Tanah surga..

Bukan lautan hanya kolam susu katanya

Tapi kata kakekku hanya orang-orang kaya yang bisa minum susu

Kail dan jala cukup menghidupimu katanya

Tapi kata kakekku ikan-ikan kita dicuri oleh banyak negara

Tiada badai tiada topan kau temui katanya

Kenapa ayahku tertiup angin ke Malaysia?

Ikan dan udang menghampiri dirimu katanya

Tapi kata kakek awas ada udang di balik batu

Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman katanya

Tapi kata dokter intel, belum semua rakyatnya sejahtera banyak pejabar yang menjual kayu dan batu untuk membangun surganya sendiri

Beberapa bait tersebut adalah salah satu puisi yang dibuat oleh Salman, seorang anak Indonesia yang tinggal di perbatasan negara Indonesia Malaysia. Film ini sangat menginspirasi bagi saya dimana mungkin saya dan banyak orang tidak pernah memikirkan hal yang diceritakan oleh film ini. Bagaimana kehidupan masyarakat Indonesia di daerah perbatasan dimana ada kemungkinan budaya Indonesia berbaur dengan budaya negara lain. Bahkan dalam cerita ini, anak-anak di daerah perbatasan banyak yang tidak mengetahui mata uang negara sendiri dan mereka menggunakan mata uang negara asing.  Baca lebih lanjut

Iklan