Ada yang pernah mendengar istilah confeito? Hmmm mungkin di Indonesia istilah satu ini sangat jarang terdengar dan banyak yang tidak tahu istilah apa itu… Tapi coba lihat gambar berikut

confeito 6ย  Nah setelah melihatnya, pasti sudah ada gambarankan confeito itu apa?๐Ÿ˜€ Confeito tidak lain dan tidak bukan adalah nama jenis permen. Sedikit membahas sejarah tentang confeito (sedikit saja tentang asal usulnya, tidak usah banyak-banyak๐Ÿ˜› )

Confeito adalah permen yang berasal dari Jepang dan berbentuk bintang warna-warni yang rasanya manis. Nama confeito sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Portugal yang artinya gula-gula (tuh kan bahannya saja dari gula berarti rasanya manis). Kalau ingin tahu lebih lanjut, search saja ya di mbah google๐Ÿ˜€

Untuk saya yang masuk ke dalam golongan orang visual, melihat benda warna-warni seperti confeito itu senangnya luar biasa๐Ÿ˜€ karena kecenderungan orang visual memang menyukai keindahan dan warna-warni yang sedap dipandang mata.

confeito 7Bagi saya, confeito itu mengingatkan saya tentang kehidupan. Kehidupan yang penuh warna dan indah. Walaupun kehidupan itu sendiri tidak selamanya berwarna cerah seperti layaknya confeito, terkadang harus kita temui pula warna-warna kelam di dalam kehidupan. Juga tentang rasanya. Kehidupan tidak akan selalu berasa manis seperti confeito yang memang terbuat dari gula. Selain manis, ada asam, asin, dan pahit yang kita rasakan dalam kehidupan ini (bukan bermaksud ngiklan loh)๐Ÿ˜€

Masalah warna dan rasa kehidupan sebenarnya tergantung bagaimana kita menjalaninya. Hanya saja saya ingin selalu mencoba menjalani kehidupan ini dengan positif agar warnanya selalu cerah dan manis seperti confeito. Percaya Allah tidak akan memberikan segala sesuatu yang jelek kepada hambaNya.๐Ÿ™‚ Kalaupun kita mengalami kesulitan, Allah sudah memberikan jalan keluarnya.

Nah kan buat apa bersedih hati. Tentang kehidupan ini sebenarnya mudah. “Apabila kamu tidak bisa merubah keadaan sesuai dengan keinginanmu, maka kamu hanya perlu merubah hatimu untuk bisa menerima keadaan terebut.” So simple kan?๐Ÿ˜€

Masih ngobrolin soal confeito, selain gula-gula ada juga confeito yang bisa digunakan sebagai hiasan. Confeito ini saya buat dari pita. Ceritanya dulu ketika memasuki masa-masa galau, saya diperkenalkan oleh sahabat saya, namanya Weka (sekarang dia seorang dokter cuy tapi tetep aja galaunya belum hilang hihiii). Suatu hari ketika main ke kamarnya, saya melihat dia sedang membuat sesuatu dari pita kertas. Dia menamainya dengan bintang harapan (ce ilaaaah kalau inget masa-masa itu sungguh prihatin๐Ÿ˜› tapi untuk menuju ke tahap dewasa kami memang harus melaluinya.) Satu persatu bintang harapan itu dikumpulkan dan sayapun ikut terhipnotis olehnya. Satu persatu bintang harapan itu saya kumpulkan walaupun pada akhirnya saya buang karena hanya menjadi sahpah yang menumpuk saja di lemari saja hihii

Seperti apapun kehidupan, kitalah yang menjadikannya indah atau kelam tentu saja atas izin Allah ya๐Ÿ™‚