Tag Archive: bayi


Oke pada postingan berikutnya masih tidak jauh-jauh dari bayi. Ceritanya, dalam satu RW di desa saya sepanjang bulan agustus ini ada 5 orang ibu melahirkan. Saya jadi banyak teman untuk sharing berbagai macam hal. Mengikuti perkembangan zaman, kami ibu-ibu saling sharing via sms, sudah tidak lagi kongkow di tukang sayur hihii πŸ˜€

Ketika kontrol Adzkiya, saya mendapatkan tips dari dokter M. Basalamah. Dokter keturunan Arab yang kata ibu ganteng. Ini kata ibu saya loh ya bukan kata saya hehee. ALhamdulillah tips ini bisa saya share dan bagikan kepada ibu-ibu yang lainnya karena ternyata beberapa diantara bayi-bayi baru lahir tersebut menderita hidung mampet dan pilek. Apa itu pilek dan influenza tidak akan saya bahas di sini karena bukan bidang saya untuk membahasnya. Saya hanya akan share tips dari dokter Basalamah seperti yang saya bilang tadi. Ini dia tipsnya: Baca lebih lanjut

Iklan

images

Alhamdulillahirobbil ‘alamin segala puji untuk Rabb yang dengan kuasanya setiap makhluk hidup tercipta di dunia ini disertai manfaatnya.Β  Sejak lahir, alhamdulillah Adzkiya tidak pernah mengalami gangguan kesehatan apapun. Namun memasuki umur di bulan kedua, beberapa gangguan kesehatan mulai menimbulkan kecemasan. Didukung oleh faktor cuaca dan udara di Purwokerto yang tidak bersahabat, perubahan suhu yang sangat ekstrem dari panas sumuk tidak karuan tiba-tiba menjadi dingin berangin. Mungkin untuk tubuh mungilnya yang masih dalam tahap penyesuaian dengan dunia luar, belum bisa menerima dengan sempurna hal-hal seperti demikian. Akhirnya perut Adzkiya menjadi kembung.

Sebagai tindakan awal, saya selalu melumurinya dengan minyak telon dan mengulanginya secara berkala setiap saya rasa kehangatannya mulai berkurang. Saya juga rajin mengganti bajunya, ketika udara panas saya kenakan baju dengan lengan biasa dan ketika udara mulai mendingin langsung saya ganti bajunya dengan lengan panjang. Namun ternyata upaya tersebut masih belum cukup untuk mencegah Adzkiya terkena masuk angin. Walhasil tidak dapat dihindari perutnya kembung.

Saat itulah ibu teringat khasiat daun mengkudu dimana sewaktu saya kecil dulu, ibu mendapat resep dari nenek untuk menempelkan daun mengkudu di atas perut yang kembung. Alhamdulillah di sekitar tempat saya tinggal masih banyak kebun-kebun yang di dalamnya tumbuh pohon mengkudu secara liar sehingga tidak perlu susah-susah mencarinya.

1. Ambil satu lembar daun mengkudu muda.

2. Garang di atas api sampai layu

3. Cuci bersih daun mengkudu yang telah layu tersebut

4. Setelah dikeringkan, olesi dengan minyak kelapa

5. Tempelkan di perut bayi, dengan diberi lubang pada bagian pusar. Untuk mencegah daun mengkudu tersebut bergeser, bisa menggunakan gurita. Setelah itu biarkan sampai daun mengkudu tersebut mengering.

Hasil: Setelah ebberapa jam ditempeli dengan daun mengkudu, Adzkiya mulai bisa buang angin lagi dan mulai BAB. Alhamdulillah rasanya plooooong πŸ˜€ walaupun saat itu harus terjaga tengah malam untuk menungguinya BAB. Sambil ngantuk-ngantuk saya menemani dia. Tapi ngantuk itu langsung hilang ketika dia selesei BAB dan langsung bisa mengoceh kembali lengkap dengan senyuman manisnya. Subhanallah malaikat kecilku :-*