Rieva merengkuh sahabat di depannya ke dalam pelukannya. Saat ini hanya itulah yang bisa dia lakukan untuk si cantik yang sudah hampir setengah jam meneteskan air mata di depannya. Rieva tahu tidak sepatah katapun darinya yang akan didengar oleh si cantik jika dia nekat menghiburnya dengan untaian nasihat panjang. Ya tidak akan di dengar setidaknya untuk saat ini, karena yang si cantik butuhkan sekarang hanyalah tempat untuk mencurahkan perasaan yang sedang bercokol hebat dalam hatinya, mengabil hampir 3/4 kisi hati yang tengah terluka. Hanya sebuah sentuhan lembut di kepala si cantik yang bisa Rieva berikan, berharap bisa sedikit mengobati lukanya yang menganga.
Baca lebih lanjut

Iklan