Tag Archive: Cerpen


Rieva merengkuh sahabat di depannya ke dalam pelukannya. Saat ini hanya itulah yang bisa dia lakukan untuk si cantik yang sudah hampir setengah jam meneteskan air mata di depannya. Rieva tahu tidak sepatah katapun darinya yang akan didengar oleh si cantik jika dia nekat menghiburnya dengan untaian nasihat panjang. Ya tidak akan di dengar setidaknya untuk saat ini, karena yang si cantik butuhkan sekarang hanyalah tempat untuk mencurahkan perasaan yang sedang bercokol hebat dalam hatinya, mengabil hampir 3/4 kisi hati yang tengah terluka. Hanya sebuah sentuhan lembut di kepala si cantik yang bisa Rieva berikan, berharap bisa sedikit mengobati lukanya yang menganga.
Baca lebih lanjut

Iklan

Selalu ada cerita yang konyol antara aku dan stasiun Senen di Jakarta. Yang menjadi penyebab utamanya sebenarnya adalah temanku, sebut saja namanya Mawar (bukan nama sebenarnya)Entah bagaimana caranya si Mawar selalu menyambungkan benang merah antara kekonyolan, aku, dan Stasiun Senen.

TAKE ADEGAN ALA FILM-FILM BOLLYWOOD
Tangan panjang jarum jam di dinding menunjuk tepat ke angka 12, berjarak 120 derajat darinya, tangan pendek mister timer nangkring di angka 8.
“keretanya jam berapa mba? ini sudah jam 8 lho biasanya jalanan macet.” ibu Mawar tak henti-henti mengingatkan
“Iya ibu, ini masih nungguin mamas. Kalau mamas nggak janji nganterin juga kita udah berangkat dari tadi.” jawab si Mawar menghibur kegelisahan sang ibu yang takut putrinya ketinggalan kereta Baca lebih lanjut