dan tertawa.  Namun paginya mendadak panas badannya mulai meningkat. Entah apa penyebabnya, yaku saya tahu beliau menyalakan kipas angin terlalu kencang semalaman akibat kepanasan. Memang udara di Jakarta ini identik dengan kadar panas yang cenderung tinggi. Semangatnya untuk menuntut ilmu dan bertemu dengan teman-temannya di kampus, terpaksa harus saya padamkan karena saya tidak tega melepasnya pergi dengan keadaan badan yang kurang fit seperti itu. 😦

Sungguh menyaksikan orang yang kita sayang tergolek lemas di atas tempat tidur adalah sebuah hal yang menyiksa. Aku mencoba belajar dan memahami bagaimana perasaan seorang ibu ketika melihat buah hatinya terbaring sakit. Hanya doa yang berkali-kali terucap untuk kesehatannya selain upaya sebaik mungkin memberikan kenyamanan dan menyediakan apa yang dia butuhkan. Saya hanya berusaha memberikan pertolongan pertama berupa obat paracetamol 500 mg yang saya beli di warung sebelah. Dan setelahnya saya kompres dengan air dingin. Semakin siang suhu badannya bukan mulai turun tapi mulai meningkat. Saya sadar saya tidak boleh panik dalam keadaan seperti itu. Saya harus bisa berpikir tenang. Tepat pukul 11.00 setelah menyuap semangkuk bubur ayam, kondisi badannya semakin mengkhawatirkan. Tubuh yang biasanya gagah itu kini mulai menggigil kedinginan. Sosok yang tidak pernah bisa jauh dari kipas angin dan AC, sekarang mulai antipati dengan dua benda pendingin ruangan tersebut. Rabbiy apakah yang terjadi padanya? 😥

Ingin rasanya sara mengajaknya ke dokter namun dengan kondisi saya yang sedang mengandung dan kondisi dia yang mulai lemas, tidak mungkin kalau kami harus naik sepeda motor. Terbersit dalam kepala saya untuk meminta tolong kepada sahabat-sahabatnya untuk membawanya ke dokter namun dia menolak. Saya pun tahu pertolongan pertama yang bisa diberikan kepada orang yang menderita demam hanya memberinya paracetamol. Kalau dalam kurun waktu 3 hari masih belum sembuh, barulah bisa melakukan check laboratorium. Beruntung papi mertua segera datang dan langsung membawa kami ke UGD di rumash sakit terdekat.

Ternyata benar apa yang selama ini aku ketahui, seseorang yang menderita demam tidak perlu langsung dibawa ke laboratorium untuk dicheck darahnya karena ketika awal demam, hasil pemeriksaan darah tentu akan sempurna dan bakteri atau virus belum bisa terdeteksi. Begitu pula yang dikatakan oleh dokter saat itu dan dia hanya memberi kami resep berupa paracetamol saya. Selain paracetamol, ada satu bahan alami yang bisa dijadikan penurun demam yaitu air kelapa muda. Benar saja setelah meminum air kelapa muda, panas di badan suami menurun drastis. Subhanallah Rabb yang Maha Menciptakan. Apapun dan sekecil apapun benda-benda ciptaanNya menyimpan khasiat dan kegunaan untuk makhluk hidup yang lainnya.

Ini sudah hari kedua suami sakit. Keceriaan yang biasanya menghiasi wajahnya, kejahilan-kejahilan kecil yang sering pelengkapi tingkah lakunya, belum kembali. Semoga Allah sang Maha Penyembuh terbaik menyembuhkan sakit abi secara sempurna. Syafakallah abi :-*

Iklan