Waktu itu hari sabtu tanggal 14 november, kami harus mengantar rewang yang qadarullah harus pulang kampung karena dokter mendiagnosis sakit usus buntu. Awalnya sempat bingung masa iya abi sendiri yang akan mengantar rewang itu ke terminal depok. Kalau saya ikut serta otomatis harus membawa si kecil karena tidak mungkin meninggalkannya. Hanya ada dua pilihan itu dan akhirnya kami memilih yang kedua.

Belum-belum pergi,sudah terlintas dalam benak kami seperti apa repotnya perjalanan . Kalau Adzkiya di jalan rewel bagaimana? Kalau nangis bagaimana? Kalau saya tidak bisa mendiamkannya bagaimana? Dan bagaimana bagaimana yang lain. Aaah kalau cuma dipikir malah bikin stres. Sudahlah jalani saja. Bismillah. Baru mau berangkat, di rumah sudah ribet dengan gendongan mana yang akan dipakai. Maklum ini pertama kalinya saya mengajak Adzkiya pergi agak jauh dari rumah semenjak kami tiba di Depok. Sudah selesei dengan masalah gendongan, akhirnya kami meluncur. Abi sendiri yang mengemudikan mobil.

Baru beberapa meter keluar kompleks perumahan, Adzkiya sudah tidak betah di dalam gendongan. Mungkin dia merasa sumpek kali ya… akhirnya saya dudukkan dia di atas pangkuan saya. Alhamdulillah dia duduk anteng sepanjang perjalanan. Tidak henti-hentinya tengok kanan-kiri sepertinya asyik sekali menikmagi pemandangan  😀 wajar sih karena kalau dirumah selalu ketemu dengan 4L alias lo lagi lo lagi. Begitu keluar rumah sepertinya dia senang sekali. Tidak dilewatkan kesempatan untuk eksplorasi keadaan sekitar. ENtah apa yang ada di pikiran sholehah kami itu. Sepanjang jalan saya mencoba mengajaknya berdialog tentang berbagaimacam hal yang kami lihat bersama namun sepertinya dia lebih asyik dengan pikirannya sendiri. Biasanya kalau diajak ngobrol dia selalu membalas walaupun dengan suara au auu kaka hihii luculah mengobrol khas Adzkiya yang baru belajar mengelurkan kata-kata.

Sepanjang perjalanan dilalui dengan santai dan aman. Ternyata terkadang apa yang kita pikirkan itu terlalu berlebihan sehingga membuat kita merasa stres sendiri. Hikmahnya adalah kita tidak akan pernah tahu apa yang akan kita hadapi ketika kita belum mencobanya. Lagipula mengajak buah hati pergi cepat atau lambat saya juga akan mengalaminya,kalau takut rewel di jalan dan lain-lain kasihan nanti buah hati kami kuper donk di rumah melulu. Setelah dicoba kami jadi mengerti dan belajar bagaimana menghadapi buah hati ketika harus mengajaknya bepergian.  Sebagai tambahan, Adzkiya malah sudah sampai ke DTC loh..ditraktir Pizza Hut sama abi hehe terimakasih abi. Alhamdulillah mission mengajak Adzkiya jalan-jalan success hehe kapan-kapan lagi ya bi hehe pizzanya maksudnya :p

Iklan