Enterpreneur menjadi sebuah cita-cita yang sangat diidam-idamkan oleh banyak orang. Terlebih lagi oleh kaula muda. Terbukti dengan banyaknya peminat yang mengikuti lomba bussiness plan yang memperebutkan hadiah berupa modal yang bisa digunakan sebagai langkah awal menjadi seorang pengusaha. Tapi untuk mewujudkan cita-cita dan keinginan itu yang susahnya minta ampyuuuuuun. Salah-salah bukan menjadi enterpreneur tapi menjadi entertainer. Loh kok bisa? Iya menjadi entertainer yang hobinya menghibur diri sendiri kalau target-target yang dibuat untuk menuju ke jenjang pengusaha tidak kesampaian. “Tenang saja, masih ada banyak waktu kok.” “Yah wajarlah kalau belum kesampaian, masih banyak yang perlu dipikirkan.” “Ingin menyelesaikan kewajiban yang lain dulu lah.” “Kerja dulu sama orang lain buat nyari modal.”

Bla bla bla aaah terlalu banyak excuse itu namanya. Padahal point yang paling penting dari keinginan untuk menjadi pengusaha adalah ACTION. Pada sore hari ini saya ingin mengisahkan tentang dua orang kenalan saya yang saya sebut mereka sebagai “CRAZY PEOPLES” Why? why? Yaa kalau mungkin bagi sebagian orang enterpreneur masih dalam tingkatan sebuah cita-cita yang agung, dua orang yang saya kenal ini menurut saya sudah naik ke tingkatan yang lebih atas. Dengan “kegilaan” mereka, sudah berhasil mencemplungkan diri di dunia yang memang menuntut sebuah keberanian dan kegilaan yang sesungguhnya. Untuk orang-orang yang ragu-ragu, mending mundur deh daripada ketabrak, istilahnya begitu. Semoga saja kedua teman saya ini tidak protes namanya saya bawa ke tulisan saya ini, atau mungkin justru seharusnya mereka berterimakasih karena sekalian mempromosikan diri, kan mereka masih jomblo :-p lupakan kalimat terakhir tadi

Yang pertama ini seorang perempuan tulen, nggak setengah-setengah. Saya mengenalnya pertama kali dari seorang sahabat saya di kampus yang bernama Chiqux (nama yang unik, aneh  sih sejujurnya :-p). Jadi ceritanya waktu itu kami bertiga berniat untuk ikut bussiness plan dengan hadiah yang menggiurkan. Pertama kali berkenalan dengan dia, saya merasa sebuah kehangatan, seperti sudah kenal lama, bahkan saya sampai menginap di rumahnya (mungkin memang saya yang tidak tahu diri) bagaimana bisa baru kenal bisa numpang nginep, numpang makan, numpang mandi pula? Sudahlah itu tidak penting. Yang jelas kami menginap di rumahnya untuk lembur mengerjakan bussiness plan itu. Sebut saja namanya Noi (kok kata-katanya jadi mirip reportase investigasi?) Beberapa orang memanggilnya memang dengan nama Noi. Dia adalah nominasi pertama “crazy peoples” versi saya. Kenapa?Noi dalam kacamata saya adalah seorang yang sangat unik dengan berbagaimacam pemikirannya yang out of the box (baca: kreatif). Cara dia dalam memandang sesuatu menjadi sangat berbeda bagi saya. Entahlah ketika orang melihat itu adalah telor, Noi melihatnya sebagai bakal calon anak ayam. No mainstreem. Walaupun hanya bertemu sekali pda waktu itu namun saya masih suka mengintip tulisan di blognya (Uups ketahuan. *sebuah pengakuan). Setelah membaca tulisan-tulisannya saya seolah merefresh sendiri pikiran saya dan mendapatkan sesuatu yang segar. Ibarat kehausan saya jadi merasa segar lagi (yang ini serius, tidak dibesar-besarkan apalagi dilebih-lebihkan). Sosok Noi seakan mempunyai kerajaan sendiri yang tidak sembarangan orang bisa memasukinya dan mengikuti cara berfikirnya.

Yang saya tahu dari sosok Noi yang diceritakan oleh Chiqux, dia sudah mencoba berbagaimacam hal yang bersangkutan dengan enterpreneur. Salah satu ide yang saya dengar darinya dalah es krim ketela ungu. Entah bagaimana rasanya saya sendiri belum bisa merasakannya hingga tulisan ini saya buat. Noi ayo kirim aku es krimnya hehe😀

Saya sendiri sebenarnya sampai kesulitan untuk mendeskripsikan sosok Noi. Buat yang ingin berkenalan lebih lanjut dengan dia langsung saja kunjungi blognya ya http://noesangpemulungoneng.blogspot.com

Sosok kedua adalah teman semasa saya duduk di Madrasah Aliyah dan merupakan teman suami saya juga. Nama bekennya Boim. Kalau nama asli bisa bikin merinding, takut dikira imigran gelap dari Irak haha. Jadi si Boim ini merupakan sosok aplikatif dari berbagaimacam jenis usaha yang pernah dijalankannya. Yang saya tahu pada awal dulu dia sangat hobi memelihara hedgedog atau bahasa kerennya landak mini. Gara-gara dia juga saya jadi tertarik dengan hewan berduri tak tajam itu. Berawal dari hobinya itu lama-lama punya peternakan landak mini sendiri dan akhirnya dibisniskanlah itu landak mini. Waktu itu harganya masih tinggi mengingat jumlahnya yang masih sangat minim di pasaran. Saya kena getahnya juga. Saya mencoba mengikuti jejaknya bisnis landak mini dan hasilnya lumayan bikin dompet gendut hihii😀

Setelah bosan mungkin dengan hewan berduri itu, usaha lainnya adalah distro. Kalau yang ini saya pikir benar-benar serius karena dia sudah membuka sebuah kedai atau toko. Bahkan di beberapa event pameran, Boim menyewa sebuah stan dan nangkring disana untuk mempromosikan distronya. Namun entah apa yang terjadi hanya dia dan Allah yang tahu katanya usaha distronya bangkrut gara-gara dia kurang perhitungan.

Tidak sampai disana. Setelah distro, Boim mencoba menjadi juragan nasi uduk. Juga dengan sewa tempat dan brand yang sudah dikenalkan melalui jejaring sosial dan lain-lain. Beberapa bulan mulai saya melihat inconsistent kembali dari dirinya. Dan saat ini dia sedang bergelut dengan bisnis obat herbal

Entah pengalaman berharga apa yang mereka berdua punya, sebenarnya saya ingin sekali sekedar berbincang dan mencari ilmu dari mereka. Syukur-syukur bisa dapat traktiran Jco atau Es teh lah minimal (Jauh banget dari Jco ke es teh *tepok jidat) Tapi qodarullah belum mempertemukan saya dengan mereka. Yang jelas mereka cukup menjadi sosok yang isnpiratif untuk saya bahwa enterpreneur bukan sekedar khayalan dan mimpi untuk orang-orang yang berani mengambil tindakan dan keluar dari zona aman mereka.😀