Jangan tertipu dengan judulnya yang menyerupai serial drama, in sha Allah dalam tulisan kali ini saya tidak akan memunculkan drama yang penuh konflik hehe 😁
Saya berkeinginan menulis ini setelah membaca sebuah buku dari mas Ippho Santosa yang berjudul “10 Jurus Terlarang” di da tulisan tentang menikmati kemerosotan karena hidup ini tak ubahnya seperti roller coaster. Ketika berada di atas kita akan dengan mudah melihat segala sesuatu, namun ketika roller coaster mulai berjalan turun bahkan berputar menjungkir balikkan badan kita, maka yang akan kita rasakan adalah ketakutan, peradaan sesak, tertekan bahkan saya merasa seluruh organ dibdalam badan saya akan tumpah ruah campur aduk. Nikmatilah karena setelah itu akan muncul perasaan lega. Walaupun harus muntah dan mengeluarkan seluruh isi perut dengan wajah pucat pasi lemah tak berdaya, namun ada perasaan lega dan kepuasan tersendiri. Setelah itu kita bisa deh dengan bangganya menceritakan kepada orang-orang bagaimana pengalaman kita naik roller coaster.

Dapat saya simpulkan disini kunci utamanya adalah sabar. Sabar menunggu roller coaster berhenti dan melewati itu semua. Kalau kita tidak sabar justru mungkin saja kita bisa terjatuh.

Hal selanjutnya adalah bagaimana kita harus bangkit setelah berada dalam titik terendah hidup kita. Bukankah Allah terang terangan menyuruh kita untuk tidak berputus asa dari rahmatNya?  Masih di buku yang sama, mas Ippho menuliskan ada seseorang yang tergila-gila dengan soda sehingga dia membuat bisnis soda bernama 1UP. Sayangnya dia gagal lalu dia tetap mencoba dengan nama 2UP dan dia kembali gagal. Dia terus menbuat perusahaan soda sampai 6 kali dan stelah 6UP nya gagal akhirnya dia menyerah. Ternyata ada orang lain yang tertarik melanjutkan dan membuat produk soda dengan merk 7UP. Apa yang terjadi? Produk itu laris manis di pasaran.

Lets see.. Betapa keputus asaan merupakan sumber kegagaan yang nyata.. Seandainya pria pertama tidak menyerah mungkin saja kesuksesan akan menjadi miliknya. Intinya tetap semangat dan pantanf menyerah karena kita tidak akan pernah tahu dimana keberhasilan akan menghampiri kita seperti halnya kita tidak pernah tahu di titik mana kegagalan akan membegal kita.

☺☺