21 April diperingati sebagai hari Kartini, dimana sebuah kegiatan yang diulang-ulang selalu dihadirkan setiap tahunnya. Poster-poster, seminar, aksi, bahkan artikel-artikel yang mencerminkan perjuangan seorang wanita hebat tersebar dimana-mana. Namun setelah itu? Kosong… setelah itu? Nihil… dan setelah itu? Status quo. Tidak ada perubahan yang muncul sebagai hasil dari gembar-gembor event tahunan tersebut. Tapi sebuah acungan jempol mungkin bisa diberikan sebagai apresiasi karena masih mengingat peran perempuan walaupun mungkin hanya sehari.

Degradasi moral atau keterpurukan moral di negara kita tercinta, Indonesia menjadi salah satu bukti bahwa belum ada perubahan yang berarti. Pergaulan bebas, narkoba, kurangnya rasa percaya diri, hedonisme, fun, pencarian jatidiri yang keliru, masih menjadi masalah utama yang menimpa generasi muda bangsa ini.
Memang ini bukan hanya menjadi tugas seorang wanita untuk memperbaikinya, namun wanita berperan sangat penting dalam hal ini. Kenapa? Baca lebih lanjut