Category: Ilmu


Oke pada postingan berikutnya masih tidak jauh-jauh dari bayi. Ceritanya, dalam satu RW di desa saya sepanjang bulan agustus ini ada 5 orang ibu melahirkan. Saya jadi banyak teman untuk sharing berbagai macam hal. Mengikuti perkembangan zaman, kami ibu-ibu saling sharing via sms, sudah tidak lagi kongkow di tukang sayur hihii 😀

Ketika kontrol Adzkiya, saya mendapatkan tips dari dokter M. Basalamah. Dokter keturunan Arab yang kata ibu ganteng. Ini kata ibu saya loh ya bukan kata saya hehee. ALhamdulillah tips ini bisa saya share dan bagikan kepada ibu-ibu yang lainnya karena ternyata beberapa diantara bayi-bayi baru lahir tersebut menderita hidung mampet dan pilek. Apa itu pilek dan influenza tidak akan saya bahas di sini karena bukan bidang saya untuk membahasnya. Saya hanya akan share tips dari dokter Basalamah seperti yang saya bilang tadi. Ini dia tipsnya: Baca lebih lanjut

Iman adalah mutiara, dalam hati manusia

Yang meyakini Allah Maha Esa, Maha Kuasa

Tanpamu iman bagaimanalah, menjadi diri hamba padaNya

Tanpamu iman bagaimanalah, menjadi hamba Allah yang bertaqwa

Iman tak dapat diwarisi dari seorang ayah yang bertaqwa

Ia tak dapat dijual beli, ia tiada di tepian pantai

Walau apapun caranya jua engkau mendaki gunung yang tinggi

Engkau merentas lautan api namun tak dapat jua dimiliki

Jika tidak kembali pada Allah ~RAIHAN

Sejenak mendendangkan lagunya Raihan asyik juga ternyata 😀

Sun riseKeimanan adalah sebuah nikmat yang sering manusia lalai daripadanya. Merasa sudah memiliki keimanan dari kecil, dari lahir, terkadang menjadikan keimanan tersebut menjadi sesuatu yang sangat biasa bahkan tidak berarti sama sekali. “Biasa aja ah nggak ada yang istimewa, gue kan dari lahir sudah beragama Islam.” Sikap menyepelekan keimanan tersebutlah yang sering menjebak manusia melakukan tindakan-tindakan yang sangat dimurkai Allah. Berapa banyak manusia yang rela menjual keimanannya demi mendapatkan sekantong beras dan sekardus mie instant? Berapa banyak juga perempuan ataupun laki-laki yang rela menggadaikan keimanannya demi kekasih hatinya? Kalau barang digadaikan mah bisa ditebus, lah kalau keimanan? Yakin bisa menebusnya kembali? karena sejatinya keimanan tersebut adalah anugrah terbesar yang tidak diberikan Allah kepada sembarang umatNya. Keimanan itu harus diusahakan, bahkan ada yang rela mencarinya dengan susah payah dan setelah mendapatkannya, keimanan itu perlu dijaga, dirawat, dan dipupuk agar dia makin subur dan berkembang.

Baca lebih lanjut

Enterpreneur menjadi sebuah cita-cita yang sangat diidam-idamkan oleh banyak orang. Terlebih lagi oleh kaula muda. Terbukti dengan banyaknya peminat yang mengikuti lomba bussiness plan yang memperebutkan hadiah berupa modal yang bisa digunakan sebagai langkah awal menjadi seorang pengusaha. Tapi untuk mewujudkan cita-cita dan keinginan itu yang susahnya minta ampyuuuuuun. Salah-salah bukan menjadi enterpreneur tapi menjadi entertainer. Loh kok bisa? Iya menjadi entertainer yang hobinya menghibur diri sendiri kalau target-target yang dibuat untuk menuju ke jenjang pengusaha tidak kesampaian. “Tenang saja, masih ada banyak waktu kok.” “Yah wajarlah kalau belum kesampaian, masih banyak yang perlu dipikirkan.” “Ingin menyelesaikan kewajiban yang lain dulu lah.” “Kerja dulu sama orang lain buat nyari modal.”

Bla bla bla aaah terlalu banyak excuse itu namanya. Padahal point yang paling penting dari keinginan untuk menjadi pengusaha adalah ACTION. Pada sore hari ini saya ingin mengisahkan tentang dua orang kenalan saya yang saya sebut mereka sebagai “CRAZY PEOPLES” Why? why? Yaa kalau mungkin bagi sebagian orang enterpreneur masih dalam tingkatan sebuah cita-cita yang agung, dua orang yang saya kenal ini menurut saya sudah naik ke tingkatan yang lebih atas. Dengan “kegilaan” mereka, sudah berhasil mencemplungkan diri di dunia yang memang menuntut sebuah keberanian dan kegilaan yang sesungguhnya. Untuk orang-orang yang ragu-ragu, mending mundur deh daripada ketabrak, istilahnya begitu. Semoga saja kedua teman saya ini tidak protes namanya saya bawa ke tulisan saya ini, atau mungkin justru seharusnya mereka berterimakasih karena sekalian mempromosikan diri, kan mereka masih jomblo :-p lupakan kalimat terakhir tadi

Yang pertama ini seorang perempuan tulen, nggak setengah-setengah. Saya mengenalnya pertama kali dari seorang sahabat saya di kampus yang bernama Chiqux (nama yang unik, aneh  sih sejujurnya :-p). Jadi ceritanya waktu itu kami bertiga berniat untuk ikut bussiness plan dengan hadiah yang menggiurkan. Pertama kali berkenalan dengan dia, saya merasa sebuah kehangatan, seperti sudah kenal lama, bahkan saya sampai menginap di rumahnya (mungkin memang saya yang tidak tahu diri) bagaimana bisa baru kenal bisa numpang nginep, numpang makan, numpang mandi pula? Sudahlah itu tidak penting. Yang jelas kami menginap di rumahnya untuk lembur mengerjakan bussiness plan itu. Sebut saja namanya Noi (kok kata-katanya jadi mirip reportase investigasi?) Beberapa orang memanggilnya memang dengan nama Noi. Dia adalah nominasi pertama “crazy peoples” versi saya. Kenapa? Baca lebih lanjut

Pemilihan umum telah memanggil kita

Seluruh rakyat menyambut gembira

Hak demokrasi Pancasila

Hikmah Indonesia merdeka

Pilih wakil rakyat yang dapat dipercaya

Mengemban amanah dan setia

~lalalalala~

Bait diatas adalah satu lirik lagu yang masih berhasil saya ingat. Entah lagu tersebut soundtrack pemilu tahun berapa saya sendiri lupa :-p

Penyelenggaraan pemilu yang katanya merupakan wujud sebuah bentuk pesta demokrasi di Indonesia tidak akan lama lagi. Bisa kita hitung mundur waktunya kurang dari 3×24 jam. Sudah siapkan dengan pilihan masing-masing? apapun pilihannya semoga suara yang kita berikan dapat membantu bangsa ini menuju masa depan yang jauh lebih baik lagi.

Sekedar merangkaikan sebuah ayat dengan pemilu

JIka kami memperoleh kabikan, (niscaya) mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikitpun. Sungguh, Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan.”(Ali Imran: 120)

Mengapa saya menghubungkan satu ayat ini dengan pemilu, beberapa kurun waktu terakhir menjelang mendekatnya momen lima tahunan tersebut, masing-masing partai politik peserta pemilu sudah berlomba-lomba untuk membangun citra dan menampilkan kebaikan-kebaikan serta perubahan yang akan mereka lakukan untuk negara ini ketika mereka berhasil memenangkan suara. Persaingan bukan hanya sekedar antar partai politik saja, namun terkadang melibatkan peran agama di dalamnya. Akhir tahun lalu tentu publik masih ingat salah satu partai yang mengaku sebagai partai Islam terlibat sebuah kasus korupsi dan bagaimana media di Indonesia dengan gencar mengabarkan? Bahkan membahasnya sampai detail sampai kepada hal-hal yang sebetulnya tidak perlu untuk dibahas dan tidak ada kaitannya dengan kasus tersebut.

Dalam sidang yang menghadirkan tersangka, beberaoa televisi nasional yang mengakus sebagai televisi beritapun berlomba-lomba untuk menyiarkan persidangannya secara live. Namun yang disayangkan ketika aparat pengadilan memutuskan vonis tidak bersalah, dalam sekejap layar kaca berubah menjadi iklan-iklan tidak bermutu dan meng-cut putusan hakim yang sebenarnya itu inti dan jawaban dari kasus.

Di negeri ini memang yang punya medialah yang berkuasa dan yang punya medialah yang berhak untuk mengatur asupan berita yang disampaikan kepada masyarakat umum. Kaitannya dengan ayat Ali Imran tersebut adalah, bahwa janji Allah memang pasti, apa yang menjadi kalamNya dan termaktub di dalam kitab suci memang akan datang dan benar adanya. Musuh-musuh Islam tidak akan ridho ketika umat Islam memperoleh kemenangan dan kebahagiaan. Dengan berbagaimacam cara mereka akan mencari sisi terkecil yang dapat dijadikan kelemahan untuk menggembosi dan menyerang barisan muslimin. Memang sudah seharusnya partai dan umat Islam bersatu. Beberapa tokoh agama yang saya tahu awalnya sama sekali tidak mendukung sistem demokrasi dan antisipasi dengan yang namanya perpolitikan saat ini mulai gencar mengajak masyakart memanfaatkan hak pilihnya.

Semoga pejuang-pejuang muslim yang memilih berjuang di jalur demokrasi tetap sabar dan bertaqwa karena itu merupakan kunci dari permasalahan yang mereka hadapi dan ketika sabar dan taqwa tersebut sudah tertanam dan teraplikasi dalam keseharian mereka, maka tipu daya musuh-musuh Islam tidak akan berarti apapun. Allahu musta’an 🙂

Nb. Dikutip dari kajian singkat suami tersayang di sebuah siang yang terik 😀

Bagi para perempuan yang sudah memasuki usia baligh, pasti sudah tidak asing lagi dengan tamu bulanan rutin yang datang setiap bulan. Ya! orang-orang sering menyebutnya dengan istilah haid, datang bulan, atau menstruasi. Haid, mungkin terkesan sebagai sesuatu yang sangat biasa karena rutin dialami oleh perempuan setiap bulannya. Namun ternyata ada berbagaimacam hukum yang menyertai haid tersebut termasuk bagaimana hukum ibadah-ibadah wajib dan sunah yang dilakukan oleh perempuan yang sedang mendapat haid. semoga apa yang saya kutip ulang dari apa yang disampaikan oleh Syaikh Muhammad Bin Shaleh Al’Utsaimin dapat menambah khasanah pengetahuan kita semua 😉

images

1. Makna Haid

Menurut bahasa, haid berarti sesuatu yang mengalir. Sedangkan menurut arti syara’ adalah darah yang terjadi pada wanita secara alami, bukan karena suatu sebab, dan terjadi pada waktu tertentu.

2. Usia dan Masa Haid

Usia haid biasanya antara 12 sampai 50 tahun . Para ulama berbeda pendapat tentang adanya batasan tertentu usia haid ketika seorang perempuan mendapatkan haid sebelum atau sesudah usia tersebut. Ad Damiri mengatakan bahwa yang menjadi acuan adalah keberadaan darah haid itu sendiri, bukan pada usia atau kondisi tertentu. Pendapat inilah yang benar dan menjadi pilihan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Jadi kapanpun seorang perempuan mendapatkan darah haid, berarti dia haid. Tidak peduli usianya masih dibawah 12 tahun atau diatas 50 tahun dan hukum haid beralku atasnya.

Mengenai lamanya masa haid, para ulama berbeda pendapat tentangnya.  Ibnu al Mundzir menyatakan “ada kelompok yang berpendapat bahwa masa haid tidak mempunyai batasan minimal atau maksimal hari.” Ada 5 rujukan yang dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan ini:

  • Firman Allah subhaanahu wa ta’aala: “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: haid itu adalah suatu kotoran, oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid, dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci…” (QS. Al baqarah : 222)
  • Diriwayatkan dalam shahih Muslim bahwa nabi Muhammad Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Aisyah yang mendapatkan haid ketika dalam keadaan ihram untuk umrah: “lakukanlah apa yang dilakukan jamaah haji, hanya saja jangan melakukan thawaf di ka’bah sebelum kamu suci.” (HR. Muslim: 4/30). Dalam Shahih Al Bukhari diriwayatkan bahwa nabi shollallohu wa sallam bersabda kepada Aisyah “Tunggulah, jika kamu suci, maka keluarlah ke tan’im.”
  • Tidak terdapat rincian hari secara pasti di dalam alquran dan sunnah padahal ini merupakan sesuatu yang penting. Sebagaimana Allah dan RasulNya telah menjelaskan tentang sholat secara rinci mengenai jumlah rakaatnya, waktu-waktunya, ruku dan sujudnya. Alquran dan Sunnah merupakan sumber rujukan utama hukum-hukum islam. Seperti firman Allah Ta’ala “…..Kami turunkan kepadamu Kitab (Alquran) untuk menjelaskan segala sesuatu (QS.An Nahl : 89). hitungan hari untuk masa haid tidak disebutkan di dalam Alquran dan Sunnah karena itu hal tersebut tidak bisa dijadikan patokan untuk menentukan masa haid.

    Syaikhul Ibnu Taimiyah dalam salah satu kaidah yang dibahasnya mengatakan: “Diantara sebutan yang dikaitkan Allah dengan berbagaimacam hukum dalam kitab dan sunnah yaitu sebutan haid. Allah tidak menentukan batasan minimal dan maksimalnya ataupun masa suci diantara dua haid. Padahal umat membutuhkannya dan banyak cobaan yang menimpa karenanya. Bahasapun tidak membedakan antara satu batasan dengan batasan lainnya. Maka barangsiapa menentukan suatu batasan dalam masalah ini, berarti dia telah menyalahi kitab dan sunnah. (Risalah fil asmaa allati ‘allaqa Asy Syaari al ahkaama bihaa, hal 35)

  • Qiyas bahwa Allah menerangkan alasan haid sebagai kotoran. maka manakala haid itu ada, berarti kotoranpun ada. Tidak ada perbedaan antara hari pertama haid,dengan hari keenambelas atau hari ketiga dengan hari kedelapan, selama haid tersebut masih ada berarti seorang perempuan belum bisa dikatakan suci.
  • Jika ternyata pendapat yang menyatakan tidak ada batasan minimal atau maksimal haid adalah pendapat yang kuat dan rajih, maka perlu diketahui bahwa setiap perempuan yang mendapatkan darah alami, bukan disebabkan luka atau lainnya, berarti darah tersebut adalah darah haid tanpa mempertimbangkan usia atau masa.

Baca lebih lanjut

Kenapa Harus Ilmu Komunikasi?

komunikasi  Perkataan John Lenon yang paling populer sehingga menjadi kalimat utama pada banner magister ilmu komunikasi Undip adalah

   “THE MIRACLE TODAY IS COMMUNICATION”

Berawal dari kebingungan ketika memilih jurusan pada saat mengisi formulir SNMPTN 4,5 tahun yang lalu. Well akhirnya berbekal kegemaran corat-coret di buku diary (sampai berseri-seri dari zaman masih culun sampai zaman alay) akhirnya saya melingkari jurusan ilmu komunikasi dan memilih Undip sebagai PTN tujuan saya.

Kemudian saya berdiskusi dengan salah satu teman SMP saya yang juga diterima di jurusan ilmu komunikasi Unpad. Diskusi tentang alasan dan mengapa kami mengambil jurusan ilmu komunikasi tersebut. Begini ceritanya:

Pada zaman revolusi industri dulu, orang yang bisa menguasai dunia adalah orang yang mempunyai mesin- mesin canggih, mengingat revolusi industri adalah sebuah masa peralihan dimana tenaga manusia digantikan dengan tenaga mesin dalam setiap aspek kehidupan terlebih dalam bidang produksi. So? apa hubungannya sama komunikasi? Baca lebih lanjut

Selamat datang bulan Dzulhijjah. Hari ini tepat hari pertama, disambut dengan turunnya hujan yang membasahi kota lumpia. Berawal dari sebuah pesan singkat dari guru mengaji saya untuk meningkatkan ibadah di 10 bulan dzulhijjah, saya bertanya “Ada apa dengan 10 hari pertama tersebut?” dari berbagai sumber akhirnya saya menemukan jawabannya. Ternyata keistimewaan 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah ini sudah difirmankan oleh Allah dalam kitab suciNya alquran

“Demi Fajar. Dan malam yang sepuluh.” (Al Fajr: 1-2)

Menurut Imam al-Thabari yang dimaksud dengan malam yang sepuluh adalah malam-malam sepuluh dzulhijjah berdasarkan kesepakatan hujjah dari ahli ta’wil ((Jaami’ al Bayan fi Ta’wil al-Qur’an: 7/514)

Ibnu Katsir pun menyebutkan ““Dan malam-malam yang sepuluh, maksudnya: Sepuluh Dzulhijjah sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid, dan lebih dari satu ulama salaf dan khalaf.” (Ibnu Katsir: 4/535)

Baca lebih lanjut

Cantinya berjilbab


Lihatlah gambar di atas. Cantik ya? Terlihat sangat anggun. Yup jadi menurut saya sangat salah ketika ada seseorang yang beralasan tidak mau berjilbab karena takut kehilangan kecantikannya. Justru dengan berjilbab, inner beauty dan keanggunan akan lebih terpancar. Aturan untuk memakai jilbab bukanlah sebuah paksaan dari sekolah (yang mewajibkan memakai jilbab selama jam KBM), atau perintah dari orang tua. Suatu kehormatan sebenarnya bagi para wanita karena perintah untuk mengenakan jilbab datangnya langsung dari Allah SWT sebagai wujud kasih sayangnya kepada makhluk bernama wanita. Silahkan dibayangkan dan dihayati benar-benar. Jika orang tua nmemberikan sesuatu sebagai ungkapan rasa sayangnya kepada kita, tentu rasanya akan sangat spesial dan bahagia sekali. Apalagi jika yang memberikannya adalah Allah, Rabb seluruh alam. Langsung di perhatikan sama Allah gitu lho. Bukankah itu lebih dari spesial? Baca lebih lanjut

masa kecil

masa kecil

Apa sih yang dimaksud dengan kebahagiaan itu? Setiap orang tentu mempunyai jawaban sendiri-sendiri dalam mengartikan apa itu kebahagiaan. Menurut Mario Teguh kebahagiaan adalah kegembiraan dalam kedamaian yang penuh kesyukuran. Menurut salah satu situs wikipedia, kebahagiaan adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan.

Ustadz Budiman Mustofa, LC menjelaskan dalam bukunya yang berjudul Quantum Kebahagian, ada beberapa keadaan yang dapat dikatakan sebagai sebuah kebahagiaan Baca lebih lanjut

Ukhwah-Ikhwah : Bukan Cinta Biasa

ukhwah


Nada di ponsel berdering, menandakan ada sebuah pesan yang masuk. Nayla segera membukanya, isi sms itu
“Assalamu’alaikum ukhti, lg sbuk g skrg? Bs minta tolong jemput d ujung jln? Aq baru turun dr bus n udh g ada angkot.”
Tanpa ragu Nayla langsung menjawab
“Wa’alaikumussalaam. Insya Allah. Wait for me y 😀

Atau cerita ini

“Maaf, aku boleh pinjam uang kamu dulu nggak? Insya Allah minggu depan aku balikin.” Kata seseorang kepada temannya.
Sang teman melihat 2 lembar uang lima puluh ribuan di dalam dompetnya. Hanya tersisa itu. Sementara hari yang dilaluinya masih berjumlah 7. Jika dia memberikan satu lembar kepada temannya, apa mungkin dia bisa bertahan dengan uang lima puluh ribu satu minggu? Iya kalau sang teman langsung mengembalikannya begitu minggu depan tiba, kalau tidak bagaimana? Aish perhitungan amat. Akhirnya diserahkannya satu lembar uang itu kepada temannya.
“Maaf ya, tapi kamu masih ada uangkan?” kata temannya merasa tidak enak hati.
“Insya Allah, selalu ada rezeki dari Allah yang tidak disangka-sangka.” Dia tersenyum, membuat hati temannya kembali nyaman
Baca lebih lanjut