Sudah lama aku tidak “memporak-porandakan” almari buku kecil di dalam kamarku. Entah apa saja yang tersimpan di dalamnya akupun hampir lupa. Setahu aku sejak lulus SMP, almari itu tidak pernah aku jamah, kecuali bagian yang terlihat. Di sebuah kesempatan, aku mencoba untuk “mengintipnya.” Ternyata banyak sekali naskah-naskah kuno yang ada di sana. Buku-buku diary sewaktu masih menjadi ababil, buku-buku tulis yang berisi cerpen-cerpen dan puisi ketika SD, bahkan sampai kepada buku-buku Fisika-Matematika khas anak SMP yang penuh dengan coretan saat bosan mendengarkan pelajaran, atau terlalu frustasi menghitung logaritma dan nilai massa yang tak kunjung jua ketemu.

Satu yang paling menarikperhatianku adalah buku Diary ketika aku masih di pondok pesantren dulu. Ketika aku masih nyantri. Buku itu punya banyak cerita yang membuatku tertawa terpingkal-pingkal ketika membacanya. Ternyata saat SMA pun aku masih sangat ababil. πŸ˜€ Baca lebih lanjut

Iklan